Terpilih, Deno-Madur Akan Tingkatkan Lagi Program Berkantor di Desa 5 Kali Sebulan

Daerah

Ruteng, Sorotntt.com – Calon Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, SH.MH melakukan kunjungan politik ke Kecamatan Reok pada Senin 26 Oktober 2020 Pagi.

Di Kecamatan Reok Calon Bupati yang membawahi nama Paket Deno-Madur itu berkunjung ke tiga titik, yakni titik pertama di Dusun Tempode, Desa Salama, titik kedua di Sengari, Kelurahan Wangkung dan titik ketiga di Gincu, Desa Robek.

Pada kesempatan tersebut Deno Kamelus yang didampingi Tim Kerja Kabupaten dan Ibu-ibu Kipas disambut oleh para Pendukung, para Tim Kerja Kecamatan Reok, para Relawan Muda PERMATA DM dan para Warga.

Dari sekian panjang orasi politiknya dihadapan Warga Deno Kamelus berjanji akan meningkatkan lagi program Berkantor di Desa paling sedikit 5 kali dalam sebulan jika Paket Deno-Madur terpilih lagi di tanggal 9 Desember 2020.

“Jika Saya dan Pa Viktor Madur terpilih lagi di tanggal 9 Desember maka Saya akan Berkantor di Desa 5 kali dalam sebulan. Saya akan bawah semua Perangkat Daerah untuk terjun dan lihat langsung kondisi Masyarakat” tutur Calon Bupati yang mengambil cuti kampanye itu.

“Jika selama lima tahun kemarin Kami hanya Berkantor di Desa 2 kali dalam sebulan, maka tahun depan Kami akan Berkantor paling sedikit 5 kali dalam sebulan” tuturnya lagi.

Menurut Dia, kegiatan Berkantor di Desa yang sudah digagas lima tahun sebelum masih terdapat hal-hal yang memang belum tuntas dikerjakan dalam kurun waktu lima tahun. Oleh karena itu kedepan dirinya bertekad akan lebih melihat jauh tentang kondisi Masyarakat di Desa dengan meningkatkan lagi kegiatan Berkantor di Desa.

“Biasanya kalau Berkantor di Desa Kami sudah siapkan formatnya. Untuk apa? Yah untuk mendata hal-hal yang perlu diperhatikan di Desa, contohnya tentang kemiskinan. Kalau ada keluarga miskin maka Kita lihat Rumahnya lalu didata. Setelah didata Kami akan rapat bersama Kepala Desa dan BPD untuk kemudian dibuat Berita Acara dan merencanakan program perbaikan Rumah layak huni. Dana program perbaikan itu bisa bersumber dari Alokasi Dana Desa itu sendiri maupun intervensi APBD 2” jelas Deno.

Deno menambahkan bahwa jika program ini terus berjalan maka pihaknya akan membantu memperbaiki Rumah tidak layak huni milik keluarga miskin paling sedikit 20 unit dalam setahun.

Selain membantu keluarga miskin, bagi Deno kegiatan Berkantor di Desa ini juga bisa memperhatikan aspek-aspek lain, salah satu contohnya program Pemerintah, baik Pemerintah Pusat, Propinsi maupun Kabupaten yang tidak sampai ke Masyarakat, seperti program Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian, program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD), program Beras Sejahtera (Rastra) dan lain-lain.

Tak hanya itu, Kata Deno, ada program-program Pemerintah Pusat yang dilaksanakan di Desa tetapi progresnya tidak ada sama sekali, contohnya program air minum. Di Desa-desa banyak dijumpai hal seperti itu.

“Nanti Kita akan buka kembali datanya. Sampai dimana program Pemerintah sudah berjalan. Hal ini penting untuk Kabupaten Manggarai yang lebih maju” tutupnya.