Sebelum Timbulkan Konflik, Pemda Matim Harus Turun Tangan Terkait Tapal Batas Golo Tolang Dengan Pong Ruan

Borong,Sorotntt.com- Pemuda Desa Golo Tolang desak Kadis Pertanahan memperjelas letak tapal batas di Desa Golo Tolang dan Desa Pong Ruan di Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal itu diungkapkan oleh Yosef F. Irno Mbolang salah satu pemuda Desa Golo Tolang.Menurutnya, Pemdes Golo Tolang dan  Pong Ruan dalam mengambil keputusan tanpa melalui jalur musyawarah bersama warga setempat( RT Mera) , hal itu di tandai dengan adanya penolakan dari Dusun watu ata, RT Mera.

“Sebagai pemuda saya sangat kecewa tindakan yang di ambil oleh ke dua pemdes tersebut, langkah yang di ambil sangatlah keliru”, Ujar Irno Senin,13/12/2021.

BACA JUGA:  Sinsei George Hadjoh Bertekad Membangkitkan NTT Lewat Cabor Shorinji Kempo

Ia menilai , Langkah yang diambil oleh Pemerintah Desa Golo Tolang kurang menelisik dalam mengambil langkah yang di nilai kontradiktif.

“Secara geografis dan historis RT Mera masuk di wilayah Desa Golo Tolang. Penetapan dan pengesahan batas wilayah sebuah desa harus menjadi perhatian khusus pemerintah, agar tidak memicu konflik. Di sisi lain, ketidak jelasan tapal batas akan berimbas pada kurang lajunya peroses pembangunan di RT tersebut”,Tegas Irno.

Dikatakannya, Tujuan dari penetapan dan penegasan batas desa untuk menciptakan tata tertib administrasi  pemerintah, memberikan kejelasan dan kepastian hukum terhadap batas wilayah suatu desa memenuhi aspek teknis dan yuridis.

BACA JUGA:  Teno Luwuk: Banyak Program Baru Yang di Tawarkan Kewarga Luwuk, Itu Tidak Merubah Keputusan Kami

“Batas desa adalah pembatasan wilayah administrasi pemerintah antar desa yang merupakan rangkaian titik- titik kordinat yang ada pada permukaan bumi dapat berupa tanda-tanda seperti pilar ( Naga Beo), dan unsur unsur lain yang dituangkan dalam betuk petah”, Kata Irno.

Sementara itu, SM warga RT Mera terus melakukan penolakan atas tindakan yang di ambil oleh kedua pemdes tersebut.

“Saat ini kami terus berusaha menggali informasi terkait kejelasan tapal batas, agar persoalan ini cepat di atasi secara jelas. kadis pertanahan Matim secepatnya untuk menyelesaikan persoalan ini”,Harapnya.

BACA JUGA:  Ketua DPD Hanura Hadiri Syukuran Pelantikan Dominggus Beukliu Sebagai Anggota DPRD

Laporan: Dodi Hendra