Radio Manggarai EUCS di KPID NTT Kupang

Radio Manggarai Melakukan EUCS, KPID NTT: Programnya Bagus

Daerah Flores Timor

KUPANG, SorotNTT.com – Lembaga Penyiaran Swasta Radio Manggarai 88,00 FM telah melaksanakan Evaluasi Uji Coba Siaran (EUCS) oleh Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTT di Ruang Rapat Komisi I DPRD NTT di Kota Kupang pada Rabu (20/3/2019).

Dalam press release yang diterima SorotNTT.com, Rabu (20/3/2019) malam, Ino Jemadu, Pimpinan Redaksi Radio Manggarai menginformasikan bahwa Radio Manggarai menggelar presentasi pelaksanaan program dan penyiaran di depan Komisioner KPID NTT di kota Kupang.

Sesuai dengan ketentuan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Lembaga Penyiaran Publik ataupun Swasta wajib melaksanakan EUCS yang telah dilakukan selama enam bulan sebagai salah satu syarat mendapatkan ijin penyiaran selama 5 tahun ke depan.

“Keenam Komisioner KPID mengapresiasi program unggulan Radio Manggarai, yaitu Jurnalisme Warga,” ucapnya.

Salah seorang anggota komisioner, Maria Via Dolorosa Papha Swan mengaku sangat tertarik dengan program Jurnalisme Warga.

“Tapi, bagaimana cara (RM 88,00 FM) memfilter informasi live (langsung) dari warga. Katakanlah, tiba-tiba karena jengkel dengan pihak-pihak tertentu, pendengarnya maki-maki di radio, gimana itu?” tanya Maria.

Sedangkan Yeremias Pande, S.IP, Koordinator Bidang Isi Siaran juga menanyakan perihal informasi bohong yang bisa saja dilaporkan masyarakat.

“Bagaimana kalau ada masyarakat menyebarkan berita bohong saat live report. Bisa dipertanggungjawabkan?” tanya Yeremias.

Menanggapi hal tersebut, Ino Jemadu mengakui kemungkinan terjadinya ujaran kasar atau makian serta kabar bohong (hoaks) tidak bisa dielakkan. Oleh karena itu, dalam setiap siaran, penyiar wajib menyampaikan agar informasi jurnalisme warga harus sesuai dengan fakta dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ino Jemadu, Pimred Radio Manggarai 88,00 FM Ruteng
Ino Jemadu, Pimred Radio Manggarai 88,00 FM saat EUCS di KPID NTT di Kupang, Rabu (20/03/2019).

“Dalam kondisi tertentu, tidak bisa dipungkiri muncul kata kasar dari pendengar, bahkan menyampaikan kabar bohong. Tetapi, laporan-laporan langsung dari masyarakat ini sangat penting bagi masyarakat Manggarai yang masih memiliki keterbatasan media komunikasi. Misalnya, warga Manggarai Barat melaporkan longsor di Culu, warga dari tempat lain yang tidak memiliki televisi, HP canggih, dan signal internet bisa mendapatkan informasi lebih cepat,” jelas Ino menjawab pertanyaan dari anggota Komisioner KPID.

Lebih lanjut Ino menjelaskan bahwa kata-kata kasar ataupun hoaks bisa disebarkan melalui media apa saja. Tidak hanya radio. Bahkan, di televisi saja orang bisa buat hoaks. Kemudian, bagaimana menyaring hal-hal tersebut?

‚ÄúPertama, Penyiar Radio Manggarai mengimbau kepada masyarakat agar menyampaikan informasi yang sesuai dengan fakta, dapat dipertanggungjawabkan, dan layak dikonsumsi publik. Kedua, masyarakat dihimbau agar sadar hukum, bahwa menyebarkan informasi bohong atau hoaks, mengeluarkan kata-kata kasar, rasis, ataupun harassment adalah pelanggaran hukum. Melanggar UU ITE,” tutup Ino.

Hadir dalam kegiatan tersebut, keenam Komisioner KPID NTT Eksi Edison Riwu, S.Pd selaku Ketua KPID, Maria Via Dolorosa Pabha Swan selaku Wakil Ketua KPID, Onesimus Y.M Lauata, S.Pt selaku Koordinator Bidang Kelembagaan, Drs. Burhanudim Gesi, M.Hum selaku Koordinator Bidang Perizinan, Yeremias Pande, S.IP Koordinator Bidang Isi Siaran, dan Logo A. Rudi Riwu Kaho, S.Sos selaku anggota Bidang Isi Siaran. Radio Manggarai diwakili Ino Jemadu dan Titin Dullah, serta jajaran redaksi salah satu radio peserta EUCS dari Sabu Raijua, yaitu Radio Musafir Voice.

Laporan: Lalong Ferdinandus