Tentukan Bupati dan Wabup Yang Tepat Bagi Daerahnya

DaerahOpini

Oleh: Baunsele Albert Guru SMA Negeri 1 Soe

PEMILIHAN Kepala Daerah 2020 memberikan kesempatan bagi masyarakat di sembilan daerah yang ada di wilayah NTT untuk menentukan bupati dan wakil bupati yang diharapkan dalam mengatasi banyak persoalan yang dihadapi masing-masing daerah hingga saat ini.

Hingga kini mading-mading daerah ini memang masih menghadapi berbagai persoalan penting seperti tingginya angka korupsi, penurunan kondisi lingkungan, infrastruktur yang belum merata, serta kesenjangan sosial yang masih tinggi.

Masalahnya, bukan hal mudah bagi rakyat untuk memilih pemimpin yang mampu mengatasi banyak persoalan tersebut meskipun di media masa baik itu cetak,elektronik maupun melalui spanduk atau baliho sebagian calon bupati dan wakil bupati telah mengampanyekan diri sebagai calon yang tepat bagi daerahnya.

Banyak syarat yang diperlukan bagi seseorang untuk bisa membawa daerahnya ke arah yang lebih baik dan mampu meningkatkan pemerataan kesejahteraan rakyat.

Penulis melalui permenungan yang panjang dapat berpendapat, bupati dan wakil bupati haruslah sosok yang bersih dan berintegritas tinggi agar daerahnya terbebas dari praktik korupsi.

Bupati yang bersih dan berintegritas tinggi akan mengekspresikan kepemimpinan yang bersih, jujur dan transparan.

“Kultur atau kebiasaan masyarakat masing-masing daerah adalah mencontoh pemimpin orang tua. Agar daerahnya bersih, bupatinya harus bersih”.

Pemerintahan yang jujur dan transparan akan dapat menekan angka korupsi.

Hingga kini Komisi Pemberantasan Korupsi masih terus mengungkap kasus-kasus korupsi besar seperti yang kita ketahui bersama bahwa beberapa kementrian dalam kabinet Jokowi masih menjadi tahanan KPK karena operasi tangkap tangan dan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dan alasan lainnya.

Selain bersih, Bupati dan wakil bupati juga haruslah figur yang memiliki visi besar dengan didukung keberanian dan kemandirian yang tinggi.

“masing-masing daerah akan mengalami kemajuan yang luar biasa jika mampu menjaga kemandirian dan independensi yang tinggi dengan kekuatan pertahanan yang kokoh”.

Dengan bersandar pada kepercayaan diri, independensi, kemandirian dan tidak takut terhadap kekuatan hegemonik, daerahnya akan memperoleh kejayaan dengan memiliki daya saing dengan daerah lain di NTT.

“Ketika bupati memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi dengan menjaga integritas dan kemandirian serta tidak tunduk pada dominasi kekuatan hegemonik, bupati pasti akan mendapatkan simpati dan dukungan dari rakyat”.

Dukungan rakyat adalah fenomena wajar karena kerangka berpikir dan kesadaran mereka memang menyukai bupati yang memiliki kepercayaan diri tinggi dan mampu menjaga integritasnya, terlebih lagi, jika bupati tersebut berusaha menjaga independensi dari rongrongan kekuatan hegemonik.

“Sebaliknya, pada umumnya rakyat juga tidak menyukai bupati yang lembek dan lemah, apalagi jika mereka diketahui tunduk pada pengaruh dari luar.

Syarat lain, bupati dan wakil bupati harus lebih mengutamakan kepentingan rakyat dibandingkan dengan bisnis.

“Kalau rakyat memilih bupati dari kalangan pebisnis atau yang dekat dengan bisnis, saya khawatir krisis daerahnya tidak akan semakin membaik, justru akan makin bertambah buruk”.

Bupati yang memiliki latar belakang bisnis dikhawatirkan lebih memikirkan nasib perusahaannya atau perusahaan rekannya agar mereka bisa mendapat konsesi bisnis lebih banyak.

Saat ini masing-masing daerah yang akan menentukan bupati dan wakilnya membutuhkan sosok yang mampu memberi harapan dan membawa daerahnya ke arah yang lebih baik.

Untuk mewujudkan itu tidak bisa hanya dengan seorang bupati yang bekerja sendiri, tapi harus ditopang oleh wakil bupati yang mampu bekerja sama dengan baik menuju daerah yang sejahtera.

“Masyarakat butuh bupati yang bisa menginspirasi masyarakatnya, yang secara bersama mendorong perubahan untuk kesejahteraan masyarakat.

Bukan hanya itu, syarat lain untuk bupati yaitu bisa mengangkat sektor pertanian maupun petani lebih maju dibanding saat ini.

Perhatian bupati terhadap sektor pertanian masih rendah, oleh karena itu diharapkan ketika terpilih menjadi bupati haruslah memperhatikan para petani dengan mengucurkan dana untuk kaum petani.

Hal itu ironis dengan jumlah penduduknya yang sebagian besar bermata pencaharian petani.

“Oleh karena itu, diharapkan muncul seorang bupati yang bisa mengangkat derajat petani, sejahterakan petani dan meningkatkan sektor pertanian”.

Penentuan buapti dan wakil bupati tinggal beberapa hari lagi, dengan mencermati setiap tokoh yang maju sebagai calon bupati, semoga akan terpilih bupati dan wakilnya yang benar-benar tepat dengan apa yang dibutuhkan daerahnya saat ini dan nanti.