Plt. Kepala SMKN Wae Ri’i Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Manipulasi Absensi Guru

Daerah

Manggarai, SorotNTT.Com-Plt Kepala Sekolah SMKN 1 Wae Ri’i berinisial SE, dilaporkan ke Polres Manggarai pada, pada (2/6/2021) lalu. Laporan itu dilakukan oleh Kepala Sekolah nonaktif, Yus Maria D Romas SPp.Ek. Diduga terkait manipulasi buku absensi atau daftar hadir gur.

Yustin Romas juga diketahui turut melaporkan Wakasek Kurikulum SMKN Wae Ri’i FT yang diduga memerintahkan tata usaha untuk membuat absensi baru juga juga Koordinator Pengawas (Korwas) SMA/SMK Kabupaten Manggarai berinisial FB yang diduga menyembunyikan surat tugas baru untuk Yustin Romas sejak Februari hingga Mey 2021.

Kepada SorotNTT.Com, Sabtu 30 Oktober 2021 Yustin Romas mengaku sangat dirugikan oleh perbuatan pelaku. Pasalnya, ia mendapat data dari kuasa hukum bahwa ada bukti absensi palsu yang digunkan terlapor untuk dijadikan barang bukti agar menjerat dirinya dalam sidang gugatan SK di PTUN Kupang.

Apa yang saya duga terbukti karena pada tanggal 3 Mei saya masih bekerja di SMK Wae Rii namun ada kejadian semua guru disuruh menandatangani absensi yang dibuat baru dan dikerjakan dalam sehari di ruangan guru dan ruangan tata usaha atas perintah Wakasek Kurikulum dan Plt,” ungkap Yustin Romas.

BACA JUGA:  NTT berduka, Jawa Barat Peduli

Saat ini kami telah mengantongi bukti foto copy absen yang diduga direkayasa itu. Absensi palsu tersebut sebelumnya digunakan oleh SE untuk menjerat Yustin saat sidang di PTUN Kupang dengan dugaan indispliner.

“Padahal sejak Plt kudeta sekolah sejak 24 Januari saya sudah tidak dianggap warga SMK Wae Ri’i. Terbukti tanggal 1 Februari saya dapat kabar dari sekolah kalau nama saya sudah dihapus dari daftar hadir,” kata Yustin Romas.

Yustin Romas juga menuturkan menuturkan, untuk kepentingan sidang di PTUN, pihak SE merekayasa abseni baru. Anehnya pada absensi itu beberapa hari libur dan hari Minggu tetap ditandatangani oleh para guru.

Semua yang tidak hadir karena sistem piket diberlakukan selama Februari dan Maret di paksa menandatangani absen baru kecuali saya. Padahal saat pembuatan itu saya aktif di Wae Ri’i,” kata Yustin.

Yustin Romas membeberkan, setelah mengikuti sidang persiapan di PTUN Kupang, kuasa hukum Kadis P dan K NTT, Drs. Linus Nusi,M.pd., memerintahkan secara lisan agar dirinya kembali berkarya di SMK Wae Rii.

BACA JUGA:  Kembangkan Destinasi Wisata Minat Khusus BOP-LBF Gandeng MPIG Bangun Kerja Sama

Saat tiba di sekolah dan hendak absen memang nama saya sudah dicoret dari absen. Kok dibuat yang baru dan sangat diskrimatif. Sebab ada seorang ibu guru tidak hadir di sekolah sejak Januari sampai April dipaksa untuk tetap tanda tangan absen. Padahal, secara fisik dia juga tidak pernah hadir di sekolah,” tuturnya.

Mengingat laporan itu sudah masuk lebih dari tiga bulan namun belum ada titik terang, Yustin pun meminta agar polisi segera mengusut tuntas kasus tersebut.

Karena ini lembaga pendidikan jangan sampai dicederai dengan praktik-praktik kejahatan. Apalagi dilakukan oleh oknum pendidik,” tegas Yustin.

Selain itu, Yustin juga menuturkan bahwa ada keterlibatan pihak lain dalam hal ini adalah Koordinator Pengawas SMA/SMK di Kabupaten Manggarai. Korwas kata dia ikut bekerja sama dengan Plt SMKN Wae Ri’i untuk menjeratnya dengan dalil indisipliner.

Laporan saya juga kepada korwas FB (inisial) yang sengaja menyembunyikan surat tugas saya dari Januari sampai Mei baru di WA ke saya. Bahkan SK pemberhentian saya yang aslipun dia simpan dengan alasan lupa menyerahkan pada saya,” kata Yustin.

BACA JUGA:  Apakah Ini Rumah Masa Kecil Yesus di Nazareth?

Ini konspirasi busuk Korwas dan Plt untuk menjerat saya dalam tindakan indisipliner. Dianggap tidak disiplin dalam tugas. Padahal mereka tau kalau SK pemberhentian saya tidak tercantum tempat tugas baru. Ternyata ada surat tugas Kadis tapi disembunyikan,” tutupnya.

Sampai saat ini Plt. Kepala Sekolah SMKN Wae Ri’i,  belum memberi tanggapannya walaupun telah dihubungi media ini melalui pesan WhatsApp.