CV Naga Aghata Melakukan Sanggahan Terhadap Paket Jalan Kajong Nggalak Singkul di Kecamatan Reok

Daerah

Ruteng, SorotNTT.Com- – CV Naga Aghata sebagai salah satu peserta lelang proyek Rhabilitasi/Pemeliharaan Jalan Kajong Nggalak Singkul, Lapen Kecamatan Reok Barat, melakukan sanggahan terkait proses lelang yang sudah dimenangkan oleh CV.Mariane Putri, dengan pagu Rp.449.991.156,50 dan nilai penawaran Rp.461.015.074.63

Kepada SorotNTT.Com Direktur CV. Naga Aghata, Antonius Cundawan, Kamis(10/10/2020) menyampaikan bahwa yang menjadi poin-poin sanggahan mereka  adalah:

1.Adanya dugaan persekongkolan serta persaingan tidak sehat dari panitia Pokja untuk memenangkan salah satu peserta. Ini dibuktikan dengan hasil evaluasi panitia pada tanggal 24- 25 agustus 2020, yang menyatakan  bawa  Paket  Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan Kajong Nggalak Singkul,Lapen Kecamatan Reok Barat( Tidak Ada Peserta lelang yang lulus evaluasi kualifikasi), dengan masa sanggahan mulai dari tanggal 28 agustus 2020 sampai dengan 3 september 2020. Dimana hasil Evaluasi Panitia Tidak ada peserta yang lulus kualifikasi dengan kata lain”gagal” secara aturan.

Dalam jadwal masa sanggahan berjalan panitia pokja  mengubah dan mengevaluasi kembali pada tanggal 2 september 2020. Dimana jadwal sanggahan masih berjalan,dan itu sangat bertentangan dengan dokumen lelang ( IKP )

Diduga adanya persaingan serta persekongkolan tidak sehat untuk  memenangkat salah satu peserta oleh pokja panitia dan dalan hal ini panitia menyalahgunanakan wewenang untuk memenangkan salah satu peserta.

2. Peserta CV.Mariane Putri  yang di tunjuk sebagai pemenang Pada Paket Pemeliharaan jalan Kajong nggalak singkul ini juga, diduga melakukan persekongkolan dengan panitia pokja serta melakukan persaingan tidak sehat.

Hal ini dibuktikan dengan dokumen yang tertera pada paket peningkatan jalan meda- wae racang, lapen Kecamatan Cibal Barat. Hasil evaluasi panitia  CV.Mariane Putri  (  SBU-nya berlaku sampai tanggal 20 desember 2019) Masa berlaku habis . 

3. Panitia pokja Menyalah gunakan wewenang dalam  mengubah jadwal dan hasil evaluasi, dimana ada tiga paket pekerjaan yang di lelang ulang, tidak ada peserta yang lulus atau ditunjuk sebagai pemenang.

4. Panitian Pokja tidak Mengakui / mengabaikan Aplikasih sistem/ aplikasih SPSE / Sikap. Dimana dokumen kualifikasi pada sistem tidak diakui oleh pokja panitia saat evaluasi kualifikasi dinyatakan “tidak ada peserta yang lulus evaluasi kualifikasi”.

5. Konspisari dari hasil ini semua jelas sangat merugikan bagi peserta lain. Dgn hasil-hasil ini saya menduga ini adalah persekongkolan terstruktur dan cacat secara ptosedur dalam dokumen lelang dan ini tindakan melawan hukum.

Terpisah Kepala Unit Layanan Pengadaan(ULP) Kabupaten Manggarai, Kristo Darmanto ketika dimintai pendapatnya oleh media ini menyampaikan, Pada saatnya Pokja akan menjawab sanggahan melalui aplikasi SPSE/LPSE Kabupaten Manggarai.