Pengorbanan Seorang Ibu untuk Anaknya

(Mengejar materi memang perlu, tetapi jangan sampai mengabaikan keberadaan keluarga, manfaatkanlah waktu luang bersama mereka)

*

Sosok seperti ibu, adalah sosok sangat penting bagi kehidupan kita. Berkat ibulah kita bisa ada di dunia ini, dan menjadi sosok yang kuat seperti saat ini. Ibu, adalah manusia pertama yang kita lihat ketika baru pertama kali datang ke dunia. Apalagi dia yang rela mengalami masa-masa sulit saat mengandung kita selama sembilan  bulan dan mempertaruhkan nyawanya ketika kita dilahirkan.

Begitu besar pengorbanan Ibu untuk anaknya. Jiwa raga dipertaruhkan, mulai dari anak itu masih berupa janin hingga menyerupai manusia dalam kandungan. Betapa sengsaranya seorang Ibu selama Sembilan bulan lamanya terbebani sosok yang menyerupai manusia dirahimnya. Namun, keiklasan yang dimiliki Ibu mampu mengubah beban yang begitu berat menjadi seringan kapas.

Seorang Ibu, tidak pernah mengeluh dan tidak pernah merasa nyenyak disetiap posisi tidurnya. Terpenting dalam diri seorang Ibu adalah, bagaimana anak yang dikandungnya merasa senyaman mungkin. Puji Tuhan, entah seberapa kekuatan seorang Ibu ketika dianugrahi anak yang dikandung. Setiap hari setiap saat, dalam hati maupun mulut seorang Ibu tak pernah lepas mendoakan sibuah hatinya. Agar kelak, si buah hatinya jadi anak yang baik. Doa, dan terus berdoa tidak pernah lepas diucap oleh Ibu.

Ketika anak ingin berpindah ke dunia baru, yakni dari dunia rahim ke dunia nyata, seorang Ibu merasakan sakit yang luar biasa saat melahirkan. Hanya hidup dan mati yang jadi pilihan terakhirnya. Ketika anak berhasil didunia nyata, kebahagiaan tidak terhingga bagi seorang Ibu mendengar suara pertama anaknya. Letih, lesu, senyum, bahagia, dan tangis melebur disatu raut muka seorang Ibu saat melihat anaknya lahir sehat.

Tidak selesai sampai disitu, seorang Ibu masih memiliki tanggungan untuk membesarkan sibuah hatinya. Seorang Ibu masih sibuk mengurusi masa-masa bayi anaknya. Ibu harus menyusui ketika anak sedang lapar dan haus. Ibu harus menimang ketika anak sedang menangis. Dan Ibu selalu menjadi penghibur setia anaknya setiap saat. Begitu besar kasih sayang seorang Ibu kepada anaknya.

BACA JUGA:  Nara dan Wela

Jika ditanya, siapakah orang yang paling ingin kita bahagiakan?, pastilah sebagian besar akan menjawab, Ibu. Kita tidak bisa memungkiri, ibu merupakan sosok yang memiliki peran penting di dalam hidup kita, mulai dari masa kecil hingga beranjak dewasa seperti sekarang ini. Banyak momen yang sudah dilewati, yang membuat sosok seorang Ibu  menjadi berharga di mata kita, sebagai anak tercinta mereka.

Ibu merupakan sosok yang paling mengetahui diri sang anak, luar dan dalam. Mulai dari makanan kesukaan, sifat, hingga kebiasaan konyol yang mungkin sering kita lakukan saat berada di rumah. Ibu sangat mengenalnya. Di hadapan mereka, kita bisa menjadi diri sendiri dan merasa diterima.

Ibu selalu mengerti apa yang kita inginkan, dan apa yang kita butuhkan. Di mulai dari hal-hal yang sederhana, ibu tak pernah berhenti untuk menunjukkan perhatiannya pada kita. Maka dari itu, tak ada ibu yang ingin merepotkan anaknya. Itulah sebabnya, jarang sekali kita dengar ibu meminta sesuatu pada kita.

Ketika kita balita, ibu adalah satu-satunya panutan untuk kita. Mereka yang memberikan kita kasih sayang dan cinta yang tulus, dia juga dengan sabar menuntun kita dari mulai belajar merangkak, berjalan, hingga dapat berlari dengan kencang. Ibu pun rela bangun tengah malam bahkan tidak tidur sama sekali demi menenangkan anaknya yang menangis sepanjang malam.

Di saat kita mulai beranjak remaja pasti sudah banyak kebutuhan kita yang harus dipenuhi. Maka orang tua mulai bekerja keras demi memenuhi semua yang kita inginkan. Kita bahkan tidak peduli seberapa berat beban tanggung jawab mereka mencari uang, kita hanya bisa menuntut, agar apa yang kita butuhkan lekas terpenuhi.

