Para Kades Angkat Bicara, Setelah Melihat Postingan Kumpul Uang Untuk Rencana Pelantikan Camat LAUT di Matim

Daerah

Borong, SorotNTT.Com-Beberapa Kepala Desa di Kecamatan Lamba Leda Utara (Kecamatan LAUT) angkat bicara setelah membaca postingan di media sosial Facebook (FB) terkait kumpul uang untuk acara syukuran pelantikan Camat Lamba Leda Utara. Setelah ditelusuri, ternyata  rencana pengumpulan dana untuk acara syukuran usai pelantikan Camat LAUT, bukan untuk pentikan Camat. Hal itu murni Inisiatif para Kades, sebagai ungkapan gembira atas ditunjuk atau dilantiknya  pejabat Struktural Camat untuk Kecamatan Lamba Leda Utara .

Berikut petikan postingan media sosial FB akun atas nama, “Bar Bara”, pada group FB “ASPIRASI RAKYAT MANGGARAI TIMUR”, dan dibagikan juga pada Group FB, “Manggarai Bebas Berpendapat Pilkada”.

“Pelantikan camat defenitip.kecamatan Lamba Leda utara biayanya dipungut dari PNS Skecamatan Lamba Leda Utara sebesar Rp 100.000/ orang.

Kalau saya sangat bingung kebijakan ini, karena seseorang dilantik karena kepangkatannya ditanggung oleh orang lain, lagian bukan kehendak pns sekecamatan lamba leda utara seseorang dilantik menjadi camat.

Santer dibritakan pula bahwa setiap desa harus tanggung Rp 1.000.000. Kades dpat uang dari mana,,? Apakah spj uang Rp 1.000.000 ditanda tangani oleh panitia pelantikan? Sangat heran bin sangat ajaib”.

Kades Satar Padut di Kecamatan LAUT, Kabupaten Matim, Fabianus Kabun, kepada media ini menyatakan, bahwa postingan media sosial FB itu bukan suara para Kades di wilayah Lamba Leda Utara.

“Kami tidak menyesal kumpul uang untuk syukuran pelantikan Camat Lamba Leda Utara. Dia (pemilik akun FB) yang pikiran negatif yang repot dan ngomel ngomel di media sosial. Biar  semua orang tau, bahwa kami sendirilah yang berinisiatif membuat acara syukuran dimekarkannya Lamba Leda Utara, kebetulan moment pelantikan itu yang kami saksikan langsung dari tahapan pemekaran Kecamatan Lamba Leda Utara. Bagi kami, pemekaran dan pelantikan Camat bagi Lamba Leda Utara merupakan hal yang dinanti nantikan dalam kurun waktu yang cukup lama”, Kata Kabun.

Kabun menegaskan, bahwa pihaknya ambil dari anggaran pribadi untuk acara syukuran pelantikan Camat itu.

“Kami ambil dari anggaran pribadi Pa. Itu uang pribadi kami. Itu ungkapan kegembiraan kami. Kami selaku representatif masyarakat desa, tentunya kami menjadi terdepan merencanakan dan bertindak untuk dan atas nama masyarakat desa untuk acara syukuran pelantikan itu, walau harus ambil dari anggaran pribadi kami”, tegas Kades Kabun yang kebetulan wilayah desanya berada di Ibu Kota Kecamatan Lamba Leda Utara di wilayah Dampek.

Hal senada juga disampaikan Kades Satar Kampas, Satar Punda, Nampar Tabang dan Desa Golo Mangaung.

Menurut mereka, bila pemilik akun FB yang memosting itu orang Lamba Leda Utara, maka dapat dipastikan orang itu mengalami degradasi rasa  syukur dan tidak merasa memiliki Lamba Leda Utara.

“Bukan soal siapa, dari mana asal, atau suku serta agama Camatnya. Tapi yang kami rasakan adalah gembira, karena Kecamatan Lamba Leda Utara resmi di mekar dan Camatnya dilantik. Sedangkan dari Pemerintah Kecamatan Lamba Leda sebagai Kecamatan induk tidak merencanakan acara syukuran itu, sehingga kami berinisiatif kumpul uang untuk buat acara syukuranya. Kalau yang posting itu orang Lamba Leda Utara, maka bisa dipastikan orang itu sedang mengalami degradasi syukur dan tidak merasa memiliki Kecamatan Lamba Leda Utara. Tolong jangan kutip sepotong informasi yang didapat, agar tidak terjadi kegaduhan”, Kata Kades Nampar Tabang, Hilarius Tegu.

