Bupati Matim Andreas Agas

Pesan Bupati Matim Pada Acara Penutupan Hari Bakti Nasional PU

Daerah Flores

Borong, SorotNTT.com – Penutupan Hari Bakti Nasional PU Ke 73 tahun 2018  sekaligus peresmian bantaran muara kali Wae Bobo tersebut dilaksanakan di muara Kali Wae Bobo. Kegiatan penutupan dan peresmian kali ini dihadiri oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Matim serta Wakapolres Manggarai yang dilaksanakan pada Selasa (26/2/2019) sore, sekitar pukul 16:00 Wita hingga selesai. 

Dalam sambutan Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas pada kegiatan tersebut menegaskan, kita harus kerja cepat, tepat dan efisien. Menurut Agas, kita jangan dulu melakukan pengembangan pariwisata dimana-mana di Matim selain kita fokus pengembangan pariwisata di kota kabupaten.

Agas menjelaskan, salah satu etos kerja kita yaitu harus fokus. Kita mau penataan Muara Wae Bobo itu tidak sekedar dikata bagusnya. Tapi, pada pelaksanaannya. 

“Ternyata kita bisa berbuat. Penataan Muara Wae Bobo harus digerakkan dan harus melibatkan masyarakat lokal untuk bergotong royong. Ini satu hal yang baik,” ucapnya.

Dikatakannya, kita sudah ngomong dan terbuka sama teman-teman dari PU terkait penataan Muara Wae Bobo ini. Penataan Bantaran Muara Wae Bobo mulai kerja tahun ini.

“Kuncinya, kalau kita mau tata kawasan  ini sebagai tempat Pariwisata, tempat ini harus bersih,” ungkapnya.

Bupati Agas juga mengingatkan kepada Lurah Kota Ndora dan Lurah Rana Loba untuk membereskan serta membersihkan semua sampah-sampah plastik yang ada di pantai ini.

“Kalau mau daerah ini menjadi tempat wisata, syaratnya adalah bersih. Toilet harus bersih dan Hijau. Tiga itu saja syarat utamanya.”

“Saya lihat sampah plastik masih ada, belum ada yang bergerak. Saya sudah minta Wakil Bupati untuk buat kegiatan peduli Lingkungan, peduli sampah dan peduli kebersihan “, kata Mantan Wakil Bupati dua periode ini.

Menurut Agas, sampah organik non plastik dijadikan pupuk. Karena kita mau jadikan pertanian organik.  Saya sudah bilang ke teman-teman pertanian kalau mau hebat, tahun ke tiga kita hentikan pupuk kimia masuk Manggarai Timur, itu baru hebat. Hal ini mesti dikasih tantang.

“Saya dan Wakil Bupati Manggarai timur dikasih tantang oleh Gubernur NTT. Tantangannya berat. Pertumbuhan Ekonomi harus ditingkatkan, dari pencapaian kita selama ini.

Rumah Layak Huni di Matim, kata Agas, ada lima ribu, ini berat. Kemiskinan dari 26,8 % kita harus turun menjadi 9,13 % ditahun 2023. Makanya kita tidak boleh main-main. Kita fokus realisasikan semua program pemerintah yang telah direncanakan.

“Mari kita mengoptimalkan aset-aset kita dan menata dengan baik untuk kesejahteraan rakyat Manggarai Timur. Demi untuk Peningkatan pendapatan Masyarakat dan  peningkatan  PAD Kabupaten Manggarai timur.

Bupati Agas menambahkan agar penataan pariwisata Bantaran Wae Bobo ini butuh penanganan yang serius, dengan langkah permulaan menerbitkan sertifikat atas tanah ini, bila perlu di perubahan ini, sertifikat lokasi pariwisata Bantaran Wae Bobo harus diurus. Jangan sampai masyarakat kira ini tanah mereka,” pinta Agas.

Karena tahun depan, sambung Agas, kalau perencanaannya sudah dibuat, tinggal aksinya. Kita bangun warung-warung  permanen di sini dan kasih sewa.

“Biar kita kerja sedikit, intinya cepat selesai. Jangan main-main dengan saya sekarang, jangan tunda-tunda. Kalau kita tunda-tunda, hasilnya akan begini terus. Saya punya jangka waktu hanya lima tahun, tapi target kita hanya untuk tiga tahun selesai. Kita fokus, jangan ngomong wisata yang lain-lain dulu, kita fokus di tempat pariwisata di ibu kota,” tambahnya lagi.

Agas meminta masyarakat Matim untuk mendukung penataan pariwisata di bantaran Wae Bobo. Kita bisa promosikan pariwisata kita untuk mendatangkan uang. Kami akan coba untuk memfasilitasi. Mulai tahun depan kita harus bergerak cepat.

Selain itu, sambung Agas, Kita mau  bekerja sama dengan pihak ketiga, dengan PT. Bosowa Group.

“Saya sudah buat suratnya ke sana, ke Bosnya adik Wakil Presiden Republik Indonesia. Supaya bisa bangun Manggarai Timur ini. Kita lepas ke pihak ketiga untuk urus Manggarai Timur ini,” tutupnya. 

Pantauan media di lokasi kegiatan, seusai sambutan Bupati Matim, kegiatan selanjutnya yaitu  pemotongan Pita Penutupan hari Bakti Nasional PU ke 73 sekaligus  peresmian Bantaran Kali Wae Bobo.

Laporan: Ferdinandus Lalong