BACA JUGA:  L.D.R

Karena, bahagia kita adalah kesenangan mereka. Luka kita adalah kesedihan mereka.

Mungkin, ibu tak selalu menunjukkannya. Namun sebenarnya, dia turut merasakan apa yang kita rasakan. Dia orang yang paling bahagia saat kita sedang senang. Namun, dia  juga orang yang paling tersiksa melihat jika melihat kita bersedih.

Jadi, jangan pernah merasa sendiri di dunia ini, karena orang tua selalu ada di sisi kita. Bisa dibilang, begitu banyak hal yang telah mereka berikan.

Karena Ketika kita mengalami sebuah masalah dan cobaan hidup, kadang orang yang menjadi tempat kita mengeluh adalah ibu.  Mereka yang dengan sabar mendengarkan semua keluhan kita dan berusaha menemani kita dan tetap berada di samping kita di saat kita bahagia, sedih maupun susah. Apabila bukan karena kebaikan serta ketulusan mereka, maka mungkin kita tak akan bisa sampai di titik seperti sekarang ini.

Berkat ibu, sekarang kita sudah punya begitu banyak pengalaman baru yang indah dan sekarang kita memiliki banyak hal yang menarik dalam keseharian kita di perantauan. Perasaan yang begitu senang merasa sudah terlepas dari penyakit kebodohan yang kita derita semasa kecil.

“Saya pribadi merasa senang dan bangga kepada ibu maupun ayah kami, yang telah bersusah paya mencari nafkah untuk kami anak-anaknya”

Keberhasilan kita dalam meraih prestasi tidak jauh dari bekal ilmu dan didikan yang diberikan oleh kedua orang tua kita. Mereka akan ikut bangga jika bisa menjadikan anaknya sukses dan berhasil. Tidak salah jika mereka kita patut diapresiasi karena jasa mereka membetuk karakter kita.

(Saya ucapan terima kasih kepada kedua orang tua saya. Karena Orang tua saya dulu pernah mengungkapkan pentingnya peran orang tua bagi anak-anaknya, agar anak-anaknya bisa meraih kesuksesan atau mendorong anaknya untuk Sekolah)

Orang tua mengembangkan kemampuan anaknya supaya dapat berhubungan sosial baik dengan teman ataupun masyarakat. Faktor inilah yang membuat kita biasanya cepat beradaptasi dengan teman-teman dan masyarakat. (Kebetulan ibu saya dulu seru kalau diajak curhat, jadi serasa adik kakak).

BACA JUGA:  Bayangan Yang Hilang

Ibu mengatakan cara menangani anak dengan karakter yang berbeda menjadi tantangan sendiri bagi kami orang tua. “kami senang karena setiap anak-anak itu unik, kami merasa bahagia jika mendengar dan melihat kalian berhasil di jenjang. pendidikan” Ungkap mereka.

Di saat kita berjuang menuju tahap kesuksesan, kita suka lupa bahwa di saat yang sama orang tua juga sedang berjalan menuju masa tua. Tak terhitung banyaknya hari yang kita lewatkan tenggelam dalam dunia kita sendiri. Selagi kita bisa, cobalah menyediakan waktu untuk ibu maupun ayah kita. Dengarkan cerita mereka, dan berikanlah mereka perhatian.

Jika ada kesempatan ucapkan terima kasih kepada kedua orang tua yang telah mendidik kita. Sebab ucapan terima kasih tentu membuat orang merasa dihargai dan bisa menjadi motivasi bagi mereka untuk terus memberikan yang terbaik bagi kita.

Saya ucapkan terima kasih kepada Ibu dan Ayah yang sudah pernah dan selalu membimbing serta mendidik saya. Mereka sudah membekali saya dengan ilmu yang sangat bermanfaat untuk kehidupan saya. Sehingga saya menjadi seperti sekarang ini.

Sebagai penutup dari tulisan singkat ini, saya ada puisi untuk ibu.

IBU

Ibu…

Ijinkan kami menenteskan embun dimata ini

Ijinkan kami menggenggam ketabahanmu

Ijinkan kami memahami keihklasanmu

Ijinkan pula, kami menyesalai kesalahan dan kemalasan ini

Ibu…

Dengan lengan kecil ini, kami menuntut ilmu darimu

Dengan hati ini, kami memahami kata hingga menjadi bahasa sempurna

Kini kami baru mengerti arti ketulusanmu

Ketulusan yang tak terbayarkan dengan apapun itu

Ibu…

Tanpamu, kami bukanlah siapa-siapa

Tanpamu, Kami bukanlah apa-apa

Dihati kami, terukir indah namamu

Terima kasih Ibu.

Penulis: Rifand Apur