rekor dunia Rangkuk Alu

Tari Tradisional Rangkuk Alu Masuk Rekor Dunia

Daerah Flores

BORONG, SorotNTT.com – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2019, Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Manggarai Timur (Matim), Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur dan Pranata Foundation sebagai lembaga yang bergerak di Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak mengadakan kegiatan “Pementasan Rekor Dunia Tari Tradisional Rangkuk Alu oleh penari terbanyak”.

Data yang diperoleh SorotNTT.com melalui Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) adalah:

Rekoris:

Pertama, Pranata Foundation sebagai Pemrakarsa

Kedua, Agas Andreas, SH.,M.H (Bupati Manggarai Timur) sebagai pendukung penyelenggara.

Ketiga, Safrianus Haryanto, M. Psi sebagai Inisiator

Keempat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Manggarai Timur.

Tercatat peristiwa pada Kamis (2/5/2019) tersebut urutan rekor ke-486 dengan kriteria superlatif.

rekor dunia tari tradisional Rangkuk Alu

Untuk diketahui, catatan rekor di Kabupaten Manggarai, antara lain:

Pertama, Penyuluhan Kampung Siaga Bencana (KSB) dengan peserta terbanyak, 5000 pada tanggal 28 April 2017 di Labuan Bajo.

Kedua, Rekor Makan Kompiang dan Minum Kopi peserta terbanyak, 2016 orang pada tanggal 1 Agustus 2016 di Labuan Bajo.

Pantauan SorotNTT.com di lokasi kegiatan Hari Pendidikan Nasional, mulai pelajar SD, SMP, dan SMA di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) meramaikan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2019 dengan mementaskan tarian tradisional Rangkuk Alu di Lapangan Terminal Borong dengan Inspektur Upacara (Irup), Bupati Matim, Agas Andreas, S.H, M.Hum.

Turut hadir Sekda Matim, Boni Hasudungan, Ketua Tim Penggerak PKK Matim, Theresia Wisang, Ketua DPRD Matim, Lucius Modo, kepala dinas beserta jajarannya dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Matim, Kapolsek Borong, dan Danramil Borong.

peserta tarian tradisional Rangkuk Alu

Para penari tradisional Rangkuk Alu yang mengenakan pakaian adat Manggarai berkumpul di lokasi upacara dengan membawa alat tarian masing-masing guna mementas tarian tersebut.

Upacara yang diprakarsai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Matim tersebut dihadiri oleh para orang tua untuk menyaksikan para penari dari pelajar TK, PAUD, SD, SMP, dan SMA di Manggarai Timur.

Laporan: Lalong Ferdinandus