Terobosan Pemprov NTT Untuk Pembangunan Infrastruktur Jalan Luar Biasa

Daerah

KUPANG, SorotNTT.Com- Terobosan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) dibawah kepemimpinan Gubernur  NTT Viktor Laiskodat  dan Wakil  Gubernur Josef Adreanus Nae Soi, untuk pembangunan infrastruktur jalan sudah tidak diragukan lagi.

Sepanjang 883,65 kilometer jalan diberbagai wilayah kabupaten telah dibangun, itu membuktikan betapa pasangan ini mencintai rakyatnya, serta berusaha menepati janji-janji politik yang telah mereka sampaikan.

Sosok kedua pemimpin NTT ini dikenal tegas dan tanpa kompromi, serta hemat bicara, tetapi lebih mengutamakan hasil kerja, dalam merealisasikan niat tulus mereka dalam membangun Provinsi ini.

Berbagai cemoohan ditujukan kepada mereka, ketika dalam menjalankan tugas kedua pemimpin ini berkata keras dan tegas.,tanpa mau melihat pencapaian apa yang mereka telah jalankan dalam memajukan NTT ini.

“Faktanya Puluhan tahun rakyat NTT menderita akibat akses jalan yang buruk, puluhan tahun masyarakar hidup dalam impian, dan kami harus menjawab kebutuhan mereka. Dengan jalan raya yang memadai akan memudahkan mayarakat melakukan aktifitas guna peningkatan ekonomi keluarganya” ungkap Gubernur Viktor Bungtilu Lasikodat kepada berbagai awak media ketika diwawancarai diberbagai kesempatan kunjungan kerjanya dalam berbagai wilayah kabupaten.

Awal memimpin NTT, Viktor Laiskodat dan Josef Nae Noi langsung mengumandangkan Program Prioritas Jalan Raya untuk membuka wilayah-wilayah terisolir guna mempermudah dan mempercepat aktifitas ekonmi rakyat dari desa ke kota maupun dari kota ke desa.

BACA JUGA:  DPRD Mabar gelar rapat menangkal virus Corona

Niat awal memimpin dari Victor Laiskodat dan Yosep Nai Soi ini sudah dirasakan masyarakat NTT dengan hasil kerja yang nyata, ruas jalan Provinsi semua sudah dijamah, wajah jalan-jalan itu sudah indah dan bagus, bukan lagi jelek dan sangar.

Ada banyak daerah saat ini sudah terpenuhi kebutuhan akan infrastruktur jalan yang memedai tersebut, dan mereka sudah merdeka, bagi mereka kehadiran kedua sosok pemimpin NTT ini adalah jawaban, bukan lagi “hayalan semata”.

Saat memulai program prioritas ini datanglah Covid-19 dan bencana seroja yang menyebabkan APBD maupun APBN direfocusing untuk pemulihan ekonomi nasional dan daerah, anggaran untuk pelaksanaan Mega Infrastruktur jalan raya pun menjadi sangat terbatas. Namun masalah tersebut tidak menggoyahkan semangat juang Viktor dan Josef, yang terus  bergelut menyiasati berbagai upaya pinjaman dana untuk menjalankan program Mega Infrastruktur tersebut.

Dan perjuangan keduanya pun  tidak sia-sia karena terbukti dari 909 Kilometer jalan yang rusak berat dan rusak ringan di NTT, mampu diselesaikan sebanyak 883, 65 Kilometer . Keberhasilan tersebut dicapai di tengah bencana Covid-19 dan perubahan iklim alam yang  tidak menentu.

“Didukung DPRD Provinsi NTT, kami berupaya mencari sumber bantuan pinjaman dana dan kami memperolehnya dari Bank NTT, PT SMI, DAU, DAK, dan Program Hibah Jalan Daerah,” ucap Gubernur dalam pidatonya di acara HUT NTT ke 63, pada 20 Desember 2021 yang baru lalu.

BACA JUGA:  Pidato Perdana Bupati Matim Masa Periode 2019-2024

Dalam pidatonya pada hari istimewa Perayaan HUT NTT yang ke 63 itu, Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat   membeberkan berbagai capaian program kerja yang telah berhasil dilakukan bersama Wakilnya Josef  Nae Soi  selama 3 tahun memimpin Masyarakat NTT.

“Walaupun masih berlanjut  kebijakan refocusing anggaran yang direalokasi untuk penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi, namun Pemerintah Provinsi atas dukungan DPRD NTT berupaya mencari sumber pembiayaan alternatif untuk melaksanakan berbagai program strategis,” ungkap Gubernur dalam pidato tersebut.

Pada Program Mega Insfrastruktur, Gubernur Laiskodat mengatakan bahwa Sampai dengan bulan Desember tahun 2021, dari 906 km jalan provinsi yang rusak berat dan ringan, telah tuntas dikerjakan sebanyak 883,65 kilometer dengan memanfaatkan sumber pembiayaan dari Pinjaman Bank NTT dan  PT. SMI, serta  Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Program Hibah Jalan Daerah.

Dalam pidatonya, gubernur menjelaskan bahwa Jalan Provinsi yang telah selesai dikerjakan pada tahun 2020 sepanjang 365,03 kilometer. Sedangkan Tahun 2021  telah selesai dikerjakan sepanjang  518,62 kilometer, sehingga jumlah jalan yang sudah dikerjakan sepanjang 883,65 Kilometer. Sisa 22,35 kilometer akan diselesaikan pada tahun 2022.

Pada kesempatan itu juga, Gubernur Viktor Laiskodat mengajak kepada seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur  untuk membangun narasi baru tentang NTT, yaitu narasi yang membangkitkan harapan baru.

BACA JUGA:  Yosep Adi, Bakal Calon Kades Sangan Kalo Siap Melayani Masyarakat

“Kita harus meninggalkan narasi lama tentang NTT yang membuat kita terperangkap dalam kepasrahan ‘Nanti Tuhan Tolong’ yang merendahkan martabat kita. Dengan narasi baru, yaitu NTT sebagai ‘Negeri Tergantung Tindakan’ memberi optimisme bahwa kita dapat menciptakan kemakmuran hanya dengan kerja cerdas, kerja keras dan kerja jujur,” kata Gubernur Laiskodat dengan sikap penuh ajakan. 

Dijelaskan Gubernur  bahwa Narasi NTT sebagai ‘Negeri Tergantung Tindakan’ adalah narasi optimistik yang  harus ditularkan dan diviralkan kepada segenap  warga NTT sebagai spirit baru untuk melahirkan etos kerja yang tangguh, ulet dan inovatif.

“Mari kita membangun ekspektasi imajinatif tentang NTT baru dalam skenario visi NTT Bangkit, NTT Sejahtera untuk memaknai ulang tahun NTT ke-63,” Gubernur Laiskodat mengakhiri pidatonya.
(ADVERTORIAL)