Penipuan Jual Beli Mobil Bekas, Siprianus Kehilangan Uang 85 Juta, Diduga Ada Keterlibatan Oknum Polisi di Mabar

Labuan Bajo, Sorotntt.com,- Kasus penipuan dengan modus jual beli mobil bekas terjadi di Kecamatan Pacar, Manggarai Barat, NTT.

Diketahui yang menjadi korbannya adalah Bapak Siprianus Papu bersama Istrinya Ibu Yuliana Meldia Warga Desa Manong Kecamatan Pacar, Manggarai Barat, NTT.

Sementara terduga pelakunya diketahui ada 3 orang dengan inisial masing-masing KA merupakan warga Noa Desa Compang Kecamatan Pacar, CL warga asal Kisol Manggarai Timur, dan satunya diketahui oknum anggota Polisi yang bertugas di Polres Mabar berinisial MO.

Kasus penipuan tersebut bermula saat korban SP bersama istrinya YM berencana untuk membeli mobil. Kemudian pada tanggal 20 September mereka menghubungi pelaku KA via WhatsApp karena dia diketahui merupakan seorang penada (jual beli mobil dan motor bekas) di wilayah Kecamatan Pacar.

Bapak Siprianus mengaku bahwa setelah berbagai percakapan Via WhatsApp, KA tanya mobil apa yang  rencana di beli? Ia jawab coba cari Avansa kalau tidak APV atau Xenia. Ternyata yang cocok  dengan harga dan uang yang disiapkan yaitu mobil Xenia dengan plat DK wilayah Bali dengan harga Rp. 85.000.000.

Selanjutnya pelaku KA meminta bahwa diluar harga mobil mungkin ada uang rokok untuknya. Lalu Siprianus menjawab tenang saja nanti kami siapkan untuk uang rokoknya jika mobil tiba di rumah.

Setelah ada kesepakatan, KA mengirimkan foto mobil tersebut melalui pesan WA yang diketahui miliki bosnya CL yang ada di Bali. Dengan melihat foto yang dikirim ternyata nomor platnya sudah mati, lalu Siprianus tanya kepada KA kenapa mati platnya, jika platnya sudah mati maka kami batalkan untuk membelinya. Namun KA berdalil bahwa jika mobilnya sudah dibeli nanti Pajak, STNK dan BPKB posisi hidup semua. Karena ada pengakuan seperti itu akhirnya SP setuju.

Proses Pembayaran

Siprianus menjelaskan bahwa proses pembayaran awalnya yaitu dengan membayar uang DP sebesar 10 Juta dan pelunasannya tunggu mobil tiba di Labuan Bajo dan kelengkapan surat-suratnya. Pembayaran uang DP kami transfer sebesar Rp. 10.000.000 kepada KA, lalu pada tanggal 21/9/2022, KA minta lagi uang untuk ganti Oli dan uang bayar sopir yang antar mobil dari Bali namun Siprianus tidak mau karena tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

BACA JUGA:  Kasus Jual Beli Mobil Bekas di Pacar, Pelaku Memiliki Etikad Baik dan Siap Kembalikan Uang Milik Korban

“Selanjutnya pada tanggal 26/9/22 kami tanya lagi bagaimana sudah kabar mobil tersebut, lalu KA menjawab bahwa mobilnya tiba tanggal 5/10/22. Namun pada tanggal tersebut mobilnya juga tidak muncul-muncul. Pada tanggal 8/10/2022 kami konfirmasi Via WA menanyakan bagaimana kepastian mobil tersebut ? namun KA menjawab tunggu saja besok atau lusa mobil tiba di Labuan Bajo,” Jelas Siprianus

Diduga Ada Keterlibatan Oknum Polisi

Siprianus merasa yakin karena KA mengaku bahwa ada oknum Polisi yang sudah sejak lama bermain di jual beli mobil bekas yang bisa membantu mempercepat proses pengiriman ke Labuan Bajo.

“Pada tanggal 13/10/2022 kami tanya lagi kepada KA kapan mobil tersebut tiba di Labuan Bajo, namun KA meyakinkan kami dengan mengatakan untuk jangan ragu dan Ia siap bertanggung jawab apalagi di Labuan Bajo ada polisi adik dari bosnya di Bali sudah sejak lama dia maen mobil namanya Polisi Oceng,” Jelasnya

Beberapa hari kemudian setelah ditunggu-tunggu mobilnya juga tidak muncul, Siprianus menanyakan lagi kepada KA, namun Ia mengaku bahwa mobilnya sudah ada di Sape, namun bosnya tidak kasih kunci mobil dan persyaratanya harus lakukan pembayaran lunas dulu supaya mobil tersebut bisa lolos dari Sape.

“Dia meminta kami untuk transferkan uang pelunasan, namun kami tidak mau, tapi Ia bilang jika kami ragu silahkan kirim uang tersebut lewat keluarga Polisi di Labuan Bajo saja supaya prosesnya  cepat. Mengingat ada oknum Polisi bernama Pa Oceng yang dia kasih tau untuk loloskan mobil tersebut akhirnya kami kirim semuanya, peroses pengirimannya yaitu 2 kali transfer ke rekening atas nama Serafina Sujung   (Istri Oknum Polisi bernama Oceng yang berada di Labuan Bajo) dengan rincianya pada tanggal 25/10 sebanyak Rp. 50.000.000 dan pada tanggal 26/10 sebanyak Rp. 25.000.000. Namun setelah uang tersebut di transfer hingga saat ini mobilnya belum juga tiba di Labuan Bajo,” Ungkapnya

Diketahui pihak korban hingga saat ini belum membuat laporan Polisi, sambil menunggu itikad baik dari pelaku,namun jika beberapa hari kedepan uang milik korban tidak dikembalikan maka akan di tempuh dengan jalur hukum.

