Teofilus Tak Berdaya, Maria Pasrah 

Daerah

Ruteng, -Kondisi Teofilus Dasman, suami dari Maria Jenaun saat ini tak berdaya akibat kesetrum aliran listrik tepatnya 21 april 2020,di Karot, Kelurahan Tadong, Kecamatan Ruteng.
Diketahui dia tersetrum aliran listrik bertegangan tinggi, ketika diduga menjadi buruh pada pengerjaan rumah milik salah satu anggota polres manggarai.

Setelah kejadian naas itu , Pria asal Mbaumuku, Kelurahan Mbaumuku, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai dan biasa disapa Wil ini sempat dirawat dirumah sakit umum dr.Ben Mboi Ruteng  selama  2 bulan lamanya.

Kepada media ini Maria Jenaun, isteri dari Wil ini Kamis(8/10/2020), menyampaikan kronologis kejadian yang menimpa suaminya tersebut.

Awalnya yang mengajak suaminya untuk bekerja sebagai buruh bangunan di Karot adalah Lasa/Bapa Tomi(tetangga rumah), kebetulan suami saya waktu itu masih bekerja sebagai buruh di Pau Ruteng.

Beliau datang kerumah kami, disaksikan oleh keluarga, intinya dia mengajak suami saya bekerja mengikuti dia.

Keesokan harinya suami saya berhasil mengikuti Lasa ini untuk bekerja di Karot, dan pada hari itu juga dia mengalami musibah ini.

Kami keluarga tidak tahu apa yang terjadi, kaget kami mendengar bahwa suami saya sudah ada dirumah sakit, kami semua kesana, sungguh kaget ketika kami menyaksikan kondisinya waktu itu.

Puji tuhan, sampai dirumah sakit kami mendapati informasi dari petugas bahwa yang menanda tangani surat jaminan adalah pemilik rumah tempat dia mengalami musibah berinisial SU.
Dari situ kami tau bahwa suami saya hari itu bekerja dirumah pa SU, yang adalah anggota Polres Manggarai.

Berjalanya waktu suami saya dirawat dirumah sakit umum dr.Ben Mboi Ruteng, selama 2 bulan dan sekitar 2 minggu ia dirawat diruangan Intensive Care Unit(ICU).

Kami waktu itu mengalami kesulitan soal biaya, tetapi kami bersepakat dengan pemilik rumah atas dasar musyawarah di Polres Manggarai pula, sehingga menghasilkan kata sepakat, bahwa biaya rumah sakit ditanggung bersama, dan itu dilaksanakan, jelas Maria.

Pemilik rumah sudah membantu kami untuk bersama membayar biaya selamat ada dirumah sakit, sampai suami saya keluar, jelas Maria pula, dan yang tau persis rincian biaya itu ada di kakanya Suami saya(Robert) dan adiknya(Yohan).

“Yang kami bingung sekarang ini bahwa waktu mau keluar dari rumah sakit, dokter mengatakan agar suami saya dirujuk ke Bali.

Itu beban kami sampai saat ini, jujur kami tidak bisa berbuat apa-apa, kami orang susah, untuk makan saja susah, apalagi mau ke Bali; sementara tulang punggung keluarga sudah tidak berdaya, keluh Maria, sambil berlinang air mata.

Media ini berhasil mengkonfirmasi pemilik rumah tempat kejadian yang berinisial SU, melalui pesan WhatsApp, yang bersangkutan diketahui adalah seorang anggota Polres Manggarai, Jumat 9 Oktober 2020.

Kepada media ini SU menyampaikan keberatanya atas berita yang dimuat media tanggal 8 Oktober 2020, dengan judul “Kondisi Teofilus Suami Maria, Sungguh Memprihatinkan Pasca Kesetrum Listrik di Karot”.

Yang berbunyi “Dimana dia(Teofilus Dasman)tersetrum aliran listrik bertegangan tinggi, ketika menjadi buruh pada pengerjaan bangunan rumah milik salah satu anggota Polres Manggara”.

SU juga menyampaikan keberatan dan mengatakan “Maaf kami sudah lakukan terbaik dan sesuai kesepakatan keluarga.Kalo memberitakan sesuatu harap konfirmasi dulu dengan pihak terkait”.

Media ini terus bertanya terkait surat kesepakatan yang telah dibuat, karna dari informasi yang didapat bahwa antara kedua belah pihak telah melakukan kesepakata di Polres Manggarai, tetapi pihak korban tidak memegang surat tersebut.

