Ayah

Tangisan Sang Anak Untuk Ayah yang Telah Tiada

Puisi Sastra

Ayah…

Berpuluh tahun engkau pergi meninggalkanku, serta saudara-saudaraku dan semua keluarga besarmu.

Tawa dan candamu yang dulu pernah ada kini hanya lah kenangan bagi kami.

Ayah…

Saat ini, aku merindukanmu meski hanya lewat mimpi yang tak mungkin ku bertemu denganmu ayah.

Doaku selalu untukmu ayah agar engkau tetap tersenyum dialam sana.

Ayah….

Hidupku seakan tak berarti lagi tanpa hadir sosokmu.

Engkau yang mengajarkan kami anak-anakmu untuk tetap tegar dan selalu tabah dalam menghadapi kerasnya kehidupan ini.

BACA JUGA:  HUJAN dan RINDU

Ayah…

Walau ragamu tak lagi disisi, tak lagi berpijak pada bumi yang sama, anakmu tetap percaya di suatu tempat sana masih ada harapan tulus kami selalu sampai pada yang Empunya kehidupan.

Kepergianmu membuatku mengerti bahwa rindu ini berat dan paling menyakitkan adalah merindukan seorang ayah yang telah tiada.

karena setangguh apa pun karang akhirnya runtuh pula.

BACA JUGA:  Kehangatan

Ayah…

Kini anakmu telah tumbuh dewasa dan dalam perjuanganku hanya lah ibu seorang diri.

Meski aku selalu merindukan belaian kasihmu ayah tapi Tuhan telah memilihmu untuk mengikutinya.

Ayah…

Tersenyumlah ayah,

Anakmu selalu menyayangimu dan selalu mendoakanmu.

Oleh: Stanislaus Lebe
Mahasiswa STKIP-PI Makassar, tinggal di Makassar.