Sekda Sumba Tengah Buka kegiatan Penguatan Aksi Konvergensi Stunting

Sumba Tengah,Sorotntt.com- Bertempat di Aula Bappelitbangda Kabupaten Sumba Tengah, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Tengah, Drs. Umbu Eda Pajangu, M.Si menghadiri dan membuka kegiatan Advokasi Rekomendasi Kebijakan Penguatan Aksi Konvergensi Stunting dengan Penetapan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pencegahan Stunting Tingkat Kabupaten Sumba Tengah dan Launching Aplikasi Ce-Ting (Cegah Stunting), Selasa 14/12/2021.

Kegiatan ini merupakan kerjasama Bidang Litbang Bappelitbangda Kabupaten Sumba Tengah dan Loka Litbang Kesehatan Waikabubak.

“Kegiatan ini dirasa sangat strategis dimana pada era digital saat ini peranan teknologi sangat diperlukan, hal ini merupakan tujuan jangka panjang pemerintah yang akan kita tuju,” ujar Kepala Bappelitbangda Kabupaten Sumba Tengah, Dr. Martinus Jurumana, M.Si ketika memberikan pengantar dalam kegiatan tersebut.

Dirinya menambahkan kerjasama ini menghasilkan sebuah aplikasi yang bernama Ce-Ting (Cegah Stunting) aplikasi ini dibuat untuk membantu para penggunanya dalam penanganan stunting.

“Aplikasi untuk membantu meringankan beban kerja, namun aplikasi ini bisa jadi penghambat apabila SDM yang mengelolanya tidak punya keahlian dan kemampuan untuk mengoperasikan. Oleh karena itu diperlukan Tenaga IT yang handal dan terampil dalam pengoperasian aplikasi tersebut.” Jelas Kaban Bappelitbangda.

BACA JUGA:  Jadi Inspektur Apel Pengamanan Natal dan Tahun Baru ,Ini Pesan Bupati Sumba Tengah

Pelaksana Tugas Kepala Badan Litbang Kesehatan yang diwakili oleh koordinator kelompok substansi jejaring informasi dan dokumentasi, Cahaya Indriati yang mengikuti kegiatan tersebut secara daring mengatakan , aplikasi tersebut harus dipahami secara benar oleh penggunanya karena setiap informasi yang diberikan harus dapat dipertanggungjawabkan keakuratan datanya . sehingga penyampaiannya bisa diketahui oleh Pimpinan Daerah dan stakeholder lainnya.

Dirinya mengharapkan kedepan adanya penajaman informasi yang disampaikan dalam penanganan stunting lewat pemanfaatan aplikasi Ce Ting tersebut.

Kepala Loka Litbang Kesehatan Waikabubak, Roy Nusa, SKM.,MSi dalam sambutannya mengatakan kehadiran aplikasi ini untuk mengintervensi sasaran di lintas sektor terkait penanganan stunting seperti contoh pada OPD yang mempunyai program kegiatan strategis seperti pemenuhan kebutuhan pangan dan nutrisi bisa diarahkan untuk berkontribusi dalam penanganan stunting.

“Selain itu aplikasi ini juga terintegrasi dengan NIK dan sudah by name dan by address“,Katanya lagi.

BACA JUGA:  49 KK Desa Golo Linus Terima BLT DD Tahap III, Fransiskus Ketang: Jangan Gunakan Uang BLT Untuk Beli Miras

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Tengah, Drs. Umbu Eda Pajangu, M.Si dalam sambutannya mengatakan selama ini penanganan stunting secara garis besar dilakukan melalui intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif yang difokuskan pada 1000 (seribu) Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Intervensi gizi spesifik adalah intervensi yang berhubungan dengan peningkatan gizi dan kesehatan, sementara intervensi gizi sensitif adalah intervensi pendukung seperti penyediaan air bersih dan sanitasi,” ujar sekda Umbu Eda

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih dan mengapresiasi kepada Loka Litbang Kesehatan Waikabubak bekerja sama dengan Bidang Litbang Bappelitbangda Sumba Tenggah yang telah berkontribusi meluncurkan sebuah aplikasi Ce-Ting (Cegah Stunting) yang mana aplikasi ini diharapakan dapat membantu penggunanya yaitu Perangkat Daerah terkait dan para stakeholder lainnya dalam mengolah data stunting, sehingga pada akhirnya dapat memberi manfaat yang optimal dan berkontribusi pada penurunan prevalensi stunting”,Tutupnya.

BACA JUGA:  Siepropam Polres Mabar Temukan Ini Saat Sidak di Polsek Komodo dan Polsek Lembor

Kegiatan dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Administrasi Pembangunan, Kepala Loka Litbang Kesehatan, Kepala Bappelitbangda, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga serta para Kepala Puskesmas.