Patung Jokowidodo dibangun di Puncak Sunu

Daerah

Soe, SorotNTT.Com-Sebagai wujud penghargaan dan penghormatan kepada presiden RI yang menggunakan pakaian adat kecamatan Amanatun Selatan, kabupaten TTS, provinsi NTT pada perayaan HUT RI ke-75, Kolonel Simon Petrus Kamlasi dan Pemda TTS membangun Patung Jokowi di puncak Sunu, desa Sunu, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten TTS,Provinsi NTT.

Sebelumnya telah ada survei oleh tim ahli David Jems dan anaknya Sarlina Jems sehingga puncak sunu menjadi tempat yang layak untuk dibangun patung Jokowi karena tempatnya sangat strategis dan memiliki situs bersejarah para usif (raja) di puncak sunu.

Sementara camat Amanatun Selatan, Ardi Benu, dalam laporannya, bangunan Patung Presiden RI, Bapak Jokowidodo yang dibangun ini merupakan wujud penghargaan dan penghormatan karena pakaian adat Amanatun Selatan , TTS digunakan pada HUT RI ke-75 di Jakarta maka Kolonel Simon Petrus Kamlasi berkoordinasi dengan Pemda TTS untuk bangun patung Jokowi yang peletakkan batu pertamanya oleh bupati TTS pada jumad, (30/10/2020) karena Kolonel Simon P. Kamlasi dan pak bupati Epy Tahun yang berinisiatif untuk bangun patung ini.

Selain itu, dikatakan camat Ardi Benu bahwa menurut Kolonel Simon, ini ada momen bersejarah karena tidak semua presiden menggunakan pakaian adat TTS khususnya Amanatun sehingga semua fasilitas bangunan ini difasilitsi oleh Kolonel Simon dengan perjanjian tersebut ke arah barat, Lanjutnya.

Ditegaskan camat Ardi bahwa akan diadakan Lopo persinggahan pengunjung yang dibangun Kolonel Simon, termasuk perluasan jaringan air bersih akan ditarik menuju puncak gunung sunu. Tutupnya.

Secara terpisah Sene Baunsele kepada media ini mengungkapkan kegembiraannya karena Sunu yang merupakan kampung halamannya memiliki panorama dan keindahan alam yang luar biasa namun tidak diketahui banyak orang sehingga dengan adanya bangunan patung jokowi dapat menarik wisatawan lokal maupun manca negara ke tempat ini . Selain melihat patung Jokowi , sambil menikmati alamnya yang sejuk dan pemandangan yang memikat hati. Ungkapnya(Albert Baunsele)