Selain itu, Kades Golo Mangung Engelbertus H. Anam, berpendapat, orang orang belum paham betul yang mana acara pelantikan dan yang mana acara syukuran pelantikan. Hal ini mesti dipahami baik dan dibedahkan.

“Orang orang mungkin belum paham mas. Acara pelantikan Camat kami tidak terlibat untuk kumpul uang. Sepeserpun tidak, dan itu urusan pemerintah Kabupaten. Sedangkan acara syukurannya yang kami inisiatif buat acara syukuran itupun terbatas, mengingat Covid 19”, Kata Kakak Kandung Mensi Anam.

Lain hal dengan Kades Satar Punda, Ftansiskus Hadilaus. Menurutnya, acara syukuran juga bagian dari sosialisasi atau publikasi.

“Acara syukuran itu bagian dari sosialisasi dan publikasi kepada masyarakat Lamba Leda Utara, bahwa Kecamatan Lamba Leda Utara itu benar benar sudah mekar dan sudah memiliki wilayah hukum, serta Camatnya sudah ada, walaupun sampai saat ini Camat defenitif itu belum dilantik dan masih pake pelaksana tugas (Plt) Camat”, Ungkap Fran singkat.

Dilain tempat, Kades Satar Kampas, Elinius Ntangor, mengungkapkan, bahwa pihaknya sangat senang Lamba Leda Utara mekar, sebab dirinya merasa tersiksa karena jarak saat harus menempuh perjalanan jauh menuju Ibu Kota Kecamatan Induk Lamba Leda di Benteng Jawa.

“Kami yang dari pantura ini bersyukur pa. Kami stengah mati jalan ke Benteng Jawa kalau ada rapat atau kegiatan lainnya. Sekarang hanya beberapa menit saja kami sudah tiba di Kantor Camat Lamba Leda Utara. Dulu kami harus berjibaku dengan jarak dan kondisi jalan banyak yang rusak sampai makan waktu berjam jam. Jangan banyak komentarlaa. Mari kita sama sama bersyukur. Kalau tidak memberi sesuatu diamlah. Kalau beri ya iklaslah, ini untuk kegembiraan kita ko”, ujar Baba Ses, sapaan akrab Sang Kades Elinius Ntangor.

Marius Babat, koordinator Pengawas (Korwas) TK, SD di Kecamatan Lamba Leda dan Lamba Leda Utara ketika dimintai tanggapan terkait hal ini mengakui, bahwa memang benar inisiatif untuk membuat acara syukuran pelantikan, namun sampai saat ini urung dilaksanakan karena Camatnya tidak jadi dilantik.

“Benar pa, tapi tida jadi itu acara syukuran karena Camatnya tidak dilantik. Ada beberapa guru ASN yang sudah kumpul uang dan nanti uangnya dikembalikan”, Kata Marius Babat.

Plt. Camat Lamba Leda Utara, Agus Supratman via telfon terkait postingan Medsos soal pungutan uang untuk pelantikan Camat Lamba Leda Utara kepada media ini mengatakan, pihaknya sudah mengetahui postingan itu kurang lebih akhir bulan januari 2021 lalu.

“Ia Pa. Saya sudah lihat dan baca postingan itu tanggal 26 januari lalu dan Saya sudah laporkan kepada Pa Sekda. Saya sudah jelaskan semuanya kepada Pa Sekda terkait niat atau inisiatif dari Para Kades untuk buat acara syukuran pelatikan Camat Lamba Leda Utara. Saya juga sudah mendapat arahan dari Pa Sekda terkait hal ini”, Kata Agus.

Walau enggan membeberkan arahan Sekda Matim , Boni Hasudungan, dengan alasan bersifat internal, namun Agus  memberi gambaran bahwa pihaknya terlibat pada rencana awal untuk acara syukuran dimaksud.

