Satu Orang Tewas di Dataran Persawahan Gising Elar Selatan

BORONG, sorotNTT.com-Satu orang tewas di Dataran persawahan Gising, Desa Sangan Kalo, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Flores-Nusa Tenggara Timur.

Data yang berhasil dihimpun sorotNTT.com, kejadian naas tersebut bertempat di Dataran Gising pada Sabtu,(19/10/2019) dan diperkirakan pukul 10.00 Wita.

Berikut kronologis kejadiannya: 

Sebanyak 17 orang warga Desa Sangan Kalo menuju lokasi dataran Gising untuk melakukan pengukuran lahan yang selama ini digarap oleh warga tetangga itu.

Salah satu warga Sangan Kalo yang enggan namanya dimediakan saat diwawancarai sorotNTT.com mengatakan,  bertempat di lokasi dataran Gising  bagian barat kami melakukan kegiatan pengukuran lahan yang kami kerjakan selama ini. 

“Belum sempat kami patok, muncul 3 orang dari kali Wae Mapar warga Benteng Tawa 1 dan mereka naik area MATIM. Pada saat itu juga, muncul dari penggilingan Kampung Ruping banyak orang dan mereka menyebar sepanjang area yang kami kerjakan itu”, kata sumber itu.

BACA JUGA:  Saat Presiden Mampir ke Toko Kerajinan di Ubud

Kendati demikian, lanjutnya, setelah muncul banyak orang dari warga sebelah, akhirnya kami gulung meteran dan menyisir sepanjang hamparan yang kami kerjakan dan diperkirakan jaraknya 500-600 m. Saat itu, kami berbelok kearah selatan, dan berteduh di sebuah pondok.
 
“Di pondok itu Kami melakukan diskusi agar kegiatan pengukuran ditunda lantaran warga dari Sangan Kalo sangat kurang ketimbang warga dari pihak sebelah”, jelasnya. 

Diakuinya, sementara kami diskusi muncullah satu warga dari Umandawa. Dia datang kearah kami untuk memberikan informasi agar jangan lakukan kegiatan hari ini karena istri dan anak saya dgn mobil ada di kali, saya jawab untuk lakukan kegiatan tidak, karena warga disebelah lebih banyak, kurang lebih 200 orang , kami  cuma 17 orang. 

“Bapak sekarang pergi panggil istri dan anak untuk pulang ke rumah jangan sampai mereka menyerang bapak dan istri. Usai memberi informasi, warga Umandawa tersebut pergi jemput istri”, katanya mengulangi percakapan itu.

BACA JUGA:  Pemda Matim Lakukan Pembakaran Sampah Limba B3 di Mesin Insenerator Milik RSUD Borong

Masih kata dia, tepat di batas area yg kami kerjakan warga Benteng Tawa 1 langsung keluar dan menyerang kami yang lagi berteduh membelakangi sehingga kami tdk melihat warga Ruping yang datang. 

“Karena kebisingan angin, kami pindah ke arah tepatnya di bawah pohon kawak di tengah sawah dataran Gising. Saat kami mau siap makan, kami ketinggalan 2 orang di pondok lantaran warga Benteng Tawa 1 melihat  2 orang warga kami. Saat itu warga Benteng Tawa kejar 2 orang warga sangan kalo, bahkan mereka menyerang sampai di pohon kawak tempat kami makan”, bebernya. 

Dia menambahkan, saat itu mereka lempar menggunakan batu dan kami tidak ladeni mereka. Selain dilempari pake batu, mereka tembak pake senapan angin dan satu warga Sangan Kalo kena di lengan tepatnya di bagian siku bagian kanan. Posisi saat itu, kami belum reaksi tetapi setelah tembak yang kesekian kalinya terhadap warga Sangan Kalo, kami bereaksi  dan menyerang balik, mereka datang dengan membawa panah, serta senapan angin sebanyak 3 buah.

BACA JUGA:  "KEBERADAAN JAKSA HENDERINA MALO DI KEJATI NTT JANGAN JADI HAMBATAN PENYIDIKAN ATAS PERAN ABSALOM SINE"

“Disaat terjadi perlawanan dari kami,  satu warga Ruping  jatuh akibat aksi perlawanan, melihat hal ini warga dari pihak sebelah langsung mundur”, pungkasnya.