Pidato Radio Gubernur NTT, Menyambut HUT RI ke-74

Daerah Timor

Kupang, SorotNTT.com – Menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-74, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat, menyampaikan pidatonya di Aula Fernandez pada, Jumat (16/8/2019). Mengawali pidatonya, Gubernur NTT mengucapkan Selamat Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, kepada seluruh lapisan masyarakat NusaTenggara Timur, dan juga menyampaikan selamat Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriyah bagi Umat Muslim, yang jatuh pada tanngal 11 Agustus 2019 lalu.

Pada kesempatan yang sama juga, Viktor atas nama Pemerintah Provinsi NusaTenggara Timur menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat NTT, penyelenggara, TNI/POLRI serta komponen terkait lainnya, yang telah mensukseskan pelaksanaan pesta demokrasi Pilkada dan Pemilu Presiden/Wakil Presiden, dan Pemilu Legislatif yang dilakukan secara serentak, yang hasil pencapainannya positif dan tingkat partisipasi politik untuk Pilpres Tahun 2019 sebesar 77,82 % berada diatas standar nasional yakni sebesar 77,50%.

Gubernur NTT juga menyampaikan, Pemerintah dan seluruh komponen masyarakat NTT selalu menggalang toleransi antar umat beragama dalam
semangat NKRI,  untuk menangkal ancaman paham radikalisme yang dapat memecah belah NKRI, serta berjuang melepaskan  diri dari berbagai masalah dan ketertinggalan, yakni permasalahan kemiskinan, pengangguran, ketergantungan, dan ketertinggalan dalam kualitas pendidikan dan kesehatan dasar, ketertinggalan dalam pengadaan berbagai infrastruktur dasar, serta ketertinggalan dalam pemanfaatan teknologi produksi dan informasi., serta terus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan berbagai potensi yang dimiliki dengan semangat restorasi, mau bekerja sama dan bekerja keras mewujudkan NTT Bangkit menuju Sejahtera.

Mengusung tema, “SDM Unggul Indonesia Maju” Pada HUT RI ke-74 kali ini. Gubernur  NTT mengatakan,  dengan kekayaan daerah yang dimiliki, Pemerintah maupun seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur harus termotivasi untuk lebih unggul dalam berbagai hal. Yang mana semuanya itu  membutuhkan keiklasan, kejujuran, kerja keras, inovasi, keberanian dan ketegasan dalam bertindak. Keberanian dan ketegasan dalam bertindak tersebut telah dilaksanakan dengan beberapa kebijakan Pemerintah Provinsi NTT, diantaranya penataan kembali Pekerja Migran Indonesia asal NTT yang telah berada di luar negeri maupun yang akan dikirim ke luar negeri, moratorium pertambangan di NTT untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup dari dampak buruk pertambangan, penutupan sementara Taman Nasional Komodo selama 1 tahun untuk Konservasi Satwa Komodo dan ekosistemnya dalam rangka meningkatkan nilai wisata komodo, serta launching produk minuman Sophia untuk meningkatkan nilai produk minuman lokal NTT yang berstandarisasi. Kebijakan-kebijakan ini semata-mata dilaksanakan untuk mengangkat martabat masyarakat NTT, pelestarian lingkungan hidup dan yang paling utama adalah pemenuhan kesejahteraan seluruhmasyarakat NTT.

Gubernur NTT juga menyampaikan,  pertumbuhan ekonomi NTT Tahun 2018 secara makro, sebesar 5,13%, masih berada sedikit di bawah nasional sebesar 5,17%. Pada triwulan II 2019 pertumbuhan ekonomi NTT sebesar 6,36%, berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,04%. Sedangkan Inflasi di Provinsi NTT pada tahun 2018 mencapai 3,07%, dan masih berada dalam rentang target inflasi nasional. Salah satu upaya menekan laju inflasi di NTT adalah dengan mewujudkan kemandirian ekonomi lokal, melalui peningkatan kualitas dan kuantitas serta optimalisasi pemanfaatan produk-produk lokal NTT yang telah digagas dalam wadah “Masyarakat Ekonomi NTT”, sebagaimana yang telah dideklarasikan pada bulan Juni 2019 lalu oleh Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Kabupaten/Kota dan PelakuEkonomi se-NTT.

Melalui Masyarakat Ekonomi NTT ini, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota sementara menata pengelolaan potensi daerah, dengan melibatkan peran 8 Koperasi, BUMDes, Bank NTT, serta Perusahaan Daerah seperti PT. Flobamor dan PT. Jamkrida NTT. Pemerintah, Pelaku Ekonomi dan Masyarakat NTT harus menjadi “tuannya perekonomian NTT” dengan menciptakan ketahanan ekonomi NTT melalui pemanfaatan produk lokal NTT dan proteksi terhadap produk lokal NTT. Setelah ketahanan lokal
sudah tercapai, masyarakat Ekonomi NTT akan membidik pasar regional, nasional, bahkan internasional.

Selanjutnya Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat,  menyampaikan pencapain pembangunan Provinsi NTT diberbagai bidang, yaitu bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang pariwisata, bidang kelautan dan perikanan, bidang pertanian, bidang peternakan, bidang perindustrian dan perdagangan, bidang ketenagakerjaan, bidang koperasi dan UKM, bidang kepemudaan dan olah raga, bidang pekerjaan umum, bidang hukum, bidang pemerintahan dan reformasi birokrasi.

Sebagai penutup dari pidato Gubernur NTT, Ia menyampaikan menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur, para Tokoh NTT, dan Sesepuh NTT, dimanapun berada, atas dukungan yang telah diberikan kepada Pemerintah dalam membangun masyarakat dan daerah ini. Terima kasih pula atas dukungan dari Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi NTT dalam kemitraan membangun daerah ini. Terima kasih kepada para Bupati dan Walikota Kupang atas dukungan dan kerja samanya dalam membangun daerah ini.Terima kasih dan apresiasi yang tulus, saya berikan kepada rekan-rekan wartawan baik media cetak, online maupun media elektronik.yang telah memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah ini.

Laporan : Tim