Paket Pekerjaan Preservasi Jalan Labuan Bajo-Malwatar-Kota Ruteng Sudah Dikerjakan

Daerah

Ruteng, SorotNTT.Com-Pemerintah Republik Indonesia, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah menganggarkan paket pekerjaan Preservasi (pemeliharaan) jalan Labuan Bajo-Malwatar-Kota Ruteng tahun 2021.

Melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Paket pekerjaan ini telah dilaksanakan dengan nomor ADD kontrak: ADD.1.HK.02.03 Bb.10/PJN.WIL III-NTT/PPK 3.2/61, dan tanggal ADD Kontrak 15 April 2021.

Nilai kontrak paket pekerjaan ini Rp.15.922.430.000.00, dan sebagai penyedia jasa adalah PT. Waigete Abadi, yang beralamat di Jalan Nairon, Desa Tana Duen, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka.

Pantauan media ini dilapangan 26 November 2021 terlihat pekerjaan ini sudah dilaksanakan, seperti pengerjaan hotmix, pemasangan beronjong, pembuatan Tembok penahan tanah (TPT), serta pekerjaan saluran drainase, maupun beberapa jenis pekerjaan lainya.

BACA JUGA:  Memoar Sumpah Pemoeda 1928

Terpantau pula di beberapa titik pekerjaan ini masih menyisahkan kekurangan berupa pekerjaan yang belum tuntas seperti pekerjaan hotmix dan Saluran drainase.

Ketika media SorotNTT.Com mengkonfirmasi pihak pelaksana dari PT. Waigete Abadi terkait pelaksanaan pekerjaan ini, serta beberapa aitem pekerjaan yang belum tuntas, yang bersangkutan menyampaikan bahwa pekerjaan ini belum selesai dan masih akan dilanjutkan.

Terpisah Pejabat Pembuat Komitmen(PPK) Wilayah lll, ketika dimintai pendapatnya menyangkut pekerjaan yang belum tuntas tersebut menyampaikan “saya akan minta Korwaslap suntuk segera mengeceknya dilapangan”.

Beliau juga menjelaskan bahwa pekerjaan Preservasi jalan Labuan Bajo-Malwatar-Kota Ruteng ini akan berakir pada tanggal 31 Desember 2021.

Ketua Lembaga Advokasi dan Investigasi Kebijakan Umum (Ladikum) Salesius Kantur ketika dimintai pendapatnya penyampaikan catatan atas pekerjaan ini.

BACA JUGA:  PPK 3.3 Satker PJN III NTT Menghimbau Masyarakat Waspada Terhadap Bahaya Longsor

Sebagai masyarakat manggarai yang sering berkunjung ke Manggarai Barat saya mengapresiasi apa yang dilakukan pemerintah, ini demi kenyamanan para pengguna jalan, apalagi ini jalan sentral.

Tetapi kami menyayangkan kualitas pekerjaan yang diduga asal-asalan ini. Contoh di lokasi setelah Wae Bangka, ada hotmix yang hanya kerja setengah saja, juga pekerjaan saluran drainase yang buruk, hanya dikerjakan dinding satu sisi saja, yang lain tidak, itu juga sudah retak semua.

Masih banyak yang harus dilihat pada pekerjaan ini, semua pengguna jalan pasti bisa melihatnya, tutur Salesius.

Kami berharap ada pengawasan yang serius soal pekerjaan ini, sehingga benar-benar diperhatikan kualitasnya, dan kami dari Lembaga Ladikum akan terus melakukan pemantauan pada pekerjaan ini, tutup Salesius pula.