Pemda Manggarai Alokasikan Dana 7 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Tal-Ulungali-Golo Cala, Masyarakat Senang

Daerah

Ruteng, SorotNTT.Com-Pembangunan jalan jalur Tal-Ulungali-Golo Cala, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur sudah dimulai.

Pemerintah Kabupaten Manggarai telah menganggarkan dana sebesar Rp. 7.202.095.000.00 untuk pembangunan jalan hotmix tersebut.

Sumber dana pembangunan jalan ini dari Dana Alokasi Khusus(DAK) tahun 2021, Dan sebagai Kontraktor Pelaksana PT.Menara Armada Pratama, Serta Konsultan Pengawas PT. Kencana Adya Daniswara.

Adapun nomor kontrak pekerjaan tersebut, PUPR.600.762/330/JLN DAK-BM/V/2021, Tanggal 25 Mei 2021. Waktu pelaksanaan 150 hari kerja.

Kepada Media ini, Selasa 9 November 2021, Dominikus Tambi, Warga Desa Pongkor menyampaikan ucapan trimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai, Karena telah membangun jalan ini.

BACA JUGA:  Teno Luwuk: Kami Bingung Dengan Kehadiran Orang Yang Tidak Berkepentingan Bersama Tim Geologi

Kalau menurut informasi jalan ini kedepanya akan terus dibangun, karena ini jalur Pariwisata menuju Nanga Woja dan Wae Rebo.

Kami sebagai masyarakat tentunya terus mendukung langkah pemerintah dengan harapan ditahun mendatang akan terus ditingkatkan.

Simon Pagu, Warga Dusun Ulungali, Desa Pongkor,  juga menyampaikan rasa bangga atas pembangunan jalan hotmix ini.

Tentu kita berterimakasih kepada Pemda Manggarai dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang(PUPR) atas pembangunan jalan ini.

Harapanya agar pekerjaan ini berkualitas baik, sehingga bisa lama di manfaatkan oleh masyarakat, tentu sepenuhnya soal teknis kita serahkan kepada pihak Pelaksana dalam hal ini PT.Menara Armada Pratama.

BACA JUGA:  Pengecekan Harga dan Ketersediaan Obat di beberapa Apotek di Ruteng, Ini Yang Ditemukan

Terpisah Pejabat Pembuat Komitmen(PPK) dari Dinas PUPR Kabupaten Manggarai, Stefanus Kanjong, S.T. menjelaska bahwa pekerjaan tersebut diadendum, sehingga batas waktu pelaksanaan menjadi tanggal 3 Desember 2021, yang seharusnya tanggal 3 November 2021.

Lebih lanjut dijelaskan, akibat adanya adendum ini, pagu anggaran juga berubah menjadi Rp.7.500.000.000.00 dari pagu sebelumnya Rp. 7.202.095.000.00

Sedangkan untuk kemajuan fisik sampai dengan tanggal 11 November 2021 itu sudah mencapai progres 54,33%, tutup Stefanus.