Satu Rumah Warga di Lembor Diterjang Puting Beliung, Begini Kondisinya

Daerah

Labuan Bajo, SorotNTT.com-Puting beliung menerjang satu rumah warga, Emanuel Natal di kampung Poco Dedeng, Desa Poco Dedeng, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Selasa (17/11/2020), pukul 14:30 WITA.

Kejadian naas ini tidak mamakan korban nyawa. Hanya rumah milik Emanuel Natal hancur parah akibat disambar angin kencang. Angin kencang membuat atap rumah terbongkar dan terbang. Kayu-kayu penyanggah sing juga rusak parah, sehingga rumah menjadi bolong. Kayu-kayu jatuh berserakan dan merusak perlengkapan di dalam rumah. Beberapa perlengkapan itu masih bisa digunakan. Sedangkan yang lain sudah tidak bisa dipakai lagi.

Melihat kejadian itu, warga dan pemerintah setempat berbondong-bodong ke tempat kejadian. Pemerintah setempat masih melakukan pantauan terhadap rumah yang terdampak angin puting beling itu. Tim dari pemerintah setempat juga mengambil data-data untuk dilaporkan ke pemerintah kabupaten.

Saat dikonfirmasi media ini, Kepala Desa Poco Dedeng, Donatus Vidi menyapaikan bahwa kejadian angin puting beliung itu datang secara tiba-tiba menerjang kampung Poco Dedeng.

“Tadi sebelum hujan sekitar pukul 14:00, belum ada tanda-tanda angin puting beliung. Sekitar 30 menit kemudian, angin puting beliung menghantam kampung Poco Dedeng. Dan salah satu rumah warga yang terkena yaitu rumah milik Emanuel Natal, rusak parah. Juga ada satu rumah warga, Nobertus Natu yang hanya mengalami rusak ringan akibat puting beliung,” jelas Kades.

Saat ini pihak pemerintah desa masih mengumpulkan data-data terkait rumah yang terdampak angin puting beliung itu. Data itu diteruskan dan dilaporkan ke pemerintah di kecamatan. Dan pihak kecamatan akan melaporkan ke pemerintah kabupaten untuk mendapatkan bantuan.

Untuk diketahui, saat ini Emanuel Natal bersama isteri Maria Juliana dan kedua anak diungsikan ke rumah warga sekitar. Emanuel sekeluarga berharap sentuhan tangan kasih pemerintah dan semua orang agar bersama-sama memperbaiki rumah yang rusak parah itu.

Laporan dan Editor: Pepy Dain