pengusaha jambu mete asal India terduga penipu petani NTT

Pengusaha Jambu Mete Asal India Diduga Menipu Petani NTT

Daerah Timor

Kupang, SorotNTT.com – Menurut Penasihat Hukum DC Commodity, Dr. Tommy Singh, SH,LL.M kepada wartawan mengatakan pengusaha jambu mete warga negara India diduga menipu dan merusak perekonomian petani jambu mete di NTT.

Tommy dengan rinci mengatakan Shreejit, warga negara India, bersama istri Emily Siberu, diduga menipu Ramachandran Dinesp, Direktur DC Commodity, perusahaan yang berbasis di Dubai, UEA, sebesar Rp 5 milyar.

“Penipuan dilakukan dengan cara menawarkan kacang mete berkualitas super dan memberitahukan kepada klien saya, bahwa ia memiliki gudang penampungan di beberapa kota seperti Larantuka, Lembata, Maumere dan Lombok,” kata Tommy.

Selain itu Shreejit juga mengatakan kepada Dineshp bahwa dirinya juga membina banyak petani jambu mete untuk menyuplai perusahaannya.

Untuk lebih meyakinkan Ramachandran, Shreejit menyiapkan kontrak kerja yang belakangan diketahui bukan lah perusahaan miliknya tapi milik Johannes Hamenda asal Surabaya.

Masih menurut Tommy, “Kronologis awalnya Shreejit mengenalkan Johannes sebagai clearing agent untuk mengirim jambu mete kepada saya, tapi belakangan ini Ia meminta agar uang pembelian dikirim melalui Johannes untuk mengelabui niat jahatnya. Padahal Johannes sudah menjelaskan kepada penyidik bahwa ia hanya diminta oleh tersangka Shreejit, warga India itu.”

Akibat dari perbuatannya, Shreejit juga telah menyeret istrinya menjadi tersangka karena menggunakan rekening istrinya untuk menampung hasil dugaan penipuan tersebut yang belakangan baru diketahui. Istrinya tidak mengetahui apa-apa dan hanya disuruh oleh suaminya, Shreejit.

Merasa telah ditipu, Ramachandran Dineshp, Direktur DC Commodity, akhirnya melaporkan Shreejit dengan tuduhan Pasal 372 dan 378 di Polda NTT sesuai LP No./B/56/II/2018 tanggal 6 Februari 2018 dengan pihak pelapor Ramachandran Dinesp dan pihak terlapor Shreejit Shreedharanpillai dan Emily Reberu yang merupakan istri Shreejit sebagai tersangka utama.

“Shreejit pernah dipidana di PN Larantuka dengan tuduhan menggelapkan uang perusahaan asing PT. Eka Prima tempat di mana ia bekerja yang pada akhirnya hengkang dari NTT,” sesuai pemberitaan media beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui bahwa tersangka Shreejit menggunakan modus jual ekspor jambu mete, tapi di tengah jalan ia lari setelah mendapatkan uang dari pihak pembeli. Atas aksinya kini tersangka Shreejit masih ditahan di Polres Kupang Kota untuk penyelidikan lebih lanjut karena diduga menipu dan merusak harga jambu mete di NTT.                                            

Dinesh meminta pihak penegak hukum di NTT agar menindak secara tegas Shreejit warga negara India ini karena kasus ini sudah menjadi isu besar di kalangan importir kacang mete dari luar negeri dan Dinesh terpaksa menghentikan impor kacang mete dari NTT yang sebelumnya bisa mencapai 5000 ton per musim.

“Kasus ini bisa merusak perekonomian dan investasi di NTT,” kata Direktur dan pemilik Perusahaan DC Commodity yang berbasis di Dubai, UEA tersebut. (TIM)