Pengerjaan Proyek Dinas P&K NTT di SMAN 2 Cibal Diduga Menyimpang

Ruteng,SorotNTT.Com-Pembangunan proyek dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur(NTT) di SMAN 2 Cibal Barat, Kabupaten Manggarai diduga banyak terjadi penyimpangan.

Informasi yang didapat dari sumber yang terpercaya kepada media ini menyampaikan bahwa benar telah terjadi penyimpangan pada pengerjaan proyek di SMAN 2 Cibal Barat ini.

Dugaan penyimpangan yang ada berupa, pengerjaan gedung yang belum di plester, lantai dan dinding dibeberapa gedung sudah retak, Plafon juga ada yang sudah rusak serta pemasangan kramik yang tidak tuntas.

Sumber terpercaya tersebut juga menyebutkan, sangat diragukan kualitas bata serta kayu yang digunakan dan ada pengurangan volume pada beberapa bagian gedung, karena pengerjaanya terburu-buru dan minim pengawasan.

BACA JUGA:  Kasek SMK Mutiara Bangsa Mengeluarkan Anak Dari Sekolah di Tengah Pandemi Covid-19

Disebutkan pula, Diduga material pasir yang digunakan pada proyek tersebut sangat diragukan, karena tidak mengambil material di sumber yang telah ditentukan pemerintah, sehingga mempengaruhi kualitas pada pekerjaan tersebut.

Pembangunan gedung-gedung tersebut menelan anggaran Rp.3.343.771.000.00 yang dikerjakan olek Kontraktor Pelaksana CV. Wae Dalit Indah, Konsultanya Pengawasnya CV. Saba Konsultant, dan Konsultan Perencana PT. Konindo Panorama Konsultant.

Dana miliaran tersebut diperuntukan untuk pembangunan gedung di SMAN 2 Cibal Barat, Kecamatan Cibal dan sebagianya di SMAN 2 Rahong Utara, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai.

Kejanggalan lain yang ditemukan bahwa pekerjaan tersebut sudah melewati tanggal kontrak yaitu 13 Desember 2021, sementara dilapangan sampai bulan maret masih ada aktivitas pekerjaan.

BACA JUGA:  Sudah 24 Orang Dalam Pemantauan Virus Corona di NTT

Yang paling mengherankan juga ada perbedaan nilai pagu anggaran pada proyek ini, dari data LPSE NTT pagunya Rp.3.613.207.959.92 sedangkan yang dicantumkan di papan proyek Rp.3.343.771.000.00

Banyak kejanggalan dari pengerjaan proyek tersebut, dan kita mengharapkan pihak aparat penegak hukum untuk mengusut pekerjaan proyek tersebut.

Uang miliaran milik rakyat NTT jangan digunakan asal-asalan, tetapi harus benar-benar digunakan dengan baik.

Media ini sudah meminta tanggapan PPK dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT serta Pihak Konsultan Pengawas, Serta Kontraktor pelaksans, Namun semuanya belum memberi tanggapanya.