Tarian Woja Leros meriahkan pembukaan Manggarai Cup Makassar

Tarian Woja Leros Meriahkan Manggarai Cup Makassar

Daerah

Makassar, SorotNTT.com – Sanggar Budaya Manggarai (SBM) Makassar yang sebelumnya disebut Komunitas Pecinta Budaya Manggarai (KPBM) Makassar adalah sebuah komunitas yang tidak asing lagi bagi warga Manggarai yang berdomisili di Makassar, Sulawesi Selatan.

Pasalnya, komunitas pecinta budaya ini sudah sering tampil dalam event-event besar baik lintas daerah, nasional bahkan sampai Internasional. Salah satunya dalam event Makassar International Eight Festival and Forum (F8).

Dalam press release yang diterima media SorotNTT.com, salah satu pelatih SBM-Makassar, Petrus Gauk menjelaskan, tarian Woja Leros dipentaskan saat pembukaan Turnamen Bola Kaki Manggarai Timur Cup yang dibuka secara resmi oleh Bupati Manggarai Timur, Agas Andres SH, M.Hum di Kota Makassar pada Minggu (10/3/2019).

Menurut Petrus, Tarian Woja Leros adalah suatu tarian kreasi daerah Manggarai berupa cerita rakyat. Tarian ini menjelaskan proses tanam padi (woja), mulai dari menanam sampai panen. Selain itu, tarian ini juga menceritakan kebiasaan masyarakat Manggarai karena padi merupakan makanan pokok bagi masyarakat Manggarai.

“Peralatan yang dipakai salah satunya adalah roto (keranjang) dimana roto menyimpan semua hasil panen masyarakat Manggarai. Lebih dari itu, adapun juga nilai moral dalam tarian ini adalah gotong royong atau kebiasaan orang Manggarai yang disebut dodo serta nilai religi dari tarian memanjatkan puji syukur kepada Tuhan atas hasil yang telah didapat,” terangnya.

Sementara itu, Fransiskus Jebaru selaku Ketua Umum Sanggar Budaya Manggarai (SBM) Makassar menjelaskan, tarian Woja Leros yang disuguhkan oleh para gadis Manggarai tidak terlepas dengan kearifan lokal kebiasaan masyarakat Manggarai dalam proses menanam padi yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi yang digambarkan dalam bentuk tarian adat Manggarai.

“Segenap keluarga besar SBM Makassar merasa bahagia sekali bisa menampilkan kesenian budaya Manggarai walaupun di tanah rantau. Ini sebagai bentuk upaya melestarikan budaya Manggarai sebagai tanggung jawab moral generasi penerus,” kata Jebaru.

Jebaru menambahkan, untaian kata terima kasih kami ucapkan kepada jajaran kepanitiaan yang memberikan kesempatan untuk menampilkan tarian tersebut dalam event besar ini.

“Kami terus bekerja keras dan tidak kenal lelah dalam melayani dan melestarikan budaya asli Manggarai di Kota Makassar,” tutupnya.

Untuk diketahui, event Manggarai Cup kali ini dibuka langsung oleh Bupati Manggarai Timur di Makassar.

Laporan: Ferdinandus Lalong