Strategi Pembentukan Karakter Peserta Didik Melalui Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Penulis : Yufentus Panok,S.Pd.,Gr
(Kepala Sekolah SMAN 2 Macang Pacar)

Sorotntt.com,- Pendidikan  adalah sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Pendidikan karakter mengajarkan kebiasaan cara berpikir dan prilaku yang menbantu individu untuk hidup dan bekerja sama sebagai keluarga, masyarakat, dan bernegara dan membantu mereka untuk membuat keputusan yang dapat dipertanggung  jawabkan. Pendidikan memiliki  peranan yang sangat penting dalam  pembentuka karakter. Sebagai aspek kepribadian, karakter merupakan cerminan dari kepribadian secara utuh dari seseorang: mentalitas, sikap dan perilaku.

Mata Pelajaran PKn merupakan  sarat isi dengan nilai-nilai pancasila untuk membentuk kepribadian. Nialai -nilai Pancasila  tidak cukup hanya sampai pada penghafalan, melainkan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik dalam bentuk  Tindakan nyata dan  dipraktekan dalam lingkungan masyarakat dimana dia berada. Oleh karena itu  pembelajaran PKn  sangatlah penting bagi peserta didik  sehingga bisa membiasakan diri  untuk berprilaku yang positif serta bisa menanamkan nilai -nilai  Pancasila dalam kehidupan  berbangsa dan  bernegara dan dapat   mewujudkan pribadi bangsa yang berkualitas.

Akan tetapi dizaman yang sudah maju dengan hadirnya berbagai  macam perkembengan Tehnologi yang  begitu pesat yang membuat karekter anak mudah terpengaruhi sehingga terumus dengan hal-hal yang negatif, nilai-nilai kesopanan, budi pekerti seakan -akan telah diabaikan dan   mata pelajaran   PKn seolah-olah terlupakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia khususnya bagi kalangan Remaja.

BACA JUGA:  Tokoh Masyarakat Maluku, NTT dan Papua di Yogyakarta Bertemu Dengan Kapolda DIY

Kenakalan remaja di era modern ini sudah melebihi batas yang kewajarnya, Banyak anak dibawah umur yang sudah melakukan Tindakan asosila pergaulan bebas ,merokok, mabuk, judi , tidak menghargai guru,tutur kata yang tidak sopan baik terhadap sesama teman maupun terhadap guru-guru bahkan  jarang mengikuti Ibadah atau kegiatan –kegiatan keagamaan bahkan tidak mengenal diri sendiri.

Mereka lebih mengutamakan  kegiatan duniawi dan lebih mementingkan diri sendiri atau sikap individualisme tidak bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.

Dalam pengembangan karakter  peserta didik di sekolah, guru memiliki posisi yang sanagat strategis sebagai  pelaku utama dalam kegiatan pemebelajaran dan  Guru juga  merupakan sosok yang bisa ditiru atau menjadi idola  bagi peserta didik, Guru bisa menjadi sumber inpirasi dan motivasi peserta didiknya sikap dan prilaku seorang guru sangat membekas dalam diri  peserta didik sehingga ucapan, karakter dan kepribadian guru menjadi cerminan  peserta didik sehinagga  demikian guru memiliki tanggung  jawab moril dalam menghasilkan generasi yang berkarakter, berbudaya, dan bermoral.

Tugas-tugas manusiawi itu merupakan transpormasi, identifikasi, dan pengertian tentang diri sendiri, yang harus dilaksanakan secara bersama-sama dalam kesatuan yang organis, harmonis dan dinamis. 

BACA JUGA:  Laga Perdana Laskar Pacar FC vs Puing FC Berakhir dengan Skor Kacamata

Mata Pelajaran PKn merupakan salah satu mata pelajaran yang bertujuan untuk membentuk  karekter peserta didik dan  warganegaranya   baik dalam kehidupan sehari-hari atau dalam kehidupan berbangsa dan bernegara  sehingga terciptalah generasi bangsa yang cerdas dan bermoral.

Ada berbagai upaya untuk memebentuk karekter peserta didik  Melalui :

1. Pendidikan di sekolah

Semakin tinggi pendidikan karakter (sikap dan moral) di sekolah, maka karakter atau  perilaku siswa akan semakin mudah dibentuk.

2. Agama yang dianutnya.

Seseorang yang taat beragama, akan melaksanakan ibadahnya  dan kebiasaan dalam  agamanya.

3. Lingkungan

Tempat tinggal  juga  dapat mempengaruhi perilaku siswa di sekolah. Orang yang lingkungan tempat tinggalnya bersih, akan selalu menjaga kebersihan di sekolah. Begitu juga sebaliknya, orang yang lingkungan tempat tinggalnya kurang bersih, maka kesadarannya akan  kebersihan sekolah rendah.

4. Perhatian dan kasih sayang Orang Tua.

Keluarga merupakan tempat pertama pembentukan perilaku anak. Kurangnya perhatian orangtua pada anaknya, akan berpengaruh besar terhadap sikapnya. Siswa yang sering berbuat jahil atau nakal di sekolah, bisa saja disebabkan oleh kurangnya perhatian dari orangtuanya. Itu mereka lakukan agar mendapatkan perhatian dari guru maupun teman-temannya.

5. Pergaulan sehari-hari.

Pergaulan di sekolah maupun di luar sekolah akan memengaruhi perilaku siswa, Jika bergaul dengan orang-orang yang bisa dikatakan tidak baik, maka perilaku siswa pun juga begitu. Dan sebaliknya, jika bergaul dengan orang-orang yang baik, maka perilaku siswapun juga akan baik.

Dengan pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan  berkelanjutan, peserta didik akan memiliki kecerdasan emosi. Kecerdasan emosi ini adalah bekal  penting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan, karena seseorang akan lebih mudah dan  berhasil menghadapi segala macam tantangan kehidupan, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis. Untuk mengenali identitas  bangsa Indonesia, diperlukan pelajaran PKn yang membahas tentang  pancasial.

BACA JUGA:  Gubernur VBL Dampingi Jokowi Tinjau Food Estate dan Tanam Jagung di Belu

Namun, pendidikan kewarganegaraan di Indonesia tidak hanya terbatas pada pembentukan suatu kepribadian keindonesiaan atau kepribadian yang mengindonesiakan atau pendidikan pancasila. Pendidikan kewarganegaraan juga membahas  prilaku sosial yang terdapat dalam masyarakat termasuk pembentukan karakter bangsa.