Pemda Matim Lakukan Sosialisasi Pelatihan Bagi THL yang Dirumahkan Tahun 2021

Daerah Flores

Borong, SorotNTT.Com-Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur (Matim), melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Nakertrans) Matim, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Matim dan Dinas Sosial Matim mengadakan pada hari Senin (01/03/2021) mengadakan sosialisasi terkait pelatihan tenaga kerja bagi Tenaga Harian Lepas (THL) yang dirumahkan pada awal tahun 2021 bertempat di aula Sekda Matim.

Hadir dalam kegiatan ini, Sekda Matim Ir. Boni Hasudungan Siregar, Kadis Nakertrans Matim Alfridus Jahang, Kadis Koperindag Matim Fransiskus Petrus Sinta, Sekretaris Dinas Sosial Sarjudin dan THL lingkup Pemda Matim yang dirumahkan pada awal tahun 2021.

Sekda Matim Ir. Boni Hasudungan Siregar atas nama Pemda menyampaikan permohonan maaf kepada 333 THL yang dirumahkan dan menyampaikan bahwa sosialisasi dan pelaksanaan pelatihan yang akan diselenggarakan merupakan bentuk perhatian dan tanggung jawab Pemda. Disampaikan juga bahwa Pemda telah menyediakan modal usaha sebesar Rp15.000.000; untuk masing-masing orang dan diharapkan uang ini dapat digunakan untuk mengembangkan usaha sesuai minat masing-masing.

Dalam kesempatan yang sama Kadis Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Matim Fransiskus Petrus Sinta menjelaskan bahwa modal usaha yang disiapkan oleh Pemda Matim bersumber dari APBD II yang akan dicairkan serentak melalui mekanisme pencairan yang telah ditentukan.
Sebelumnya telah dilakukan pendataan melalui OPD masing-masing terkait jenis usaha yang akan dikembangkan dan pelatihan yang ingin diikuti oleh masing-masing, berdasarkan data tersebut kemudian Dinas Nakertrans bersama Dinas Koperasi dan UKM memfasilitasi pelaksanaan pelatihan dan menerbitkan sertifikat sebagai bukti telah melaksanakan pelatihan.
Jenis pelatihan yang disiapkan berdasarkan hasil pendataan adalah pertanian, peternakan, perikanan, bengkel las dan kuliner. Pelatihan bidang pertanian, peternakan, perikanan dan bengkel las akan dilaksanakan dalam waktu dekat di Seminari Pius XII Kisol yang memiliki kompetensi untuk melaksanakan dan mengeluarkan sertifikat pelatihan; sedangkan untuk pelatihan kuliner akan dilaksanakan setelahnya.

Kadis Nakertrans Matim Alfridus Jahang menekankan bahwa pelaksanaan pelatihan sebagai salah satu syarat pencairan dana untuk THL yang dirumahkan ditargetkan selesai pada bulan Maret sehinga paling lambat bulan April semua peserta telah mendapatkan modal usaha.
Adapun syarat modal usaha selain sertifikat pelatihan adalah membuat gambaran singkat terkait usaha yang akan dijalankan, KTP dan melampirkan nomor rekening.

Dalam paparannya Sekretaris Dianas Sosial Matim, Sarjudin menyampaikan bahwa ke-333 THL Matim yang dirumahkan juga akan mendapatkan Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA) berupa BPJS Kesehatan yang pembayarannya ditanggung Pemda Kab. Manggarai Timur melalui Dinas Sosial. Sebagai syarat untuk mendapatkan BPJS Kesehatan ini adalalah pelaku usaha adalah warga Manggarai Timur yang dibuktikan dengan KTP dan Kartu Keluarga, selain warga Manggarai Timur tidak dapat memperoleh Jamkesda dimaksud.

Kegiatan ini dibagi dalam dua sesi, sesi pertama untuk 120 peserta dan sesi kedua dilaksanakan untuk 113 peserta, hal ini terkait dengan penerapan protokol kesehatan dalam rangka mencegah penularan virus corana