Soal Oknum Pegawai Dinsos Pungut Biaya Pengurusan Akta Nikah, Kadis Dukcapil Matim Gerah

Daerah

Borong, Sorotntt.com- Kepala Dinas Kepedudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Manggarai Timur, NTT, Robertus Bonefantura gerah dengan ulah salah satu oknum pegawai di Dinas Sosial Matim karena menjual Disdukcapil soal pemungutan biaya untuk Akta Nikah kepada masyarakat di Kecamatan Elar Selatan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Dukcapil Matim Robertus Bonefantura kepada media ini pada Rabu,02/12/2020 via WhatsApp. Ia mengatakan pengurusan dokumen kependudukan baik itu pelayanan di Kantor Dukcapil di Lehong maupun pelayanan saat melakukan pelayanan keliling (pelayanan langsung di Desa/Kelurahan) semuanya bersifat gratis ( tanpa pungut biaya).

” Tidak ada pungut biaya dalam mengurus Akta Nikah. Saya sampaikan bahwa saya sangat menyesal ulah dari oknum tersebut, karena sangat merugikan masyarakat di Kecamatan Elar Selatan,” tegas Kadis Dukcapil Matim.

Lanjut Kadis yang akrap disapa Rober itu mengharapkan agar Kepala Desa Sangan Kalo dan aparat desa lainnya untuk melaporkan oknum tersebut ke pihak penegak hukum.

“Saya minta Kepala Desa Sangan Kalo agar melapor oknum tersebut untuk minta pertanggungjawabannya. Saya juga akan melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Sosial,” tutupnya.

Dilansir dari media online klivetvindonesia.com Rabu ,02/12/2020, ratusan warga di Kecamatan Elar Selatan dikabarkan telah mengumpulkan uang sebanyak Rp. 50.000 hingga Rp. 80. 000 ribu rupiah guna mengurus Akte Nikah kepada oknum yang diduga bekerja di Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Timur pada bulan September 2019 yang lalu.

Ketua BPD Desa Sangan Kalo, Siprino Anggal pada Selasa,(17/11//2020) di Wukir menceritakan bahwa, pada bulan November 2019, masyarakat disuruh ke Kantor Desa Sangan Kalo untuk mengurus dokumen Akta Nikah. Waktu itu, demi mengurus AktaNikah, masyarakat yang tidak ada uang terpaksa harus ijon untuk kepentingan dokumen yang diserahkan kepada pegawai Dinsos Kabupaten Manggarai Timur.

Laporan : Dodi Hendra
Editor: Pepy Dain