Pihak PUPR Manggarai”Bungkam” Ketika Dikonfirmasi Terkait Jalan Lapen di Dalam Kota Reok

Manggarai, SorotNTT.Com-Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang(PUPR) Kabupaten Manggarai”bungkam” ketika dikonfirmasi oleh wartawan media SorotNTT.Com terkait program kegiatan  pembangun jalan aspal jenis lapen dalam kota Reok, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur(NTT) yang diduga di kerjakan asal jadi.

Beberapa kali Media ini mencoba menghubungi pihak Dinas PUPR Kabupaten Manggarai melalui pesan WhatsApp untuk meminta klarifikasi seperti PLT. Kadis PUPR, Kepala bidang Bina Marga, dan PPK jalan tersebut, semuanya”Bungkam”.

Hal tersebut menimbulkan berbagai penafsiran, ada apa dengan hal ini, kenapa begitu sulitnya jajaran di Dinas PUPR Kabupaten Manggarai untuk menjawab pertanyaan awak media?

BACA JUGA:  Kasek SMK Mutiara Bangsa Mengeluarkan Anak Dari Sekolah di Tengah Pandemi Covid-19

Untuk diketahui Proyek didalam kota Reok ini dikerjakan oleh CV. EM KA UTAMA, dengan nilai kontrak Rp.526.383.000.00, sumber Dana Alokasi Umum(DAU) Pemerintah Kabupaten Manggarai.

Pantauan SorotNTT.Com dilapangan Kamis 14 Oktober 2021, jalan ini menerapkan konstruksi perkerasan telford dengan batu pokok(bulat bulat).

Batu bulat yang dipakai adalah batu kali yang tidak memenuhi kualifikasi teknis.Seharusnya tinggi batu yang digunakan 15 cm-20 cm, tetapi fakta dilapangan tidak seperti itu.

Proses penyusunan batu pokok(batu bulat) ini juga terpantau asal jadi, dimana tidak dipasang batu tepi dengan tinggi ideal 20 cm-25 cm, kenyataanta asal disusun saja, sehingga banyak batu yang berserakan ketika sudah dipasang.

BACA JUGA:  Upaya Tim Relawan dan Warga Bagi Korban Kebakaran di Desa Sangan Kalo

Beberapa masyarakat yang ada dilokasi kepada media ini menyampaikan, kalau dasarnya tidak kuat, jelas berpengaruh pada kualitas pemasangan aspal dikemudian hari.

Yang pasti batu 5/7 dan batu 3/5 yang dipasang kemudian tidak menyatu dengan batu Pokok, karena dasar penyusunan batu pokok yang tidak kuat.