Pesan Yang Disampaikan Dandim 1622 Alor dan Kapolres Alor Saat Komsos Cegah Tangkal Radikalisme

Daerah

Kalabahi, SorotNTT.Com-Untuk mencegah timbulnya faham rafikalisme / separatisme dikalangan masyarakat, Kodim 1622/Alor menggelar kegaitan Komunikasi Sosial Cegah Tangkal Radikakisme/Separarisme, dibawah tema “Merawat Kebhinekaan Untuk Tangkal Radikalisme Separatisme Dalam Bingkai NKRI”.

Kegaitan Komsos Cegah Tangkal Radikalisme / Separatisme merupakan program kerja dan anggaran Kodim 1622/Alor diturunkan oleh Komando Atas, dengan maksud agar pembinaan kepada masyarakat untuk dapat mendeteksi dini terhadap setiap gerakan kelompok yang mengarah kepada Radikalisme / Separatisme, bertempat di Desa Moramam, Kec. Alor Barat Daya, Kab. Alor, Kamis (10/12/2020).

Sambutan Dandim 1622/Alor Letkol Inf Supyan Munawar, S.Ag menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini bertujuan untuk menjalin komunikasi sosial yang harmonis dan meningkatkan tali silaturahmi prajurit Kodim 1622/Alor dengan komponen masyarakat dalam rangka mewujudkan cegah tangkal Radikalisme/Separatisme.

“Radikalisme itu terdiri dari radikal kanan, radikal kiri dan radikal lainnya yang bertujuan merubah ideologi bangsa Indonesia yaitu Pancasila, seperti yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Selain itu, Separatisme yang ingin memecah belah NKRI, semuanya itu harus di cegah dan ditangkal”, tagasnya.

Dandim menjelaskan, melalui kegiatan Pembinaan Komsos Cegah Tangkal Radikalisme/Separatisme, kita perkokoh mentalitas dan pemahaman ideologi Pancasila guna mencegah ancaman bahaya Radikalisme/ Separatisme dalam rangka mewujudkan alat juang yang tangguh.

Lanjut Dandim, kegiatan Komsos ini juga untuk meningkatkan pengawasan dan cegah dini masyarakat terhadap kelompok – kelompok Radikalisme / Separatisme yang tidak sesuai dengan ideologi Pancasila. Sedangkan kepada anak muda, jangan mudah terpengaruh terhadap isu-isu yang tidak benar dan diharapkan bisa membangun bangsa dan negara sehingga lebih maju, aman dan sejahtera.

“Kita wujudkan saling pengertian dan pemahaman tentang peran, fungsi dan tugas masing-masing, bahkan diharapkan mampu mewujudkan suatu kemampuan komponen bangsa dalam ikut mengantisipasi serta mencegah terhadap muncul dan masuknya paham Radikalisme / Separatisme dalam perkembangan kondisi sosial yang pesat”, tegasnya.

Kepada masyarakat, Dandim berharap tidak terpengaruh terhadap kelompok maupun gerakan yang dapat merusak ideologi Pancasila, kelompok yang mau merusak kerukunan dan toleransi, agar berani melaporkan kepada pihak yang berwenang apabila mengetahui akan adanya gerakan kelompok tersebut.

Keberagaman bangsa ini sangat bagus sebagai kekayaan yang sungguh luar biasa dan bisa kita nikmati bersama hingga saat ini. Walau kita berbeda-beda dalam segala hal namun kita bisa bersatu karena adanya Pancasila dimana Bhinekaan Tunggal Ika menjadi perekat dan pengikat bagi kita dapat menikmati persatuan dan kesatuan.

Diakhir sambutannya, Dandim meminta kepada seluruh peserta Komsos terkhususnya bagi kaum muda, dalam kehidupan bermasyarakat harus memiliki prinsip dasar kehidupan yakni memiliki etika, kejujuran, berperilaku baik, serta saling menghargai dan menghormati.

Kapolres Alor AKBP Agustinus Chrismas, S.IK mengawali penyampaian materinya mengatakan bahwa, ia sangat terkesan dan kagum akan kehidupan toleransi beragama di Kabupaten Alor. Sikap kehidupan toleransi yang sangat kuat dan tinggi ini, sebagai modal bagi kita untuk menagkal timbulnya radikalisme.

Masyarakat harus memahami apa itu Radikalisme/Separatisme, toleransi dan intoleransi, sehingga tidak mudah dirusak oleh kelompok tertentu yang ingin merusak kerukunan dan toleransi yang ada. Masyarakat kuat karena memiliki sikap toleransi yang tinggi yang membudaya melalui gotong royong. Kehidupan toleransi yang ada di Alor begitu tinggi, serta sikap saling peduli sesama, serta saling menghargai yang juga tinggi.

“Apabila ada sikap-sikap yang menjurus ke SARA, saya berharap masyarakat dan Tokoh-tokoh yang ada diwilayah dapat memberikan informasi sebagai masukan yang baik sehingga sikap Intoleransi tidak terjadi. Radikalisme berawal dari kelompok yang memperkeruh suasana sehingga timbul perseteruan antar suku, agama, Ras dan antar golongan sehingga kelompok radikal ini dengan mudanya mulai memanfaatkan kesempatan untuk masuk dan berupaya merubah Idiologi kita.

Masyarakat harus melaksanakan kontra radikal. Dimana masyarakat harus saling peduli dengan sesamanya. Harus saling mengenal dengan tetangga, sehingga dapat dengan cepat bisa melaporkan apabila ada kegiatan tetangganya yang tidak seperti biasa dilakukan, dilihatnya ada kejanggalan atau menjurus ke pemahaman Radikalisme, maka segera dilaporkan kepada aparat setempat, pesan Kapolres.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Perwira Seksi Teritorial Kodim 1622/Alor Kapten Inf Samuel Ulle, Kaplsek Moru Aipda Yudha, Kasi Trantib Kec Alor Barat Daya Swingli Loban, Kepala Desa Moramam Semuel Lekay, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, masyarakat dari Kelurahan Moru dan Desa Moramam, anggota Babinsa Pos Koramil 01/Moru, serta anggota Polsek Moru.

Kegiatan dimaksud diakhiri dengan penyerahan bantuan beras secara simbolis kepada 4 orang perwakilan warga masyarakat Desa Moramam yang diserahkan oleh Dandim 1622/Alor, Kapolres Alor, Kasi Trantib Kec. Abad, dan Kepala Desa Moramam.