Pemda Sumba Tengah Gelar Tanam Padi di Lokasi Food Estate

Sumba Tengah,Sorotntt.com– Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumba Tengah menggelar kegiatan Gerakan Tanam Serempak di lokasi Food Estate seluas 4 ha yang berada di Desa Wairasa, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat. Kamis, 17/12/2021.

Selain di Desa Wirasa kegiatan tersebut juga dilaksanakan secara hybrid pada 2 lokasi Food Estate lainnya yaitu di Desa Makatakeri, Kecamatan Katiku Tana dan Desa Malinjak, Kecamatan Katiku Tana Selatan masing-masing pada lahan seluas 15 ha.

Kegiatan tersebut didukung oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang pada kesempatan tersebut hadir dan diikuti secara daring oleh Dirjen Tanaman Pangan Dr. Ir. Suwandi, M.Si sekaligus membuka secara resmi pelaksanaan kegiatan gerakan tanam serempak di lokasi food estate Sumba Tengah.

Dirjen Tanaman Pangan Dr. Ir. Suwandi mengapresiasi kepada Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Sumba Tengah yang begitu antusias menyambut program food estate ini dan sudah melaksanakannya sejak dimulai pada tahun 2020 lalu dan hal ini telah membawa dampak yang signifikan bagi para petani Sumba Tengah dengan adanya peningkatan produktivitas yang berimbas pada peningkatan kesejahteraan.

“Saya minta agar kedepan jangan hanya berfokus pada peningkatan hasil produksi saja tetapi bagaimana mengejar dan mengaplikasikan indeks pertanaman dari 2 kali setahun menjadi 3 kali bahkan bisa 4 kali, karena itu lahan sawah maupun lahan padi yang sudah ada agar terus diperluas lagi cakupannya.”pintanya.

Dirinya pun mengetahui dan mendengar bahwa, Pimpinan Daerah dan jajaran bersama penyuluh pertanian dan para petani saling bersinergi dan bergotong-royong melakukan pengolahan lahan tidak saja pada siang hari akan tetapi pada malam hari demi mengejar target waktu tanam. Ia pun memuji dan berharap hal tersebut terus dilaksanakan dan dipertahakan serta ditingkatkan agar dapat menjadi motivasi bagi seluruh petani lainnya yang ada di Sumba Tengah.

“Food estate telah membawa perubahan perilaku dan pola tanam para petani Sumba Tengah tinggal bagaimana petani tersebut diperkenalkan cara penggunaan dan pemanfaatan teknologi pertanian secara baik dan benar.” Tutup Suwandi.

Dalam kesempatan itu ,Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumba Tengah, Umbu K. Pari, S.TP mengatakan, Food Estate Sumba Tengah pada tahun 2020 seluas 5.000 ha telah dilaksanakan, pada tahun 2021 ini diperluas menjadi 10.000 ha,

“Di tahun 2022 direncanakan seluas 15.000 dan pada tahun 2023 menjadi 20.000 ha serta akan diperpanjang hingga tahun 2024 dimana target yang diusulkan pada tahun 2024 nanti menjadi 35.000 ha.” Ujar Umbu.

Sementara itu Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus S. K. Limu menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertanian Republik Indonesia bersama jajarannya yang telah menghadirkan dan memprogramkan Food Estate di Kabupaten Sumba Tengah sejak tahun 2020 lalu yang dimulai pada lahan seluas 5.000 ha.

“Terima kasih yang tulus kepada Bapak Presiden Jokowi dan Bapak Menteri Pertanian yang telah menghadirkan dan memprogramkan Food Estate di Sumba Tengah, kehadiran food estate di Kabupaten ini berangkat dari angka kemiskinan yang tinggi yaitu 34 persen, food estate juga telah merubah peradaban pertanian para petani di Sumba Tengah sejak jaman nenek moyang hingga sekarang mulai dari pengolahan lahan hingga pasca panen disertai adanya peningkatan hasil produktivitas padi yang dirasakan sebelum ada food estate,” ucapnya.

Senada dengan penyampaian Dirjen Tanaman Pangan terkait metode pengolahan lahan siang dan malam, Bupati Paulus mengatakan bahwa proses pengolahan lahan yang dilakukan siang dan malam menggunakan Alsintan TR 4 sebanyak 30 unit tersebut dilakukan untuk mencapai target 80 % pada bulan desember sebelum dilakukan penanaman padi.

“Tidak saja olah lahan siang dan malam, namun dalam pengolahan lahan tersebut kami gunakan pola pendekatan lahan bukan pendekatan perorangan, sehingga siapapun yang punya lahan baik lahan besar dan lahan kecil kami olah. Hal ini kami lakukan guna mencegah persepsi buruk di tengah masyarakat terkait pengolahan lahan.” Jelas Bupati Paulus.

Puncak acara dilakukan gerakan penanaman secara serempak yang diikuti oleh Bupati Sumba Tengah, Sekretaris Daerah, Perwakilan Dirjen Tanaman Pangan, Perwakilan Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas, Direktur Serelia Tanaman Pangan, Kepala Kejaksaan Negeri Sumba Barat, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Pabung Kodim 1613 Sumba Barat, Kapolsek Katiku Tana, Danramil 1613-03 Katiku Tana, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumba Tengah, Camat Umbu Ratu Nggay Barat, Kepala Desa Wairasa, Ketua Gapoktan Bersama dan perwakilan Penyuluh Pertanian dan diakhiri dengan demontrasi pengoperasian dan penggunaan Alsintan yaitu Traktor Roda 4 pada lokasi yang sama.

Sumber : Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Sumba Tengah

BACA JUGA:  Sekda Sumba Tengah Membuka Kegiatan BIMTEK Pengolahan Telur Asin