Program TEKAD Kecamatan Ruteng Menyasar Kelompok Difabel dan Kelompok Ibu-ibu Janda

Ruteng, Sorotntt.com,- Sejak diluncurkanya Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) oleh Kementrian Desa pada bulan Juli 2021, salah satu kabupaten sasaran program kabupaten Manggarai langsung mengekseskuisi pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Kecamatan Ruteng yang menjadi salah satu sasaran program melalui Fasilitator Kecamatan (FK) langsung mengidentifikasi desa sasaran baik pendataan maupun terjun langsung ke Desa.

Pada proses penggalian potensi desa, Kecamatan Ruteng benar-benar memiliki berbagai potensi unggulan baik holtikultura, peternakan maupun perikanan air tawar.

Diketahui yang menjadi perhatian TEKAD kali ini adalah data-data kelompok difabel (different ability) maupun ibu-ibu janda yang merupakan bagian dari pelaku pembangunan desa yang perlu secara serius diperhatikan.

Dengan bekerja sama, TEKAD dan pemerintah Desa secara bergilir melaksanakan rapat khusus kaum difabel dan ibu-ibu janda di setiap desa sasaran yang diawali dengan proses sosialisasi Program TEKAD dan selanjutnya penggalian gagasan, dua kelompok ini sangat antusias dengan berbagai usul saran.

Mereka bangga dan bersyukur atas perhatian pemerintah, dimana sejak bulan Juli 2021 sampai saat ini FK TEKAD kecamatan ruteng melakukan penelusuran wilayah di setiap desa untuk menggali berbagai potesi, masalah dan kebutuhan warga.

Seperti halnya di desa Benteng Kuwu kelompok difabel mengusulkan rencana usaha pembuatan tempe, kue, menjahit, produksi siru dan sari temulawak. Produk-produk tersebut nantinya akan dipasarkan di dalam dan luar desa. Secara bersama pengurus kelompok membuat rancangan anggaran sejumlah 35 juta rupiah. Sementara itu ibu-ibu janda berencana usaha pembuatan tempe dengan kebutuhan modal mencapai 15 juta rupiah.

BACA JUGA:  Warga Kelurahan Ulung Baras Polisikan Pegawai BLUDS PAM Matim

Begitu pula kelompok ibu-ibu janda desa Beo Rahong menamakan kelompok mereka dengan “IMAN” (Ibu-ibu Mandiri). Para ibu janda di desa ini berjumlah hampir 70 orang, dimana mereka mengusulkan rencana usaha demplot ternak babi dengan rencana anggaran mencapai 70 juta rupiah.

Tak hanya itu, di Desa Bea Kakor, selain kelompok karang taruna yang berencana memaksimalkan spot wisata Rohani, juga ada kelompok ibu-ibu janda yang menamakan dirinya kelompok “BERIMAN” (Bersatunya Ibu-ibu Mandiri).

Kelompok perempuan ini mengusulkan rencana usaha demplot pertanian holtikultura di satu anak kampung dan demplot pengembangbiakan ternak babi di 3 anak kampung yang berlokasi di dua dusun dengan rencana anggaran mencapai 70 juta rupiah.

Sementara itu di desa Belang Turi, kelompok difabel “Pasti Bisa” merencanakan membuka demplot pengembangbiakan ternak babi di dua dusun dengan rencana anggaran mencapai 50 juta.

Yang terakhir di Desa Bulan, selain dua kelompok campuran juga satu kelompok wanita tani dengan rencana usaha demplot holtikultura (sayur-sayuran).

Ifo Rani yang merupakan salah seorang penyandang Tuna Rungu,
dengan gaya khas komunikasinya pafa saat rapat rencana usaha Kelompok Difabel Desa Belang Turi mengatakan bahwa dirinya sangat-sangat terhormat mendapatkan undangan hari ini, apa lagi mendiskusikan tentang ekonomi produktif.

