Persebata Lembata

Persebata Kontrak Maman Surayaman Jadi Konsultan Teknis

Daerah Lembata

LEMBATA, SorotNTT.com – Tim sepak bola Lembata (Persebata Lembata) terus melakukan persiapan pemainnya untuk mengikuti turnamen El Tari Memorial Cup (ETMC) yang berlangsung di Malaka Juli 2019. Persebata Lembata menargetkan sebagai pemenang turnamen ETMC tahun 2019. Untuk mencapai impian ini, Persebata Lembata melakukan latihan rutin setiap hari.

Hal itu dikatakan Bupati Lembata saat memantau latihan tim Persebata bersama pelatih Maman Suryaman di Lapangan Polres Lembata, Kamis (20/6/2019) sore.

“Selama ini kita hanya dengan pelatih-pelatih di Lembata. Kita perlu mencari suasana yang bagus dengan pelatih yang baik agar dapat memotivasi pelatih kita dan para pemain. Pemerintah tidak main-main, sehingga dalam ajang juga beliau bisa membantu dan merekomendasikan para pemain kita sesuai batasan-batasan kompetisi yang ada,” ungkap Bupati Sunur.

Lebih jauh Bupati Sunur mengatakan, kehadiran pelatih Maman Suryaman juga dapat memotivasi para pemain di Lembata agar bisa menjadi pemain sepak bola yang dapat bergabung dan berkompetisi di luar Lembata.

“Kehadiran Maman Suryaman juga dalam rangka memberikan latihan dan memotivasi tim Persebata Lembata dalam menghadapi ETMC yang adalah turnamen bergengsi NTT ini,” tegas Bupati Sunur.

Melihat salah satu kelemahan ada di tim pelatih, Persebata Lembata mendatangkan pelatih nasional, Maman Suryaman. Mantan pelatih Persija Jakarta, Persijatim, Timnas Pelajar U-16, Timnas U-14, dan beberapa tim besar lainnya itu tiba di Lembata, Rabu (19/6/2019).

Kepada SorotNTT.com sesuai latihan bersama tim Persebata Lembata,  Maman Suryaman mengaku dikontak langsung oleh Bupati Lembata, Yentji Sunur dan Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday. “Saya dikontak diminta untuk membantu Persebata. Demi sepak bola, meski saya belum kenal Lembata, namun saya akan mencoba memberi masukan-masukan,” ujarnya.

Maman yang membawa Timnas Pelajar Indonesia U-16 juara di Malaysia dan China itu, menolak disebut akan menjadi Pelatih Kepala Persebata Lembata. Dia mengatakan, dirinya hanya diminta untuk memberikan masukan-masukan, gelar coaching clinic untuk para pelatih dan lainnya.

“Pelatih sehebat apa pun, pasti tidak akan mau pegang tim, tidak sampai dua minggu sudah kompetisi. Saya akan tetap menghormati proses yang sudah dilakukan Askab PSSI Lembata sambil terus memberikan masukan-masukan. Membenahi beberapa kelemahan dan lainnya,” tegasnya.

Meski belum mengenal profil tim Persebata Lembata secara utuh dalam menghadapi El Tari Memorial Cup 2019, namun Maman yakin, animo dan semangat Pemkab Lembata patut didukung. “Saya lihat di Lembata, animo masyarakat terhadap sepakbola sangat besar. Adanya dukungan pemerintah seperti ini, seharusnya menjadi modal besar untuk menjadikan sepakbola Lembata lebih berprestasi,” ujarnya.

Maman mengatakan, untuk berprestasi, proses pembinaan pemain harus dimulai dari usia dini dan berjenjang. Selain itu, klub atau SSB yang ada, kata Maman, harus terus mengikuti event atau turnamen di luar daerah.

Menurut Maman dalam waktu dekat akan dilakukan uji coba pemain Persebata Lembata bersama Perseftim di Larantuka. “Setelah itu kita akan membenahi para pemain yang ada dan terus melakukan latihan sebelum ke Kabupaten Malaka dalam menghadapi El Tari Memorial Cup 2019.” tutupnya. (Emanuel Bataona)