Pelihara Kemampuan Prajurit, Kodim 1604/Kupang Gelar Latihan Menembak Senjata Ringan TW III Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

Daerah

Kupang, SorotNTT.Com-Kemampuan menembak merupakan satu tuntutan bagi seorang prajurit profesional. Kemampuan tersebut tak dapat dicapai tanpa adanya latihan yang bertahap, bertingkat dan berlanjut. Sehingga hal ini menjadi bagian dari program Satuan yang diaplikasikan dalam bentuk pembinaan prajurit di bidang latihan.

Dalam rangka mengasah kemampuan menembak prajuritnya, Kodim 1604/Kupang menggelar Latihan Menembak Senjata Ringan (Latbakjatri) Triwulan III tahun 2020. Kegiatan latihan menembak senjata ringan dilaksanakan di Lapang Tembak Camplong I, Jl. Timor Raya Km. 41 Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Kamis (17-09-2020).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh prajurit Kodim 1604/Kupang baik Perwira, Bintara maupun Tamtama. Sedangkan untuk waktu pelaksanaanya selama 3 hari, yaitu dari tanggal 15 s.d 17 September 2020.

Plh. Pasiops Kodim 1604/Kupang Mayor Inf Harjito, S.Pd, yang ditunjuk sebagai Komandan Latihan dalam kegiatan ini menegaskan kepada para peserta, bahwa latihan menembak memang sudah rutin dilaksanakan, namun demikian jangan menganggap remeh kegiatan, yang justru dapat berpotensi menyebabkan terjadinya korban latihan.

“Perhatikan faktor keamanan, karena itu adalah prioritas yang utama, untuk itu saya tekankan kepada seluruh peserta dan juga para pendukung latihan, ikuti mekanisme dan pedomani prosedur yang ada. Selama pelaksanaan menembak tidak ada prajurit yang bertindak sendiri, melainkan atas instruksi dan arahan dari personel yang sudah ditunjuk oleh Koordinator, ” tegasnya.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari ini, latihan menembak prajurit Kodim 1604/Kupang tetap bisa dijalankan dengan baik guna meningkatkan profesionalisme.

“Semua prajurit diharapkan bisa mempunyai kesamaan sikap, visi misi dan tindakan di lapangan dalam rangka mendukung tugas pokok. Yakni menjaga stabilitas keamanan di wilayah tanggung jawabnya sesuai tugas pokoknya masing-masing,” tambahnya

Dalam kegiatan ini pelaksanaannya berbeda dengan tahun lalu, pada tahun ini dibawah pandemi covid-19, pelaksanaannya harus mematuhi protokol kesehatan yakni antara lain mulai pengecekan suhu tubuh dengan menggunakan Thermo Gun, memakai masker dan tentunya cuci tangan sebelum dan sesudah melaksanakan Latbakjatri. Jumlah pesertapun juga dibatasi sehingga dibagi pergelombang dalam pelaksananaannya, hal ini tentunya merupakan salah satu peraturan protokol kesehatan yang harus dijalankan selama pandemi covid-19,” tutur Danlat.

Kegiatan menembak ini untuk Bintara dan Tamtama menggunakan senjata laras panjang dilaksanakan dengan menggunakan sikap tiarap. Sedangkan jarak yang diambil adalah 100 m dengan tiga butir peluru sebagai koreksi dan 10 butir sebagai penilaian.

Sedangkan untuk Perwira dan indek pemegang pistol seperti Intel, Juru bayar dan Provost menggunakan senjata laras pendek atau pistol FN-46. Mengambil jarak 25 m dengan sikap berdiri dan menggunakan tiga butir peluru sebagai koreksi dan 10 butir sebagai penilaian.

Lebih lanjut Mayor Inf Harjito, S.Pd, mengatakan, latihan menembak senjata ringan memang sudah mejadi program di seluruh satuan TNI AD khususnya jajaran Korem 161/Wira Sakti khususnya Kodim 1604/Kupang.

“Hal ini dilakukan untuk menjaga kemampuan menembak prajurit kita agar memenuhi standar nilai yang diharapkan satuan, dengan latihan yang terprogram tentunya akan semakin mengasah kemampuan menembak para prajurit. Harapanya dengan latihan menembak ini maka prajurit semakin mahir dalam menembak,” kata Danlat.

“Latihan menembak senjata ringan dalam hal ini laras Panjang dan Pistol merupakan salah satu upaya pembinaan personil dalam kemahiran menembak. Melalui latihan yang dilaksanakan rutin setiap triwulan sekali diharapkan dapat membina dan meningkatkan kemampuan seluruh Prajurit Kodim 1604/Kupang dalam menembak,” pungkasnya. (Pendim1604/Kupang)