Yosep Marto Kadis PUPR Kabupaten Manggarai Timur

Pemkab Matim Alokasikan 6 Miliar Lebih Bangun Jalan Lapen di Elar Selatan

Daerah Flores

Borong, SorotNTT.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Pemkab Matim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan mengalokasikan anggaran senilai 6 miliar lebih untuk membangun jalan jenis lapisan penetrasi (lapen) di Kecamatan Elar Selatan.

Dari akumulasi besarnya pagu anggaran tersebut rencananya akan memperbaiki peningkatan ruas jalan yang menghubungkan Mamba-Kejek-Lengor-Simpang Lima, kemudian peningkatan jalan Kigit-Lewurla-Sangan Kalo. Selain itu, peningkatan ruas jalan Mukun-Koit-Watu – Nio. Juga peningkatan ruas jalan Sopang Rajong-Lete, dengan total panjang ruas jalan 10 kilometer. Sementara pagu anggaran untuk membiayai sejumlah proyek tersebut senilai 6 miliar lebih.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai Timur, Yosep Marto saat ditemui SorotNTT.com di ruang kerjanya pada Senin (18/3/2019) siang menjelaskan, tahun ini ada pekerjaan jalan lapen di Kecamatan Elar Selatan.

“Peningkatan ruas jalan Mamba-Kejek-Lengor-Simpang Lima dengan pagu anggaran senilai Rp 2.444.300.000, sedangkan peningkatan ruas jalan Kigit-Lewurla-Sangan Kalo dengan pagu anggaran senilai Rp 1.222.400.000. Itu akan dikerjakan tahun ini,” jelas Marto.

Tak hanya itu, peningkatan ruas jalan Mukun-Koit-Watu-Nio dengan pagu anggaran senilai Rp 1.833.600.000 serta peningkatan ruas jalan Sopang Rajong-Lete dengan pagu anggaran senilai Rp 628.000.000 yang menghubungkan wilayah Kota Komba dan Elar Selatan siap dikerjakan tahun ini.

“Sejumlah item pekerjaan tersebut dengan total pagu anggaran 6 Miliar lebih bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU),” paparnya.

Yosep Marto menambahkan, untuk tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur juga mengalokasikan anggaran peningkatan ruas jalan di setiap kecamatan.

“Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur mengalokasikan anggaran peningkatan ruas jalan di setiap kecamatan tiap tahun mendapatkan porsi hanya 10 kilometer,” tutupnya.

Laporan: Ferdinandus Lalong