pidato perdana Bupati Matim Agas Andreas

Pidato Perdana Bupati Matim Masa Periode 2019-2024

Daerah Flores

Borong, SorotNTT.com – Rapat Paripurna Istimewa penyampaian pidato perdana Bupati Matim (Manggarai Timur) periode 2019-2024 ini digelar di ruangan rapat utama DPRD Kabupaten Manggarai Timur (Matim) Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (28/2/2019) pagi.

Dalam pidato perdana, Agas menjelaskan, peristiwa pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Matim pada Kamis, 14 Februari 2019 menjadi babak baru Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur. Peristiwa pelantikan itu menandakan politik Pilkada sudah selesai. Segala bentuk perbedaan friksi akibat politik itu akan berakhir dengan sendirinya.

“Penyelenggaraan pembangunan di kabupaten ini merupakan proses mewujudkan masyarakat ke arah yang lebih baik. Arah yang dimaksud dirumuskan dalam visi misi Kabupaten Matim 2019-2024 yaitu “Mewujudkan Manggarai Timur yang Sejahtera, Berdaya dan Berbudaya” atau disingkat “MATIM SEBER,” ujar Agas.

Dalam bahasa Manggarai, lanjut Agas, kata “SEBER” berarti rajin dan ulet. Inilah budaya kerja atau etos kerja dalam pemerintahan 5 tahun ke depan. Untuk mencapai visi “MATIM SEBER”, ada 7 misi yang dikerjakan:

Pertama, meningkatkan kualitas hidup manusia melalui pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan keterampilan, serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Kedua, mengembangkan ekonomi unggulan berbasis pertanian organik, pariwisata berbasis komunitas industri kecil, koperasi dan usaha menengah dan kecil.

Ketiga, meningkatkan kuantitas dan kualitas infrastruktur daerah berbasis lingkungan hidup untuk memudahkan akses ke pelayanan dasar dan mendukung prioritas ekonomi unggulan.

Keempat, mewujudkan pembangunan desa berbasis budaya lokal dan desa mandiri.

Kelima, meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan perempuan dan mewujudkan kabupaten layak anak.

Keenam, menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan dan inovatif agar tergabung pemerintahan yang efektif, efisien dan terpercaya melayani masyarakat.

Ketujuh, menciptakan iklim investasi dan dunia usaha dan berwawasan lingkungan, adil dan pro rakyat.

“Pada tahun 2017, indeks pembangunan manusia (IPM) Matim sebesar 58,51 poin. Hal ini masih cukup rendah dibandingkan dengan IPM Provinsi NTT sebesar 63,73 poin dan IPM Nasional sebesar 70,81 poin. Itu berarti ada persoalan kualitas SDM Matim,” beber Agas.

Atas persoalan itu, kata Agas, pendekatan melalui sektor pendidikan, kesehatan dan sosial-ketenagakerjaan menjadi penting. Selain itu pemerintah akan mendorong pertumbuhan ekonomi untuk mencapai angka maksimal. Dimana tahun 2017 pertumbuhan ekonomi kita sebesar 5,20%. Kita menargetkan pertumbuhan ekonomi menjadi 9,91% hingga tahun 2023.

“Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, kami akan membangun jalan lapen 200 km per tahun (rinciannya, 100 Km jalan kabupaten, 100 Km jalan desa), atau 10 Km lapen per kecamatan setiap tahun. Asas distribusi keadilan ini membuka keterisolasian daerah kita,” ungkap Agas.

Selain itu, lanjut Agas, untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, koperasi dan konsep koperasi “Likang Telu” (koperasi produsen, konsumen, dan simpan pinjam) akan dibentuk.

“Koperasi diharapkan benar-benar menjadi soko guru perekonomian Matim,” tegasnya.

Agas menambahkan, pemerintahan desa didorong pada konsep “Desa Bahagia”, yakni melibatkan partisipasi semua elemen masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan serta pengembangan desa berbasis potensi desa berdasarkan penentuan tipologi desa dan kawasan desa. Selain itu, pemerintah akan melaksanakan kegiatan perempuan desa berdaya berbasis keterampilan dan kegiatan pembangunan rumah tuntas.

“Kami berkomitmen menguatkan peran dan fungsi lembaga adat dengan mendorong peraturan desa. Peran Tua Golo, Tua Teno, Tua Panga, dan Tua Kilo akan dimaksimalkan dengan merevitalisasi nilai-nilai dan hukum adat,” tambah Agas lagi.

Reformasi birokrasi, kata Agas, dimulai dengan pelayanan publik maksimal. Untuk meningkatkan kinerja birokrasi, ada peran pengawasan dari  aparat dari pihak internal pemerintah, pengawasan masyarakat, organisasi masyarakat sipil dan insan pers perlu dilibatkan.

“Untuk mewujudkan cita dan visi kita bersama, semua itu akan dijabarkan dalam RPJMD (Rencana Program Jangka Menengah Daerah) tahun 2019-2024 yang diselaraskan dengan program Pemerintah Provinsi NTT dan program nasional serta program internasional yang tertuang dalam dokumen Sustainable Development Goals (SDGs).” tutup Agas.

Pantauan SorotNTT.com, turut hadir dalam pidato perdana Bupati Matim tersebut, Wakil Bupati Matim, Pimpinan dan Anggota DPRD Matim, unsur Pimpinan Daerah Manggarai dan Matim, Sekretaris Daerah Matim, para Staf Ahli Bupati Matim, para Asisten Sekretaris Daerah Matim, para Pimpinan OPD Lingkup Pemda Matim, Ketua Tim Penggerak PKK/Dekranasda Matim, para Pimpinan Instansi Vertikal, Pimpinan BUMN/BUMD, para Camat se-Kabupaten Matim, para Lurah dan Kepala Desa se-Kabupaten Matim, para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Pimpinan NGO/LSM, Guru, Pelaku Usaha/Bisnis dan Insan Pers.

Laporan: Ferdinandus Lalong