Ternyata Tempurung Kemiri dan Kelapa Dapat Menghasilkan Uang, Ini Yang Dilakukan Oleh Agustinus Sarifin

Tempurung kemiri dan tempurung kelapa (Foto: Sorotntt.com)

Ruteng,Sorotntt.com– Guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, salah satu program  kegiatan yang dijalankan oleh Bapak Agustinus Sarifin saat ini ialah memberdayakan masyarakat dengan cara mengumpulkan tempurung kemiri dan tempurung kelapa yang nantinya akan menghasilkan uang.

Agustinus Sarifin kepada media ini menjelaskan bahwa tempurung kemiri dan tempurung kelapa yang dikumpulkan oleh masyarakat akan dibeli oleh bapa Agustinus Sarifin sebagai pelaku pemberdayaan di tingkat Nasional melalui petugas lapangan yaitu, bapa Yohanes Moin.

“Tempurung kemiri dan kelapa ini selanjutnya akan dibakar menjadi arang dan setelah terkumpul dalam jumlah banyak baru di angkut ke Jakarta” jelas Agustinus Sabtu,14/5/2022.

BACA JUGA:  Total Jumlah Korban Meninggal Akibat Siklun Tropis Seroja Meningkat Menjadi 181 Jiwa

Adapun prosesnya guna memudahkan pengumpulannya, petugas lapangan yang telah dipercayakan oleh Bapak Agustinus ini yaitu Bapak Yohanes Moin melakukan kerja sama dengan orang di beberapa kampung untuk membeli tempurung itu dan setelah terkumpul dalam jumlah yang cukup banyak baru diantara ke tempat yang sudah disepakati. Pusat pengumpulan saat ini berada di Pagal tepatnya disebelah utara Kantor Polsek Cibal.

Setelah terkumpul dalam jumlah banyak barulah dilakukan proses pembakaran untuk menghasikan arang. Proses pembakarannya dilakukan oleh tenaga kerja dengan memberikan upah harian. 

Alat pembakaran yang digunakan selama ini ialah menggunakan drum aspal yang sudah dibuka salah satu bagiannya untuk memasukan tempurung kedalamnya. Kemudian dibagian bawahnya dibuat lubang kecil dengan ukuran kira-kira 5 kali 5 cm, untuk tempat api pembakaran sekaligus lubang untuk mengeluarkan arang dari dalam drum. 

BACA JUGA:  Herdin Bahrun: Tanah di Nanga Banda Itu Milik Kami, Bukan Milik Orang Lain

Selama ini pihaknya mempekerjaan 4 orang tenaga kerja untuk melakukan proses pembakaran tempurung tersebut. Sampai saat ini ada 2,5 ton lebih arang yang sudah terkumpul. Hasil tersebut diperoleh dalam jangka waktu 2 minggu atau 12 hari kerja. 

Selanjutnya arang itu akan diolah jadi karbon yang siap diekspor ke luar negeri. Pengolah karbon itu sendiri dilakukan di pabrik Agustinus Sarifin sendiri.

Pembakaran Tempurung menggunakan drum aspal

Untuk sementara tenaga kerja saat ini diistirahatkan karena tempurung sudah habis. Tenaga kumpul dilapangan sedang melakukan proses pengumpulan.

BACA JUGA:  Matim Berprestasi lagi, Terbaik Penanganan TBC dan Terbaik Tingkat Kesembuhan Covid -19

Barang siapa ingin bekerja sama dalam mengumpulkan tempurng tersebut diatas, silakan menghubungi penanggung jawab lapangan pada nomor HP: 081236484694 atau 082146974221.

Penulis :Pedi