Pengerjaan Saluran Irigasi di Lingko Raci Koe Resem Asal Jadi, Petani Kecewa

Daerah

Ruteng, SorotNTT.Com-Pengerjaan Saluran Irigasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat(PUPR), dalam wilayah kerja Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan SDA, di Lingko Raci Koe Resem, Kelurahan Tadong, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, asal jadi.

Pantauan media ini dilokasi, Selasa 20 Juli 2021 terlihat terjadi kerusakan cukup parah di beberapa bagian pada saluran irigasi yang tersebut. 

Pengerjaan program percepatan peningkatan tata guna irigasi (P3-TGAI) tahun 2020 tersebut, diduga dikerjakan asal jadi.

Yan Romos ketua kelompok tani Raci Makmur Sejahtera Resem, kepada media ini menyampaikan rasa kesalnya atas kualitas pengerjaan irigasi yang sangat buruk ini.

Pada tahun 2020, saat pengerjaan proyek ini, hanya bertahan sekitar satu bulan saja, begitu air mengalir irigasi ini langsung rusak. Diduga karena kualitas pengerjaan yang buruk, tutur Yan.

Kami mengharapkan kepedulian pemerintah untuk memantau setiap pekerjaan yang ada, sehingga hasilnya baik, jangan seperti proyek ini.

Sampai saat ini pekerjaan tersebut dibiarkan begitu saja, tanpa ada perbaikan, kita sebagai petani bingung mau mengadu kemana, karena proses pengerjaan proyek ini sangat tertutup.

Kita tidak tahu siap petugas yang bertanggung jawab, sehingga begitu ada kerusakan, dibiarkan begitu saja, tanpa ada solusinya.

Apalagi dilokasi tidak dipasang papan proyek, sehingga kita tidak tau jumlah dana yang digunakan berapa dan siapa yang bertanggung jawab.

Semoga kita bisa mendapatkan jawanan atas masalah yang ada akibat kerusakan ini, sehingga bisa memperbaiki saluran yang rusak ini, tutup Yan.

Sebastianus Sarong, salah satu petani yang memiliki sawah di lokasi tersebut, sangat menyesal atas pengerjaan proyek tersebut.

Kita bingung dengan cara kerja yang merugikan kami petani ini, dan kesanya sangat tertutup.

Kami mengharapkan agar pihak terkait mengusut keberadaan proyek ini, sehingga tidak terulang lagi cara kerja yang tidak berkualitas seperti ini, tegas Sarong.

Dari tugu yang dipasang dilokasi dicantumkan pelaksana dalam pengerjaan proyek ini adalah P3A Resem, yang sampai sekarang belum diketahui persis keberadaanya.