Pacar, Bukan Jodoh

Jangan bangga kalau status kita berpacaran, karena bisa jadi kita hanya dijadikan pacar, bukan mau dijadikan pendamping hidup untuk seumur hidup kita.

Kadang masa pacarannya lama, tiba-tiba diputusin, malah ada yang langsung nikah dengan orang yang baru dikenal. Kita sebagai manusia akan merasa sangat rugi, sudah pacaran bertahun-tahun malah ditinggal nikah sama orang lain.

Dengan kita yang sudah mengenal banyak, dan dia sudah tahu segalanya tentang kita. Eh, malah dia lebih memilih orang yang baru dia kenal dan tega meninggalkan kita. Oleh sebab itu jangan bangga jika status kita hanya pacaran, karena bisa jadi kita hanya dijadikan sekadar memenuhi status punya pacar bukan untuk dijadikan pasangan hidupnya.

Walau dia pacar kita. Andai dia memang tidak ditakdirkan menjadi jodoh kita, maka sampai kapan pun kita tidak akan menjadi miliknya.

Kita harus lebih berhati-hati melihat keseriusan kekasih kita terhadap kita. Jika dia hanya ingin menjadikan kita pacarnya, alangkah lebih baik jangan mau jika tidak ada keseriusan terhadap kita.

Karena percuma saja, pacaran jika ujung-ujungnya putus dan ternyata pacar kita bukanlah jodoh kita. Maka kelak kita akan menyesali karena telah mencintai orang yang salah.

Pacaran tidak mendekatkan kita dengan jodoh kita, karena pacar kita belum tentu jodoh kita. Setiap orang yang berpacaran yang didasari dengan benar-benar cinta dan sayang pasti mereka menginginkan hubungan mereka harus berakhir di pelaminan.

BACA JUGA: 

Namun, sekali lagi se-sayang apa pun jika memang bukan ditakdirkan untuk berjodoh, maka sampai kapan pun tidak akan pernah berjodoh. Karena dengan pacaran tidak mendekatkan kita pada jodoh kita. Jika tidak ada keseriusan dalam hubungan pacaran, maka lebih baik kita tidak perlu melakukannya.

Kalau hingga saat ini hubungan kita masih baik-baik saja bukan berarti kita bisa tenang. Kita harus tahu keseriusannya, jika sejauh ini dia tidak kunjung memberi kepastian, lantas untuk apa berlama-lama pacaran.

Pacaran itu hanya untuk pengenalan, kalau sampai lama tapi tak kunjung diberi kepastian, mungkin hanya sekedar untuk dipermainkan. Dan kita harus bisa lebih waspada. Apakah pacar kita hanya mempermainkan atau memang serius menjalani hubungan dengan kita?


“Berpacaran selama bertahun-tahun, kemudian putus. Belum sempat patah hati, akhirnya menikah dengan orang lain”.

Ada beberapa teman saya, yang sudah mengalami hal seperti itu. Saking banyaknya teman yang mengalami seperti itu, saat itu juga sempat saya berpikir, saya mungkin akan menikah setelah berpacaran dengan seorang yang telah bertahun-tahun pacaran kemudian dia putus.

BACA JUGA:  Aku, Anak Darat Dibangkitkan Tuhan Rian Tap

Dia (teman saya) yang pertama kali mengalami fase itu adalah teman kuliah. Saat itu dia sudah berpacaran dengan teman satu kampusnya selama hampir empat tahun (dari dia semester 1 atau Mahasiswa Baru hingga kuliah semester akhir).

Saat akan lulus, kuliah tiba-tiba mereka putus. Saat saya tanya, “mengapa putus?” Alasannya, “karena sudah tidak cocok”.

Anehnya, hanya dua Minggu dari masa patah hati itu, kekasihnya itu sudah menemukan sosok pendamping yang baru.

Saya agak tercengang sebenarnya, namun diam saja. Tiga bulan kemudian, teman saya itu langsung menikah dengan orang yang belum empat bulan dia kenal.

Selain teman kuliah, teman masa kecil saya juga ada yang seperti itu. Teman itu berpacaran dengan teman SMA-nya selama lebih dari enam tahun, mereka dulu LDR. Laki-laki kuliah di Malang, dan kekasihnya di Ruteng. Setelah lulus, mereka bersama pulang kampung.

Namun, karena satu dan lain hal, akhirnya mereka putus begitu saja. Teman sekampung saya itu beberapa bulan pasca putus dengan kekasihnya, akhirnya menikah dengan orang lain.

Terkadang saat datang ke resepsi pernikahan orang bersama teman-teman, timbul guyonan ke kedua mempelai yang menikah. “Dulu kayaknya pacarnya bukan yang itu deh”.

Sang pengantin baru tersebut membenarkan komentar itu, bahwa Ia menikah dengan orang lain, bukan dengan pacarnya dulu.

BACA JUGA:  Moni dan Cinta Satu April

Terkadang bila tahu nama pacarnya, saat menerima undangan, dahi sudah berkerut. Sepertinya dulu nama pacarnya bukan ini deh, tapi kok bisa berubah.

Akhirnya, setelah ngobrol dengan teman-teman yang lain, terungkap bahwa memang si teman itu menikah dengan orang lain.

Mengetahui cerita-cerita seperti itu memberi energi positif tersendiri bagi saya. Bukan apa-apa, saat putus dengan pacar yang sudah lama menjalin hubungan, bukan bersedih-sedih, namun bersukacita.

Siapa tahu dengan putusnya hubungan tersebut menjadi peluang untuk bertemu orang baru yang mungkin memang berjodoh. Jadi tidak perlu patah hati hingga tidak lagi bergairah untuk hidup. Lebih baik menikmati hidup dengan beragam anugerah yang sudah diberikan sang maha kuasa.

Mendengar cerita-cerita seperti itu juga membuktikan bahwa jodoh itu memang sudah ada yang mengatur. Tidak peduli sekuat apa pun kita ingin menikah dengan seseorang, bila memang tidak berjodoh. Nanti bila saatnya tiba, kita pasti dipertemukan dengan orang terbaik yang akan menemani sisa hidup kita.

Penulis: Rifand Apur
Pemuda asal Manggarai Timur dan Pencinta Kopi