Pengelolaan Dana Desa Satar Punda Barat Sejak Tahun 2017-2021 Diduga Menyimpang

BORONG, SOROTNTT.COM,- Pengelolaan Dana Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, mendapat sorotan dari dari Ketua LSM Lembaga Advokasi Demokrasi dan Investigasi Kebijakan Umum (LADIKUM) Salesius Kantur.

Kepada media ini, Senin 27 September 2022, Salesius Kantur menyampaikan beberapa poin  yang menjadi sorotan pengelolaan Dana Desa(DD) Satar Punda Barat, yang diduga menyimpang tersebut.

“Kami telah lakukan investigasi beberapa waktu lalu, serta mendapat masukan dari berbagai masyarakat Desa Satar Punda. Beberapa data yang berhasil kita himpun dan diduga mengandung unsur penyimpangan menjadi catatan kami untuk kemudian diharapkan bisa menjadi rujukan dari aparat penegak hukum untuk mengambil langkah hukum kedepanya,” Ungkap Salesius Kantur 

Adapun beberapa catatan kritis kyang menjadi unsur dugaan penyimpangan pengelolaan Dana Desa Satar Punda Barat adalah. :

BACA JUGA:  Inilah Beberapa Agenda Kunjungan Presiden Jokowi di Labuan Bajo

1. Pada Tahun 2017 ada 2 Item kegiatan diantaranya :

– Pengerjaan Aspal jalan Gongger-Raba diduga Volumenya tidak sesuai RAB, pagunya tidak tau.

– Pembangunan rumah tidak layak huni, Belum sepenuhnya selesai, juga diragukan jumlahnya apa sesuai dengan RAB, Pagunya tidak tau.

2. Tahun 2018 ada 3 item kegiatan diantaranya :

-Aspal jalan sepanjang, pagu tidak tau, diduga volume tidak sesuai RAB.

-Pengerjasn jalan telfor ke Jongkoe T/A 2018/2019, pagunya tidak diketahui dan voleme diduga tidak sesuai RAB.

– Pembangunan rumah tidak layak huni, diduga belum dikerjakan sampai tuntas dan ada manipulasi bahan yang diterima warga.

3. Tahun 2019 ada 4 item kegiatan diantaranya :

-Penggusuran jalan dari Hedok menuju Desa Liang Deruk, Mubazir, pagu tidak tau, serta Volume jalan juga tidak tau.

BACA JUGA:  Deno Kamelus dan Victor Madur Kembali Aktif Menjalankan Tugas Sebagai Bupati serta Wakil Bupati Manggarai, Tugas Pjs Bupati Selesai

– Pengelolaan Dana BUMDES, tidak jelas.

– Pembangunan rumah tidak layak huni, diduga tidak sesuai RAB.

– Pembangunan pipa air minum di gongger dinilai mubazir.

-Pembelian mobil bekas senilai ratusan  juta dan diduga ada permainan harga, sekarang mobil tersebut diduga telah dijual kepada pihak ketiga.

4. Tahun 2020 :

– Pembangunan kantor Desa T/A 2020/2021, pagu dana tidak diketahui, serta pengerjaanya diduga tidak sesuai RAB.

– Pembangunan rumah tidak latak huni, diduga tidak sesuai RAB.

5. Tahun 2021: 

-Pembangunan rumah tidak layak huni, diduga tidak sesuai RAB.

Salestinus pun menuturkan bahwa berdasarkan temuan-temuan tersebut diatas Lembaga LADIKUM sangat mengharapkan langkah cepat dari aparat penegak hukum untuk bisa melihat persoalan ini, sehingga bisa menciptakan rasa keadilan ditengah masyarakat desa Satar Punda Barat.

BACA JUGA:  Hakim Tipikor Bebaskan Terdakwa Dana Desa di Kabupaten Kupang

Terpisah media ini telah berusaha melakukan konfirmasi kepada Kades Satar Punda Barat, Namun yang bersangkutan belum memberi tanggapanya.