Ifo yang diketahui selama ini akifitasnya sebagai kameramen setiap hajatan di desa yang tentunya mendapatkan sedikit untuk pendapatanya.

Sementara itu salah satu ibu Janda
asal Desa Beo Bea Kakor mengatakan sangat senang disatukan dalam kelompok ini.

“banyak keinginan kami untuk beternak tetapi kami tidak memiliki modal usaha, hasil kerja kami sebagai buruh tani hanya untuk menghidupi anak anak kami yang masih kecil dan beranjak remaja”, Ungkap ibu 4 anak ini

BACA JUGA:  Kembali, di Matim Akhiri Hidup Dengan Cara Gantung Diri

Diketahui sebagian besar dari kelompok-kelompok tersebut sudah turut terlibat aktif dalam musyawarah RKPDes 2022 dan Pemerintah desa, BPD serta forum sangat mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di desa.

Plt Camat Ruteng Lodovikus D. Moa, S.kep, M,sc. pada saat Musyarawarh RKPDes Desa Beo Rahong tanggal 22 November 2021 mengapresiasi advokasi dan kolaborasi yang dilakukan Program TEKAD dalam membangun manusia.

“Membangun desa harus mulai membangun manusia. Saya tegaskan adovokasi dana desa wajib menempatkan bidang pemberdayaan sebagai prioritas dan hal ini sejalan dengan program TEKAD yang hadir saat ini,” tegas Lodovikus.

Ditempat terpisah Faskab Monev TEKAD, Gusti Paju pada kegiatan pertemuan identifikasi usaha kelompok “BERIMAN” Desa Bea Kakor pada Kamis, 25/11/2021 mengapresiasi tim TEKAD Kecamatan Ruteng yang sudah menempatkan GESI sebagai prioritas.

“Dari data capaian progress kegiatan yang kami terima, kami melihat hampir semua desa di kecamatan Ruteng membuka ruang keterlibatan kelompok terpinggirkan seperti ibu-ibu janda dan kelompok difabel serta pemuda, sehingga kami sangat terpanggil untuk memantau langsung proses yang dibangun oleh teman-teman FK,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama saat ditanya, FK pemberdayaan Kecamatan Ruteng Yustinus Sa mengatakan sejak hari pertama dia hadir di desa, pertama-tama yang dilihatnya adalah data desa khususnya Indeks Desa Membangun (IDM).

“Saya cukup sedih karena pada umumnya statue IDM desa sasaran TEKAD hampir sama yaitu tertinggal. Saya berkeyakinan bahwa prioritas kebijakan pembangunan diutamakan membangun manusia atau derajat pembangunan manusia yang tentunya seiring dengan pembangunan infrastrukrur. Kami bangga pemerintah desa sangat mendukung pelaksanaan program ini,” tegas Yustinus.

BACA JUGA:  Meriahkan HUT RI Ke -76, LBH Surya NTT dan DPW MOI Pasang Bendera dan Umbul-umbul

Perlu diketahui bahwa Program TEKAD bertujuan meningkatkan pendapatan keluarga dengan cara meningkatkan produksi dan melakukan inovasi sesuai potensi desa yang ada.

Oleh karena itu perlu mengadvokasi kebijakan penganggaran yang pro pada kebutuhan petani, peternak, nelayan. Dana desa adalh sumber daya yang diharapkan bisa digunakan untuk pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan dengan memperhatikan kelompok marjinal atau terpinggirkan.

Sementara itu Kepala Desa terpilih 2021 Desa Beo Rahong Donny Ampul sangat mendukung penuh program ini.

“Program TEKAD Desa Beo Rahong akan menyasar pada kelompok Ibu-ibu Mandiri (IMAN) dimana nanti disalurkan melalui BUMDes.” Doni menambahkan, ”Kami sangat berharap ada sinergisitas BUMdes dengan kelompok usaha masyarakat demi pembangunan ekonomi baik keluarga maupun PAdes.” Tutur Doni