BACA JUGA:  Kadis PMD Matim Akan Ke Lokasi Pembangunan Proyek Air Minum di Desa Rana Mbeling

Sementara itu KA kepada media ini Selasa, 22/11/2022 pagi Via WhatsApp mengaku bahwa dirinya tidak pernah mengatakan kepada Pa Primus bahwa ada oknum Polisi yang sudah lama bermain mobil dan yang bermain mobil hanyalah Charles yang ada di Bali.

“Demi Tuhan dan demi istri anak bos, saya tidak pernah jelaskan ke mereka kalau ada polisi yang main mobil, saya hanya bilang carles yang main mobil, saya bilang kalau mereka ragu, ada keluarganya carles di labaun bajo yang polisi, jadi bukan polisi yang main mobil, Itu kae yang polisi sebagai penangung jawab kalau Carles kabur. Bukan polisi yang main mobil, yang saya kasih tau kalau carles lama main mobil dan dia punya keluarga di bajo jika nanti Carles hilang kabar. Lalu selama ini untuk komunikasi tidak pernah hilang boss, baik saya maupun carles,”Jelas KA

Lebih lanjut KA menuturkan bahwa mobil tersebut sebenarnya sudah di beli dan selesai semua urus surat-suratnya namun pembelinya membatalkan lagi. Sehingga uangnya siap dikembalikan lagi.

“Bos..mobil ada dan sudah di beli, kemarin selesai semua urus suratnya, tapi mereka minta batal dan minta kembalikan uang. 25 jutanya sudah ada di saya ew boss, kemarin Carles kirim, dan kata Carles tadi pagi dia sudah telpon ke Ibu Meldy dan Pak Primus , kalau dia janji paling lambat hari jumaat kirim sisanya,” Lanjut KA

Sementara itu Oknum Polisi MO yang bertugas di Polres Manggarai Barat saat dikonfirmasi media ini Via WhatsApp Senin 21/11/2022 malam, Ia membenarkan adanya transaksi jual beli mobil bekas melalui rekening atas nama istrinya Serafina Sujung namun ia membantah bahwa dirinya sudah sejak lama bermain dalam proses jual beli mobil bekas.

“Benar Kaka, sebenarnya bukan terlibat, hanya saja saya dipercayakan oleh Charles yang ada di Bali kebetulan dia (Charles,red) satu kampung dengan saya. Untuk meyakinkan para pembeli, dia bilang ke pembeli bahwa kalau tidak percaya nanti hubungi saudara saya yang ada di Polres Manggarai Barat dan bisa lansung hubungi dia sehingga saat itu para pembeli lansung mengirimkan uangnya ke rekening istri saya. Saat uang mereka kirim ke rekening istri saya, hari itu juga saya lansung krim ke charles dan ada bukti transaksinya. Saya tidak pernah main yang begitu kaka, tapi kalau minta bantu kayak kemarin iya,” Ungkapnya

BACA JUGA:  Warga Manggarai Minta Kadis Perikanan Sikka Maju Pilkada 2024

Ditanya terkait kendala mobil yang sampai dengan hari ini belum di kirim dari Bali kata MO bahwa saat ini masih urus surat- suratnya karena STNK dan Pajaknya sudah mati dan informasih yang mengatakan bahwa mobil sudah ada di Sape Ia tidak mengetahuinya.

“Kalau mobil sudah ada di Sape saya tidak tahu, namun informasi dari Carles katanya saat ini masih urus surat- suratnya di Polres ko di Polda itu saya juga kurang tau karena STNK dan Pajaknya sudah mati,” Jelas Oceng

Sementara itu Charles yang diketahui bos dari KA saat dikonfirmasi media ini melalui sambungan telepon Selasa 22/11 mengaku bahwa Ia sudah komunikasi dengan Pa Primus bersama Ibu Meldi bahwa karena mobil tersebut batal di beli maka Ia bertanggung jawab untuk mengembalikan uang dan diberi waktu sampai dengan hari Jumat 25/11. Namun jikalau pa Primus masih ingin membeli mobil tersebut maka hari jumad itu juga siap diberangkatkan dari Bali menuju Labuan Bajo.

Namun anehnya lagi ketika Siprianus meminta Charles untuk mengirimkan foto kelengkapan surat-surat mobil yang diakuinya sudah di urus tersebut, namun Carles tidak berani untuk mengirimkannya dan berdalil bahwa surat-surat tersebut sudah di kembalikan ke pemilik mobil dan jarak dari rumahnya ke pemilik mobil sangat jauh.

“Kemarin kae sudah di urus semua suratnya, hanya kemarin saya serahkn ke pemiliknya karena deskan dari mereka, lokasi lumayan jauh kae,tetap sya upayakn untuk kirim ftonya ke mereka,” Tutupnya

Lebih lanjut, pada Sabtu, 26/11 pagi media ini mendapatakan informasih dari Siprianus bahwa hingga saat ini uang yang dijanjikan oleh Charles belum juga di transfer ke rekeningnya. Sementara Carles menjanjikan bahwa uang tersebut akan ditransfer selambat-lambatnya pada hari Jumad 25/11 kemarin.

Siprianus berharap kepada ketiga orang pelaku untuk bertanggung jawab.