Sembilan Cafe dan Karoke di Matim Belum Mengantongi Izin Usaha, DPMPTSP Keluarkan Surat Penegasan

Daerah

Borong,Sorotntt.com -Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) sudah mengeluarkan surat Penegasan Kewajiban Pengurusan Izin Usaha kepada pelaku usaha.

Surat dengan nomor DPMPTSP. 576/81/VII/2021 itu ditujukan kepada para pelaku usaha cafe dan karoke di wilayah Matim.

Kepala Dinas PMPTSP kabupaten Matim Drs. Aleksius Rahman menjelaskan bahwa pihaknya akan mengeluarkan izin usaha jika para pelaku usaha sudah mengantongi izin dari beberapa dinas terkait.

“Sesuai SOP, kami akan keluarkan izin usaha jika para pelaku usaha sudah mengantongi Izin Lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), dan Izin Usaha Pariwisata dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan”,Jelas Aleks pada Rabu,21/7/2021 di ruang kerjanya.

Saat ini, lanjutnya, ada sembilan (9) lokasi cafe dan karoke yang belum mengantongi izin dari dinas-dinas terkait.

“Selain di kota Borong, ada satu cafe dan karoke di kampung Satar Teu, desa Satar Punda, kecamatan Lamba Leda Utara yang juga belum mengantongi izin. Semoga dengan adanya surat penegasan ini, mereka (pelaku usaha) sesegera mungkin mengurus izin”, harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Manggarai Timur Donatus Datur mengatakan hingga saat ini belum ada pelaku usaha yang datang untuk mengurus izin lingkungan.

“Belum ada yang datang urus izin. Kalau mereka (pelaku usaha) datang, tentu kami akan turun ke lapangan untuk memastikan apakah usaha itu mengganggu ketenangan masyarakat atau tidak”, kata pria yang akrap disapa Don itu.

Dia menjelaskan pihaknya akan memberikan solusi jika ada hal-hal yang menjadi kendala di lapangan.

“Misalkan suara musik yang menjadi penyebabnya, tentunya kami sarankan untuk memasang peredam suara. Jika disebabkan limbah, maka kami sarankan untuk buat tempat penampungan limbah”, ujarnya.

Laporan : Dodi Hendra