Pengerukan Pasir Yang dilakukan PT.Menara Armada Pratama di Ngorang Sangat Membantu Warga

Daerah

Ruteng, SorotNTT.Com-Beberapa waktu lalu PT. Menara Armada Pratama(PT.MAP) telah melakukan pengerukan sekaligus pengambilan material pasir di Kampung Nggorang, Desa Bajak, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Diketahui pengerukan dan pengambilan material pasir dan batu tersebut terjadi tepat di lokasi izin milik 7(tujuh) Putra Bajak.

Kepada media ini, Kamis 25 November 2021 warga Kampung Nggorang bernama Dio dan beberapa orang warga lainya ketika dimintai pendapatnya menyampaikan bahwa mereka merasa bersyukur dengan upaya pengerukan dan pengambilan material tersebut oleh PT. Menara Armada Pratama (MAP).

Ketika itu kami meminta PT. Menara Armada Pratama (MAP) untuk melakukan pengerukan dan pengambilan material di dalam sungai tempat kami selama ini mengambil material pasir.

PT. MAP tidak melakukan pengerukan dan pengambilan material di luar yang dikelola warga, sehingga kami merasa terbantu sampai saat ini, jelas warga.

Warga tetap melakukan pengambilan material di luar badan sungai Wae Pesi ini.,Kalau terlihat ada bekas lubang, itu adalah bekas galian warga bukan dibuat oleh PT. MAP.

BACA JUGA:  Pastikan Stok Pangan di Masa Pandemi, Ketua PKK dan Dinas KPP Matim Mengunjungi KWT Sama Rasa di Kisol

Warga sama sekali tidak terganggu dengan kehadiran PT. MAP ketika itu dan sampai sekarang kami merasakan manfaat dari pengerukan dan pengambilan material oleh PT. MAP saat itu.

Keuntungan yang lebih besar yang kami dapat bahwa kalau musim banjir air tidak lagi mengalir menuju kearah kampung Nggorang.

Selama ini air sering mengalir kearah pemukiman warga yaitu kampung Nggorang ini dan kami sebagai warga yang mendiami kampung ini merasa terancam.

Hal itu terjadi karena air tidak bisa mengalir normal di sungai ini akibat terhambat oleh material lumpur, pasir dan batu yang menumpuk.

Setiap ada banjir pasti material lumpur, pasir dan batu selalu menumpuk di badan sungai Wae Pesi lebih khusus di dekat pemukiman kami di Kampung Nggorang dan sekitarnya ini.

Yang kita bicarakan fakta yang terjadi dan semua orang bisa menyaksikanya setiap hari dan ini terbuka ada didepan mata semua orang.

BACA JUGA:  Tim Relawan Desa Golo Linus dan UPTD Puskesmas Wukir Semprot Desinfektan di Tempat Umum dan Rumah Warga

Kami warga Nggorang juga meminta kepada pemerintah untuk membantu kami melakkan pengerukan dibadan sungai yang ada agar aliran sungai ini berjalan normal sehingga tidak mengganggu pemukiman kami kedepan.

Dulu air tidak mengarah ke arah Kampung Nggorang ini, tetapi beberapa tahun terakir setiap kali banjir, air itu mengalir kearah Kampung akibat tertahan tumpukan material yang terus menumpuk, sehingga membelokkan aliran air tersebut.

Kita akan terus mencari solusi kepada pihak yang pedulih kedepan untuk membantu kami warga Nggorang untuk melakukan pengerukan material dibadan sungai Wae Pesi ini, karena kami memiliki keterbatasan untuk mendatangkan alat berat, tutur mereka.

Dio dan teman-temanya pula menyampaikan bahwa semoga usaha Warga Kampung Nggorang untuk memperpanjang izin pengalian pasir ini dapat secepatnya terealisasi.

Selama ini warga terus berkomunikasi dengan pihak Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Nusa Tenggara Timur, namun mendapati jawaban saat ini yang urus pusat dan kita menunggu saja.

BACA JUGA:  Pemkab Manggarai Memberi Hadiah Kepada Marko Karena Juara Kempo di Turki

Sementara faktanya warga kampung Nggorang pernah mengurus izin ke Dinas ESDM NTT, dan berhasil mendapat izin Eksplorasi.

Kita menginginkan semua berjalan sesuai aturan yang berlaku sehingga kedepan tidak lagi terjadi kendala.