“Saya terlibat dari awal pa. Saya yang pimpin pertemuan dengan para kades. Waktu itu Saya masih Sekcam di kecamatan induk. Awal mulanya, Saya mendapat laporan dari salah satu staf terkait rencana dari beberapa kades di wilayah Lamba Leda Utara sebagai inisiator untuk buat acara syukuran pelantikan Camat  Lamba Leda Utara. Kami langsung ambil langkah. Saya langsung laporkan ke Pa Camat, Pak Albert dan beliau menugaskan Saya untuk mengkoordinir rencana atau niat dari beberapa kades inisiator untuk rencana acara syukuran dimaksud agar tidak menjadi liar dan bahan diskusi publik”, urai Agus.

Alhasil kata Agus, terjadilah rapat yang diselenggarakan pada hari Senin, tanggal 11 Januari Tahun 2021, di aula mini Puskesmas Dampek. Rapat itu dihadiri Pak Kapolsek, Pak Babinsa, Sepuluh (10) dari sebelas (11) kades di Lamba Leda utara, minus Kades Lencur karena alasan sakit, pihak Puskesmas Dampek, Romo Pastor Paroki, Romo Tarsi Tombor, dan Korwas TK, SD dan SMP, Pak Marius Babat. Dokumen rapat dari daftar hadir, foto, rekaman dan notulen rapat masih ada.

Pertemuan itu, kata Agus, hanya ada satu agenda tunggal yaitu, membahas rencana pelantikan Camat Lamba Leda Utara dan pejabat struktural Kecamatan Lamba Leda Utara, skaligus peresmian Puskesmas Afirmasi Dampek yang menurut rencana berdasarkan petunjuk pihak Kabupaten akan di laksanakan di Dampek, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda, waktu itu belum resmi diumumkan mekar wilayah Lamba Leda Utara.

Dari pertemuan itu terang Agus, terungkaplah niat dari peserta rapat lebih khusus sepuluh kades dimaksud untuk buat resepsi syukuran setelah acara pelantikan dan peresmian gedung Puskesmas afirmasi itu dan kemudian peserta forum menyepakati untuk buat acara resepsi syukuran.

Untuk kelancaran acara resepsi Syukuran, ungkap Agus, peserta rapat para Kades menyepakati untuk kumpul uang secara pribadi untuk acara syukuran dimaksud. Sedangkan berkembang samapai terlibatnya ASN karena memgakomodir pendapat peserta rapat bahwa dengan pertimbangan ASN yang mengabdi di Lamba Leda Utara juga bagian yang tidak terpisahkan dari Lamba Leda Utara, maka disepakati untuk meminta sumbangan atau kerelaan tanpa paksaan untuk acara syukuran tersebut.

Agus menjelaskan, Kini acaranya tidak jadi dilaksanakan karena Camat defenitifnya belum dilantik, ya bagi ASN yang sudah terlanjur uangnya kumpul pada Pak Korwas sebagian sudah dikembalikan, dan nanti yang lain yang belum sempat ketemu dengan pemilik uang juga uangnya dikembalikan, dan itu kesepakatan internal tim inisiator.

Selaku Plt. Camat Lamba Leda Utara, Agus mengucapkan terimakasih setinggi tingginya kepada pemilik akun FB atas nama “Bar bara” Karena telah mencurahkan bentuk perhatiannya dengan cara memosting tulisan bermakna perhatian terhadap pemerintah.

“Saya menganggap positif postingan itu. Dan itu bentuk perhatian. Lebih dari itu, pemilik akun itu cinta kepada kepemerintahan yang ada sehingga dia ingatkan pemerintah dengan caranya dia, sekalipun dia (pemilik akun) belum paham alur kisah, tapi dia berani publikasi tulisan diakun yang terkesan palsu karena foto profil hanya menampilkan gambar bertuliskan “Bar-Bara, Cafe Distro” lalu dinding akun lebih banyak dihiasi gambar kudapan atau makanan ringan.  Kalau dia tidak peduli berarti dia tidak punya  rasa kasih sayang terhadap sesama. Salut, dan terimakasih buat perhatiannya”, Ujar Plt. Camat Lamba Leda Utara, Agus  Supratman.