Kepada SU media ini menjelaskan juga bahwa saat ini kondisi korban masih memprihatinkan, yang Media ini tulis  hanya bentuk kepeduluan saja, belum masuk substansi soal, sementara kami beritakan kondisi korban, biar ada kepedulian, karna sekarang masih butuh uluran tangan semua pihak.
SU juga menyampaikan bahwa Surat aslinya ada di tangan Provos Polres Manggarai.

Lebih lanjut SU menjelaskan “Intinya disitu, berapa pun biaya saat setelah keluar dari Rumah Sakit akan  dibagi dua tetapi biaya yang  ada selama di rumah sakit saya sudah tebus semua.

“Tidak yakin datang cek kwitansi dan sekali lagi tolonng setiap kali mengeluarkan berita konfirmasi terlebih dahulu”.

Argumentasi terus berjalan dan kami dari media lagi-lagi menjelaskan kepada SU dan mengatakan “Sementara ini kita galang kepedulian saja dulu, untuk kesembuhan om Teofilus ini”.
Lebih lanjut lagi SU menyampaikan argumentasinya dan mengatakan “Dan satu hal….Wil(Teofilus Dasman) itu bukan tukangnya saya, saya saja kaget kalo ada orang baru masuk di lokasi kerja.Tidak yakin tanyakan saja kepala tukang saya.

“Kalo soal galang kepedulian tidak jadi soal, asal konfirmasi dulu supaya tidak terjadi miskomunikasi, pinta SU.
Media terus memberi penjelasan kepada SU dan menyampaikan”Kalau kita nanti berbicara kronologis pasti kami minta pendapat pihak terkait pa”.

Pada berita yang telah kami publish belum bicara terkait kronologis kejadian; bisa disimak diberitanya; dan kami belum arahnya kesana. Kalau pa menginginkan itu, maka kami pun akan beritakan sesuai penjelasan yang disampaikan ini, yang pasti kita akan tulis sesuai hasil konfirmasi kita.

Kembali SU berargumen dan menyampaikan “Di berita bahwa Wil itu datang bekerja sebagai tukang di salah satu anggota polres Manggarai…yang benarnya bahwa saudara Wil belum sah jadi tukang saya, yang bersangkutan belum sempat ketemu saya saat sebelum memasuki area kerja dan saya sama sekali tidak tahu jika ada orang baru yg datang untuk bekerja sebagai buruh harian.

Saya sendiri kaget jika ada orang luar masuk ke area bangunan, tetapi sebagai wujud kepedulian saya tetap mengurus Wil sejak setelah kejadian, segala pengobatan di Rumah Sakit hingga kita bersepakat jika sudah keluar dari Rumah Sakit biayanya kita bagi dua yang sudah dituangkan dalam berita acara kesepakatan.Jujur saja kami juga sudah korbankan banyak hal hingga pembangunan rumah saya dihentikan sementara, Jelas SU.

Menyimak penjelasan dari SU ini, kembali kami dari Media SorotNTT.Com menjelaskan, diberita itu murni soal kemanusiaan, tidak menyudutkan siapa-siapa, karna kondisi riil. Siapa saja bisa menyaksikan kondisi om Wil. 
Saya sudah sampaikan dengan keluarga ketika kami wawancara, bahw fokus saja ke upaya penyembuhanya, siapa tau dengan berita yg kami buat ada pihak yang tersentu hatinya, tentu tempat kejadian harus dicantumkan.

Kalau pa merasa bahwa harus kita muat kronologisnya, maka akan kita tulis itu, karna hak itu juga kita hargai.

Niat baik urusan secara keluarga itu sudah bagus, dan pasti kita juga akan beritakan. Kami masih butuh surat kesepakatanya; sehingga kita tulis berdasarkan datanya pa.

Sampai berita ini ditulis Media ini belum berhasil mengkonfirmasi Kepala tukang atas pengerjaan rumah tersebut, serta beberapa pihak terkait untuk yang berkaitan dengan rangkaian peristiwa yang menimpa saudara Teofilus ini.

Kami dari Media ini tetap konsiten untuk terus menggalang donasi untuk pengobatan saudara Teofilus Dasman ini, ini murni soal kemanusiaan.
Bagi yang peduli silahkan menghubungi No Hp. 082144916375/082141026759, Nomor Rekening: 4724-01-024078-53-2, Atas Nama: Maria Jenaun(Isteri dari Teofilus Dasman)