PT MAP Lakukan Perbaikan Kerusakan Tembok Penahan Bahu Jalan di Kali Wae Pesi Reok

Daerah

Ruteng, SorotNTT.Com- PT Menara Armada Pratama(MAP) telah melakukan perbaikan atas kerusakan pada tembok penahan bahu jalan yang terletak di Batok, Desa Salama, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT.

Pantauan Media SorotNTT.Com dilapangan, Kamis 17 Desember 2020, pihak PT MAP telah melakukan perbaikan atas kerusakan tersebut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh oleh media ini dilokasi dari beberapa warga yang ada, penyebab retaknya tembok penahan bahu jalan ini akibat banjir besar yang melanda wilayah ini beberapa hari terakir.

Hujan yang terus mengguyur beberapa wilayah di Kabupaten Manggarai beberapa hari terakir ini, mengakibatkan banjir yang terjadi, tidak terkecuali di kali Wae Pesi ini.

Salah satu warga yang ada dilokasi Samsul Rizal kepada media ini menjelaskan bahwa awal pengerjaan tembok ini berjalan baik, dan arus lalu lintas berjalan normal, setelah banjir besar melanda wilayah ini beberapa hari terakir, maka timbul keretakan yang ada ini.

BACA JUGA:  GESER JUMAT Berlangsung Di Kecamatan Nelle

Tembok yang dibuat ini memang sangat rawan, karena hempasan air kali Wae Pesi ini langsung mengarah ke tembok ini, sehingga pukulanya sangat deras, jelas Sam.

Itu di akibatkan karena masih banyak sisa beronjong yang rubuh masih ada di badan kali ini, dan masih menumpuk, sehingga mempengaruhi aliran air.

Tiap tahun terjadi pengikisan tanah ini oleh banjir yang terjadi, karena jujur kami menyaksikan bahwa volume air banjir tiap tahun meningkat disertai material lain yang turut dibawah air.

Direktur PT MAP, Paulus Sumito saat dikonfirmasi media ini menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan perbaikan atas kerusakan yang terjadi.

BACA JUGA:  PILKADA DAN PILIHAN (POLITIK) KITA

Saat ini kita masih tahap pelaksanaan selama 270 hari kerja, dan berakir sampai bulan maret 2021, makanya untuk setiap kerusakan pasti kita perbaiki.

Apa yang dijelaskan warga, itulah kenyataannya, banjir besar yang terjadi mempengaruhi pekerjaan tersebut, karena hempasan air yang kuat langsung mengarah ketembok tersebut.

Yang pasti pukulan air ketembok itu sangat deras, dengan volume air yang begitu besar, pastinya itu mempengaruhi tembok yang ada.

Akibat lain yang terjadi dari derasnya banjir tersebut adalah, terjadi pengikisan fondasi pada dasar tembok tersebut.

Juga masih adanya tumpukan material bekas beronjong yang ada di badan kali Wae Pesi tersebut sangat mempengaruhi jalur aliran air.

Saat ini petugas kami terus berada dilapangan untuk melanjutkan pekerjaan serta melakukan perbaikan terhadap kerusakan, sampai semuanya dalam kondisi aman.

BACA JUGA:  Semarakan HUT Jakarta, Banom Sehaty Adakan Berbagai Festival

Tugas kita akan lakukan perbaikan atas setiap pekerjaan yang mengalami kerusakan, sambil terus melanjutkan pekerjaan yang masih tersisa, tutup Paulus.