Pelaksanaan PPBD Online Jenjang SMA Provinsi NTT Tahun 2022/2023 Mengabaikan Rasa Adil dan Diduga Banyak Kecurangan

Ruteng, SorotNTT.Com-Penerimaan Peserta Didik Baru(PPDB) online Propinsi Nusa Tenggara Timur, jenjang SMA tahun 2022/2023 mengabaikan rasa adil bagi peserta didik dan orang tua siswa serta diduga banyak kecurangan.

Pada proses PPDB kali ini, banyak mengecewakan orang tua siswa dan peserta didik yang ada di wilayah dekat dengan sekolah.

Sistem Zonasi yang di terapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, hanya teori semata sedangkan dalam prateknya itu tidak terjadi.

Begitulah yang dirasakan oleh beberapa orang tua siswa yang tinggal di Mbaumuku, Kelurahan Mbaumuku, Kecamatan Langke Rembong, Manggarai, yang telah mendaftarkan anaknya mengikuti PPDB secara online di SMAN 1 Langke Rembong tahun 2022/2023.

Mereka merasa kecewa karena mereka tidak diakomodir dalam proses pendaftaran online, padahal sejak tanggal 20-22 Juni 2022, sekitar pukul 07.30 pagi mereka sudah menyiapkan diri dengan prangkat komputer dan HP masing-masing untuk mendaftar.

BACA JUGA:  Memeriahkan HUT RI Ke-74, PKK Kecamatan Cibal Gelar Perlombaan

Sampai pada tanggal 22 Juni 2022, mereka tetap tidak bisa terakomodir untuk diterima di SMAN 1 Langke Rembong ini.

Atas hal ini para orang tua dan siswa tersebut merasa kecewa, padahal kehadiran lembaga pendidikan yang dekat dengan rumah warga itu sangat membantu.

“Seandainya kami berdomisili jauh dari sekolah, kita tidak kecewa, tetapi karena dekat maka kita berusaha untuk mendaftar anaka-anak kami ini di SMAN 1 Langke Rembong ini.

Kita minta keadilan dalam hal ini, sehingga kuota penerimaan siswa kali ini benar-benar memperhatikan jalur Zonasi ini.

Mbaumuku ini merupakan Zonasi 1, karena letak SMAN 1 Langke Rembong persis berada dikelurahan Mbaumuku juga.

Anak-anak kami ini kemarin mereka telah tamat dari SMPN 1 Langke Rembong, sekolah yang berdekatan dengan SMAN 1 Langke Rembong ini.

BACA JUGA:  Plt. Kadis DP2KBP3A Matim Desak Kepolisian, Usut Kasus Pembuangan Bayi di Lamba Leda

Kita mengharapkan perhatian bapakĀ  Gubernur NTT serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, agar hal ini bisa diperhatikan.

Apalah artinya sistem Zonasi diterapkan kalau pada prakteknya hanya untuk diabaikan dan dilanggar juga.

Niat pemerintah untuk mendekatkan pendidikan kepada masyarakat, dan memudahkan masyarakat dalam hal ini para siswa untuk mengenyam pendidikan itu sendiri hanya slogan saja, prakteknya tidak.

Sekali lagi kita minta ini diperhatikan dengan baik, kita butuh keterbukaan semua pihak, dan keseriusan pemerintah untuk menhilangkan unsur KKN dalam penerimaan siswa baru di jenjang SMA kali ini.

Proses PPDB kali ini juga diduga banyak kecuranganya, modusnya seperti ada peserta yang mendaftar di Zona 1 Mbaumuku, padahal mereka tinggalnya bukan di Zona 1 Mbaumuku, tetapi mereka mendaftar ikut jalur ini, hanya supaya bisa tembus.

Hal seperti ini juga harus diperhatikan oleh pihak Dinas PPO NTT , Pihak sekolah dan Panitia, sehingga penerimaan siswa kali ini benar-benar murni dan jujur, serta mempertimbangkan rasa keadilan.

BACA JUGA:  Wapres JK: Lebih Cepat, Lebih Baik dan Lebih Efisien

Media ini telah berusaha meminta tanggapan dari Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT, namun yang bersangkutan belum memberi pendapatnya.