pentas-budaya-nusantara-universitas-marwadewa

Seni Budaya NTT Meriahkan Pentas Budaya Nusantara Universitas Warmadewa

Daerah

Denpasar, SorotNTT.com – Univesitas Warmadewa menggelar Pentas Budaya Nusantara dengan tema Merajuk Menjaga dan Memupuk Rasa Kebinekaan, Keberagaman Dan Nasionalisme Dari Warmadewa Untuk Indonesia‚ÄĚ. Acara tersebut¬† digelar di ruangan Auditorium Universitas Warmadewa.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan Korpri Bali, Dr. Drs. A.A.G. Oka Wisnumurti, M.Si, Akademika Universitas Warmadewa dan tamu undangan lain nya.

Mahasiswa NTT tersebut menampilkan beberapa tarian adatnya masing – masing yang berasal dari beberapa kabupaten.

Mahasiswa dari Kabupaten Manggarai menampilkan Tarian Wela Rana. Ketua Ikatan Mahasiswa Manggarai Warmadewa (IKMMW), Rian Ngari menyampaikan Tarian Wela Rana merupakan tarian adat Manggarai yang menggambarkan keelokan dan keanggunan wanita Manggarai yang perawakannya seperti bunga yang pertama kali mekar (Wela Rana).

Itu menceritakan perempuan Manggarai yang cantik dan masih muda Wela Rana itu sebutan untuk gadis cantik yang masih perawan. Karena Wela itu kalau dikaitkan dengan perempuan berarti bunga atau baru pertama kali, perempuan yang masih suci.

Mahasiswa dan Muda – Mudi dari Kabupaten Malaka menampilkan Tarian Bidu Lok. Ketua Mahasiswa dan Muda Mudi Malaka, Senon Apriyanto Nahak menjelaskan Tarian Bidu Lok merupakan tarian tradisional yang berasal dari tradisi adat masyarakat Malaka yang sudah diwariskan secara turun temurun.

Tarian ini digunakan masyarakat Malaka sebagai media bagi pemuda dan pemudi, khususnya bagi para remaja yang sudah direstui orang tua mereka atau sudah siap dinikahkan, untuk saling mengenal dan memilih jodoh yang mereka inginkan.

Mahasiswa dan pemuda dari Kabupaten Nagekeo yang tergabung dalam paguyuban Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Nagekeo (IKMAPENA) – Bali membawakan tarian Tea Eku. Ketua IKMAPENA – Bali, Emilianus Eto Tonga menerangkan bahwa tarian Tea Eku berasal dari kata Tea dan Eku. Tea berarti getar, hal ini bisa dilihat dari gerakan kaki penari yang menggetarkan irama musik. Sedangkan Eku berarti lambaian sapu tangan, hal bisa dilihat dari atribut yang mereka gunakan.

Mahasiswa dari Kabupaten Sumba Barat Daya membawakan Tarian Woleka. Penari Woleka, Umbu Redda, setelah selesai menampilkan tarian tersebut menerangkan bahwa Tarian Woleka ini merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari Sumba Barat Daya (SBD). Konon, Tari Woleka dulunya merupakan bagian dari upacara bentuk syukur kepada para leluhur dalam kepercayaan masyarakat Sumba. Upacara itu juga dipercaya sebagai bentuk pemulihan akan pelanggaran dan kesalahan manusia, yang dirayakan dengan pemotongan hewan korban, perjamuan, serta tari tarian yang kini berkembang menjadi Tari Woleka.

Selain empat tarian yang dibawakan oleh mahasiswa dan muda-mudi NTT dari empat kabupaten, adapun Mahasiswi Universitas Warmadewa, Fakultas Fisip, Yuliana Lundriani Dale mempersembahkan sebuah lagu yang berjudul Flobamora.

Diakhir kegiatan, Koordinator Mahasiswa NTT Universitas Warmadewa, Efraim M. Reda menyampaikan ucapan terima kasih kepada penyelenggara kegiatan Pentas Budaya Nusantara yang telah memberi ruang bagi mahasiswa maupun muda – mudi dari NTT, untuk mengaktualisasikan diri melalui pementasan seni budaya NTT di Universitas Warmadewa.

Efraim menambahkan, bahwa NTT memiliki begitu banyak seni budaya yang bisa diperkenalkan dan ditampilkan oleh anak muda NTT sendiri kepada masyarakat luas dan mereka akan selalu siap untuk menampilkan seni budaya NTT pada kegiatan – kegiatan selanjutnya.

Laporan : Tim