kasus bunuh diri di Borong, Matim

Terhimpit Beban Ekonomi Seorang Ayah Tewas Gantung Diri

Daerah Flores

Borong, SorotNTT.com – Mohamad Ridwan Latim (43), seorang ayah yang memiliki dua orang anak, berasal dari Suku Kaili (Palu) Sulawesi Tengah, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Kejadian ini terjadi di Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Minggu (31/03), sekitar pukul 10.00 Wita.

Keputusan yang dilakukan korban berawal dari keadaan ekonomi yang menimpa keluarganya. Istri korban, Yuliana Pahung (30) saat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian menyampaikan bahwa korban pernah berdialog mengenai keadaan ekonomi yang mereka alami. Saat itu korban dan istrinya bersepakat akan balik ke kampung halaman korban di Palu, Sulawesi Tengah. Namun rencana mereka gagal karena terhimpit masalah keuangan.

Di hari nahas tersebut Yuliana mengajak korban bekerja mengetam padi orang dengan upah harian. Tapi korban menyuruh istrinya untuk pergi duluan ke tempat kerja. Namun saat bekerja istri korban terpukul mendengar informasi dari masyarakat kalau suaminya meninggal dengan cara gantung diri di dalam rumah.

TKP kasus gantung diri Borong, Manggarai Timur

Berdasarkan keterangan anak korban, Ridwan (8), disebutkan bahwa korban awalnya meminum obat, lalu muntah-muntah. Setelah itu, ia naik ke loteng rumah membawa tali nilon berwarna biru. Melihat itu, Ridwan bergegas ke rumah pamannya, Rudianus Galus (40 yang berjarak sekitar 1 km. Sesampai di rumah pamannya ia menceritakan kelakuan ayahnya. Mendengar itu, mereka langsung menuju ke tempat kejadian. Namun sayang, Mohamad Ridwan Latim telah meninggal dengan seutas tali nilon berwarna biru masih melilit di lehernya.

Segera setelah mendapat laporan dari masyarakat, pihak kepolisian langsung menuju TKP. Namun karena pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban, pihak kepolisian langsung menerbitkan berita acara penolakan otopsi. Keluarga korban pun menerima dengan ikhlas atas kejadian ini dan memandang kejadian ini sebagai musibah. Jenasah korban dimakamkan di Kampung Ende, Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur. (Miki)