Tambang Batu Gamping dan Pabrik Semen Peluang Lapangan Kerja Baru

Daerah

Borong, SorotNTT.com, PT. Istindo Mitra Manggarai (IMM) akan menambang batu gamping untuk di jadikan bahan baku semen, lokasi batu gamping tersebut berada di desa Satar Punda, kecamatan Lamba Leda, kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT)

Aktifitas pertambangan bukan untuk pertama kalinya di Satar Punda sebelumnya ada tambang mangan yang beroperasi puluhan tahun, sekarang satu kekayaan alam Satar Punda (batu gamping) akan diolah oleh PT. IMM

Proses untuk menyukseskan rencana pertambangan ini terus berjalan, tim Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) turun ke lokasi untuk mengkaji apakah rencana pertambangan batu gamping ini layak atau tidak

Dalam tahapan kajian penyusunan AMDAL, tim yang berasal dari Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang menggelar sosialisasi diskusi publik kepada masyarakat lingkar tambang sebagai pihak yang terkena dampak langsung maupun tidak langsung, kegiatan sosialisasi diskusi publik ini diadakan di Lengko Lolok desa Satar Punda (12/09/2020)

Masyarakat Lengko Lolok sebagai pihak yang terkena dampak langsung akibat rencana pertambangan ini angkat bicara, menurut mereka tambang bukan hal yang baru baik dan buruknya sudah dirasakan berpuluh-puluh tahun

Seperti yang disampaikan oleh Klemens Salbin salah satu putra asli Lengko Lolok, menurut dia sebagai masyarakat yang terkena dampak langsung dirinya sudah memiliki harapan semoga rencana investasi tambang ini berhasil

Mengenai ada pengaruh dari pihak lain untuk menolak rencana investasi tersebut karena berdampak buruk bagi masyarakat Klemens menyampaikan tambang bukan hal yang baru buat warga Lengko Lolok sudah ada tiga perusahaan yang bergerak di bidang tambang beroperasi di sana selama berpuluh puluh tahun dampaknya sudah dirasakan masyarakat

“Lengko Lolok sudah tiga kali masuk tambang, mungkin ini rencana Tuhan, cetusnya

Menurut Klemens sebagian besar warga Lengko Lolok berharap rencana investasi ini sukses oleh karena itu apabila hasil kajian yang dilakukan rencana pertambangan di kampungnya gagal maka harapan masyarakat selama ini sia-sia

“Kalau ini gagal maka segala harapan dari pa’ang olo ngaung Musi (Masyarakat) Lengko Lolok akan sia-sia, imbuhnya

Klemens berharap dengan hadirnya tambang di kampungnya ada harapan baru dimana generasi penerus Lengko Lolok akan mampu menempuh jenjang pendidikan yang tinggi, sehingga dia berharap rencana investasi cepat terealisasi

“Tentang pendidikan selama ini tidak ada warga Lengko Lolok yang belajar keluar negeri, sehingga harapannya kalau perusahaan ini jadi anak cucu kami ada yang akan belajar keluar negeri, pertanyaanya kapan ini terealisasi karena kami mau maju kami mau berubah, tutupnya

Sementara Ferdinandus Hasman menyampaikan sebelum adanya operasi tambang di Lengko Lolok kampung Lengko termasuk kampung yang terisolir tetapi dengan hadirnya tambang infrastuktur jalan mulai di buka itu yang masyarakat nikmati sampai hari ini

Ferdinandus juga memaparkan sejak perusahan tambang berhenti beroperasi diwilayahnya pendapatan masyarakat berkurang, ditambah kondisi iklim yang kurang mendukung menyebabkan hasil pertanian menurun

“Tahun 2014 perusahaan Arumbai pergi, untuk memenuhi kebutuhan kami menjual kayu api, tapi sekarang kayu di Lengko Lolok sudah mulai habis, hidup kami susah, ujar Ferdi

Dengan hadirnya rencana pertambangan batu gamping sekarang menurut Ferdy ini peluang lapangan kerja bagi masyarakat Lengko Lolok dan sekitarnya

“Kalau ini tambang kemarin seperti tambang sebelumnya mungkin kami akan tolak, tetapi karena ini produksi masih di berada di wilayah Satar Punda maka ini peluang lapangan kerja yang begitu lama, Tutup Ferdy

Sementara Benediktus Uni meminta pendampingan pemerintah untuk mendampingi masyarakat, sehingga masyarakat tidak salah dalam mengelola uang ganti rugi lahan yang diberikan investor