Raker Pranata Humas se-NTT di Rote Ndao

Pranata Humas Pemerintah se-NTT Gelar Raker di Rote Ndao

Daerah Flores

KUPANG, SorotNTT.com- Dengan tema, Peran Humas dalam Mendukung Visi Pemerintah Provinsi NTT, “NTT Bangkit Menuju Masyarakat Sejahtera Dalam Bingkai NKRI”, seluruh Pranata Humas se-NTT gelar Rapat Kerja Kehumasan yang berlangsung 2 hari, sejak hari Rabu, 24 – 25 April 2019, di Ba’a, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi NTT.

Dalam sambutan tertulis Gubernur Nusa Tenggara Timur, Vicktor Bungtilu Laiskodat (VBL) yang dibacakan Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus Saek, M.Si, menyatakan bahwa momentum raker kehumasan dijadikan sebagai kesempatan untuk menjadikan Hubungan Masyarakat Pemerintah Daerah semakin eksis dan dikenal luas oleh masyarakat, serta menjadi bagian integral dari proses pembangunan daerah.

Dia menjelaskan,  peran humas Pemda dalam mendukung visi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur “NTT Bangkit Menuju Masyarakat Sejahtera dalam bingkai NKRI”, adalah semakin  mempertegas fungsi humas sebagai organ penting pemerintah. Humas pemerintah merupakan ujung tombak dalam menyampaikan program dan kinerja pemerintah, sehingga humas sebagai corong atau sumber informasi dituntut kemampuannya dalam menghadapi tantangan dan perubahan zaman yang sangat cepat, terutama menghadapi perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi.

Dikatakannya, lanjut Stefanus, bahwa Humas pemerintah juga diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dan pengelolaan informasi di setiap instansinya, serta mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam menyukseskan berbagai program pemerintah yang hasilnya dapat dinikmati oleh publik.

raker pranata humas se-NTT di Rote Ndao

Masih kata Stefanus, bahwa untuk meningkatkan kemampuan, perangkat humas, pranata humas harus menguasai teknologi informasi dan komunikasi, termasuk didalamnya media sosial sehingga dapat mengetahui kebutuhan publik. Lebih penting Iagi. humas harus menjalin sinergi dan akrab dengan pers agar dapat mengontrol informasi yang disampaikan kepada publik. Aparatur humas harus mengubah pola pendekatan kepada masyarakat, yakni dari cara kuno ke modern yang lebih partisipatif. Selain itu, humas harus mengajak masyarakat menjadi bagian dari proses sehingga ada jalinan emosional dengan humas dan masyarakat pun akan merasa memiliki tanggung jawab dan melakukan sharing kepedulian yang lebih banyak Iagi.

Untuk itu kata dia,  bahwa seiring semakin majunya teknologi informasi dan komunikasi yang beredar di tengah masyarakat, sebagai akibat dan tuntutan zaman, aparatur humas harus mampu menggunakan berbagai perangkat teknologi guna mendistribusikan informasi kepada publik secara cepat, tepat dan efektif. Aparatur humas dituntut pula untuk menangkal berita berita hoax yang berkembang begitu cepat di masyarakat, dengan menyampaikan berita yang aktual dan akurat, sehingga masyarakat tidak dilematis dalam menghadapi informasi yang menyebar melalui berbagai media saat ini.

Menurutnya, perkembangan saat ini, hoax lebih cepat menyebar dan bersifat masif, sehingga perlu antisipasi kita semua. Teknologi informasi dibutuhkan keberadaanya sebagai alat penunjang dan media. Dalam melaksanakan relasi/hubungan yang baik, penggunaan teknologi informasi dapat memberikan ruang bagi praktisi humas dalam merealisasikan tujuan yang ingin dicapai. Contoh dari teknologi informasi yang digunakan dalam praktik public relation adalah komputer dan intemet. Aparatur humas dapat memperoleh informasi yang berkaitan dengan publik yang perlu mereka ketahui dan gunakan dalam relasinya.

