Tersangka Kasus Proyek APBN Sail Komodo Resmi Ditahan

Featured Flores

Labuan Bajo,SorotNTT.com  –  Empat orang Staf Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK RI) resmi  telah ditetapkan sebagai tersangka pada12 Juli 2019 lalu, oleh Penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Manggarai Barat atas dugaan kasus korupsi penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada proyek sail komodo 2013 silam.

Tersangka dengan inisial YRA, HS, SN dan STN resmi ditahan Penyidik Kejaksaan Negeri Manggarai Barat pada, Selasa (06/08/2019), merupakan tersangka kasus dugaan korupsi yang telah merugikan keuangan negara sebesar 1,6 Milyar rupiah.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan setempat, Ida Bagus Kadek.W. SH, menjelaskan, keterlambatan proses penetapan penahanan ke 4 (Keempat)  tersangka ini, dikarenakan berbagai kendala seperti sakit dan sebagainya. Kadek mengaku, sejak penetapan status tersangka pada Juli lalu, pihaknya sudah melayangkan 3 (Tiga) kali surat panggilan ke yang bersangkutan.

“Pagi tadi pukul 10:30 wita, keempat tersangka dengan inisial YRA, HS, SN dan STN didampingi 8 (Delapan) orang penasehat hukum Kemenko PMK RI, baru tiba di kantor Kejaksaan Manggarai Barat dalam rangka memenuhi panggilan kami, sedangkan yang satu lagi berinisial AA yang menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian pada saat itu, sedang dalam proses pemanggilan lanjutan,” kata Kadek.

Keempat tersangka ini lanjut Kadek, merupakan Panitia Penerimaan Hasil Pekerjaan (PPHP) pada proyek sail komodo 6 (Enam) tahun silam.

“Malam ini (Selasa,-red) tepat pukul 22:30 wita usai pemeriksaan Penyidik langsung melakukan penahan dan mereka sudah resmi ditahan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejari setempat,  Alle Guntur, SH, usai menetapkan status penahanan terhadap 4 (Empat) orang tersangka pada, Selasa (06/08/2019) malam menjelaskan, pihaknya langsung melakukan penahanan dan penitipan tersangka di ruang tahanan Polres Manggarai Barat.

“Tersangka langsung kami tahan malam ini dan sementara waktu, mereka dititip di ruang tahanan Polres Manggarai Barat,” kata Alle.

Alle juga menjelaskan, alasan dilakukan penahanan pada malam itu atas pertimbangan subyektif dan obyektif.

Yakni dikhawatirkan tersangka akan melarikan diri dan atau menghilangkan barang bukti, serta mengulangi perbuatan pidana. Karenanya, berdasarkan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, keempat orang ASN yang saat ini bertugas sebagai Staf Kementerian PMK itu, terancam pidana lebih dari 5 (Lima) tahun penjara.

“Pertimbangan Subyektif dan Obyektif hukum, menjadi dasar alasan penahanan 4 (Empat) orang tersangka. Terhadap pemanggilan atas salah satu tersangka lagi dengan inisial AA selaku Pejabat Pembuat Komitmen proyek sail komodo dengan sumber dari dana APBN itu, akan segera kami jadwalkan kembali, untuk dilakukan pemanggilan ulang,” tutupnya (*)

Laporan : TIM