SMK St. Bertholomeus Benteng Jawa

SMK St. Bertholomeus Benteng Jawa Menerima Pendaftaran Siswa Baru

Daerah Flores

BORONG, SorotNTT.com – SMK St. Bertholomeus Benteng Jawa, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur menerima pendaftaran siswa-siswi baru tahun ajaran 2019-2020. Sekolah tersebut berada di bawah naungan Yayasan Rendong Mata Leso yang menyelenggarakan dan mendirikan SMK St. Bartholomeus Benteng Jawa.

SMK ini berniat untuk mendidik dan melatih peserta didik agar memiliki kecakapan dan keterampilan hidup dalam era revolusi industri 4.0 dan society 5.0. SMK ini membentuk anak-anak untuk memiliki keterampilan kerja masa depan dalam teknologi digital.

Salah seorang staf pengajar di sekolah yang baru didirikan itu, Frumensius Manjulung mengatakan, latar belakang berdirinya SMK St. Bartholomeus adalah karena di Kabupaten Manggarai Timur memiliki puluhan SMP.

“Filosofi dan metodologinya adalah pengalaman belajar yang bermakna dan berguna dalam kehidupan sehari-hari sesuai motonya, yakni ‘Mari dan lihatlah: be kind, be specific, be helpful’. Melalui proses belajar sambil bekerja, peserta didik menjadi anak yang baik, anak yang menghasilkan karya yang spesifik dan karya itu berguna bagi kemaslahatan bersama. Itulah makna dari moto, mari dan lihatlah,” ujar Frumen.

Visi SMK St. Bertholomeus Benteng Jawa adalah membangun peradaban kasih persaudaraan manusia. Sedangkan misinya, adalah:

  1. Membentuk kecakapan hidup yang sehat, bahagia, dan sejahtera
  2. Merawat hidup bersama yang harmonis dan humanis serta ramah lingkungan
  3. Menata sosio ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan dengan memperhatikan kearifan lokal
  4. Menyatukan secara utuh dan menyeluruh sains, teknologi, engineering, matematika, dan numerasi dengan etika moral spiritual
  5. Menanamkan kemampuan computational thinking
  6. Menjaga komunikasi dan silaturahmi yang mempererat rasa persatuan dan persaudaraan manusia

Berdasarkan dokumen pendirian sekolah yang diperlihatkan pada kami, struktur kurikulum dari sekolah yang akan membuka kelas pertamanya dalam tahun ini, adalah pendidikan agama Katolik dan budi pekerti, pendidikan kesehatan dan olahraga, pendidikan kesenian dan budaya, pendidikan bahasa dan komunikasi, pendidikan sosio ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan, sosio entrepreneur, pendidikan literasi finansial, pendidikan teknologi informasi dan komunikasi, dan pendidikan kepemimpinan.

“Kurikulumnya didesain untuk menjawab kebutuhan hari ini dan masa yang akan datang. Apa yang dibutuhkan dalam dunia kerja saat ini adalah kecakapan artifisial dan orang yang kreatif, komunikatif, dan kolaboratif. Kecakapan computational thinking, mengolah informasi berbasis big data, ecommerce, aplikasi, dll.” tutup Frumen.

Laporan: Dodi Hendra