Selain itu, teknologi komunikasi yang dapat digunakan dalam public relation adalah internet dan telepon. Internet bukan hanya sarana untuk mencari informasi, melainkan sarana yang baik untuk berkomunikasi. Misal, dengan e mail, media sosial, website, semua kegiatan komunikasi dan hubungan dapat berjalan dengan lancar. Jadi dengan teknologi komunikasi. kemampuan untuk menyampaikan dan menerima pesan, jauh lebih mudah dan efektif.

Dikatakan pula, bahwa untuk memperkuat Humas Pemerintah Daerah, maka Humas harus mampu bersinergi/bermitra dengan Pers baik itu Media Cetak, Media Elektronik dan Media Sosial, serta lembaga pers Iainnya dalam membantu pemerintah untuk menyebarluaskan informasi program pembangunan kepada masyarakat.

Pada prinsipnya, kata Gubernur, bahwa sinergitas atau hubungan kemitraan antara Humas dan Pers dapat berjalan dengan baik dan tujuan dapat diwujudkan secara optimal, maka ada beberapa hal yang sangat penting dilaksanakan oleh setiap pejabat atau pranata humas, diantaranya: 1) Hubungan humas dengan wartawan bersifat profesional; 2) Humas harus mengetahui seluk beluk wartawan, termasuk irama kerjanya wartawan serta fungsi media massa; dan 3) Humas harus memiliki kemampuan praktik jurnalisme seperti meliput wawancara, memotret, menulis berita langsung, berita khas (feature news) dan artikel.

Dia berharap, sinergitas Humas Provinsi dan Humas Kabupaten/Kota sangat dibutuhkan dalam menyebarluaskan informasi dan program pemerintah. Sinergitas ini perlu terus dipertahankan bahkan ditingkatkan dari waktu ke waktu. Otonomi daerah yang tengah kita jalankan saat ini mestinya semakin memperkuat koordinasi dan sinergitas kehumasan kita. Humas Provinsi dan Humas Kabupaten/Kota perlu menjadi jembatan informasi antara Provinsi dan Kabupaten/Kota terkait berbagai program pemerintah terkait penyebarluasan informasi pembangunan di daerah.

Ketua panitia penyelenggara kegiatan, Kabag Pelayanan Masyarakat dan Hubungan Kelembagaan Provinsi NTT, Dra. Elisabeth Lenggu, M.Si, dalam laporannya menjelaskan, bahwa maksud pelaksanaan rapat kerja kehumasan adalah dalam rangka menyamakan pemahaman dan tindakan serta mensinergikan kegiatan kehumasan, antara kabupaten/kota dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur serta meningkatkan kemampuan dan keterampilan aparatur kehumasan dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan di daerah.

“Bahwa sebagai revitalisasi peran dan fungsi kehumasan dalam penyelenggaraan kehumasan di daerah, dan meningkatkan kompetensi dan kecerdasan bidang kehumasan bagi aparatur humas dan protokol dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan di daerah, serta untuk mengaktualisasikan peningkatan kinerja bidang Kehumasan Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Kabupaten/Kota se-Nusa Tenggara Timur dan juga untuk memberikan umpan balik temuan permasalahan dan upaya pemecahannya di bidang Kehumasan serta mensinkronisasikan program dan kegiatan kehumasan ke depan.” pungkas Elisabeth.

Pembukaan kegiatan raker pranata humas yang dilaksanakan di aula rumah jabatan Wakil Bupati Rote Ndao itu berlangsung meriah. Seluruh peserta dari 21 kabupaten/kota disambut dengan tarian adat setempat dan dilanjutkan dengan ritual penyematan Ilangga (topi kebesaran Rote Ndao) dan kain tenun ikat khas Rote Ndao kepada peserta sebagai tanda dinobatkan sebagai putra dan putri Rote Ndao. Acara yang berlangsung selama 3 jam itu dihadiri pimpinan OPD, perwakilan Forkopimda setempat dan Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT.

Sumber: Humaspro Matim

Penulis: Lalong Ferdinadus