Stefania Tanggo pengusaha warkop sederhana

Stefania Tanggo, Seorang Pengusaha Warkop Sederhana

Daerah Flores Wisata

BORONG, SorotNTT – Salah satu jenis usaha yang populer di kalangan masyarakat menengah ke bawah adalah membuka usaha warkop (warung kopi). Warkop adalah sebuah warung kecil yang menjual kebutuhan pokok, seperti kopi, teh, mie instan, dan kebutuhan lainnya. Usaha ini banyak dipilih oleh sebagian masyarakat karena memiliki peluang yang bagus. Demikian pun dengan Stefania Tanggo, seorang pengusaha warkop sederhana di pinggir jalan.

Senyum mengembang selalu nampak di raut wajah Stefania Tanggo (25) ketika ada pengunjung yang datang mengunjungi warungnya. Perempuan yang berasal dari kampung Golo Laci, Desa Golo Leda, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur itu, tampak semangat membuka sebuah usaha kecil yang digelutinya saat ini, yakni warkop.

Pekerjaan pokok Stefania adalah Pegawai Tata Usaha di sebuah Sekolah Dasar Inpres (SDI) Beaka Ntangis. Selain sebagai pegawai tata usaha Stefania bekerja sebagai penjual kopi. Warung kopi milik Stefania yang berukuran 5 kali 3 meter itu hampir setiap hari ramai dikunjungi.

Pekerjaan ini dia lakukan untuk menambah kebutuhan hidup sehari-hari yang menurut dia sangat sulit dan serba susah.

Jarak dari Kota Borong, ibu kota Kabupaten Manggarai Timur, ke warkop ini sekitar 6 kilometer. Kalau  menggunakan kendaraan roda dua Anda bisa menempuh jarak kurang lebih 30 menit. Jalur transportasi ke tempat ini lumayan bagus namun masih ada sedikit yang berlubang-lubang. Jangan kawatir lelah Anda akan terbayar ketika Anda menyeruput kopi buatan Stefania Tanggo sambil menikmati pemandangan alam yang ada di sekitar warkop tersebut. Bagi para pencinta kopi. Kamu bisa saja menikmati kopi di warkop Stefania Tanggo tempatnya sangat strategis, yaitu berada di samping badan jalan jalur Borong – Nceang.

Pengunjung warkop sederhana Stefania Tanggo

Stefania Tanggo, pemilik warung kopi menjelaskan, awalnya termotivasi membuat warung ini karena melihat tempatnya sangat strategis dan hampir setiap hari banyak sekali orang melewati jalur ini.

“Untuk itu saya langsung berpikir untuk membuat sebuah warung kopi di tempat ini. Mengapa saya pilih tempat ini karna tempat ini cukup menarik dan pemandangan di sekitar lokasi warung ini sangat bagus. Situasinya pun juga sangat hening dan sepi,” ungkapnya.

Rata-rata, lanjut Stefania, pengunjung yang datang mengunjungi warkop ini setiap hari mencapai 10-20 orang. Dengan rata-rata penghasilan yang didapatkan setiap hari mencapai Rp 300.000.

Stefania berharap, dengan hasil usaha yang dia jalani saat ini ke depan bisa lebih maju dan lebih sukses. Dan pengunjung juga yang datang ke tempat ini setiap hari semakin bertambah melebihi pengunjung di hari-hari sebelumnya.

Terpisah, Apholonia da Silva, salah seorang pengunjung warkop, menuturkan, “Tempat ini sangat indah dan bagus, juga sangat sepi. Udaranya sangat sejuk. Tempat ini cocok sekali untuk dinikmati karena lokasinya cukup strategis.”

Penulis: Mulia Donan / Rifand Apur